Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Program Pemerintah Thailand untuk Relokasi Masyarakat di Kawasan Kumuh

Program Pemerintah Thailand untuk Relokasi Masyarakat di Kawasan Kumuh

  • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sebagai negara dengan persentase rumah tangga yang ditinggal di kawasan kumuh setinggi 23,7%, Thailand sedang berupaya untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakatnya, khususnya bagi rumah tangga kumuh yang berkedudukan di pinggir kali dan sungai, melalui program Baan Mankong, yang diselenggarakan sejak tahun 2003. Program ini bertujuan untuk membantu penghuni daerah kumuh untuk mendapatkan perumahan layak huni melalui subsidi dan pinjaman murah untuk membeli atau menyewa tanah, dan untuk membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya.

Setelah terjadinya banjir terbesar di Thailand pada tahun 2003, banyak penghuni rumah kumuh yang kehilangan rumahnya sehingga pemerintah menawarkan program Baan Mankong kepada masyarakat terdampak. Sebagian besar dari masyarakat tersebut menyadari bahwa memiliki rumah yang layak huni merupakan prioritas utama, sehingga program Baan Mankong mendadak sukses. Sebanyak 130.000 rumah tangga di sekitar Thailand telah ikut serta dalam program ini.

“Perumahan ini memberikan keamanan bagi keluarga berpenghasilan rendah sehingga mereka dapat memiliki akses berkelanjutan ke pekerjaan di kota, dan kesempatan untuk keluar dari kemiskinan,” kata Angkhana Trantarathong, petugas hubungan internasional di Community Organizations Development Institute (CODI), sebagaimana dikutip dari reuters.com

Apalagi kota Bangkok diperkirakan akan menjadi salah satu daerah perkotaan yang paling terdampak oleh pemanasan global, dengan hampir 40 persen diperkirakan akan terendam banjir setiap tahun segera setelah 2030, menurut Bank Dunia. Hal tersbeut menempatkan puluhan ribu orang yang tinggal di dekat kali, sungai dan daerah kumuh lainnya dalam bahaya. Meskipun dihadapkan dengan masalah serius ini, banyak penghuni yang tinggal di daerah-daerah tersebut tidak mau direlokasi.

“Beberapa orang tidak ingin pindah – tetapi kita perlu menekan mereka sampai mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat tinggal di sana lagi,” kata Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang, yang mengawasi inisiatif perencanaan kota untuk kota tersebut. Meskipun demikian, Pemerintah Federal telah menaikkan alokasi subsidi untuk Baan Mankong dan berencana akan membangun 1,2 juta rumah selama 10 tahun ke depan bagi mereka yang dipindahkan dari tepi sungai dan kanal.

Uniknya, dalam program ini, masyarakat membentuk koperasi dan bernegosiasi dengan pemilik swasta serta pemerintah untuk membeli atau menyewa tanah, serta memutuskan desain perumahan termasuk persyaratan pinjaman, sehingga kepemilikan dipegang secara kolektif melalui koperasi. Dengan mengumpulkan sumber daya mereka, masyarakat dapat mengakses pembiayaan lebih mudah daripada sebagai individu, kata Supreeya Wungpatcharapon, asisten profesor di Universitas Kasetsart.

“Mekanisme ini bersifat fleksibel, dimana orang miskin dapat mengakses dana secara langsung. Berbeda dengan proyek pembangunan lain yang uangnya dipegang oleh otoritas pemerintah. Meskipun lahan publik untuk perumahan terjangkau sangat terbatas, jaringan masyarakat diberdayakan untuk menuntut hak atas kota, menolak penggusuran, dan saling mendukung selama krisis tanpa menunggu dukungan pemerintah,” tambahnya.

Sebagai contoh, di komunitas Phatsanee di Sai Mai, rumah petak dua lantai menelan biaya hampir 150.000 baht Thailand (red: sekitar 50 juta rupiah) sebelum subsidi, yang dibayar berkala sebesar 1.500 baht (500 ribu rupiah per bulan).

“Kami semua miskin, dan kami khawatir untuk membayar kembali pinjaman itu,” kata Bani Chaosuwanphan, 50, seorang tokoh masyarakat. “Tetapi kami menginginkan kehidupan yang lebih baik untuk diri kami sendiri dan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kami. Rumah-rumah ini dapat mewujudkan hal itu,” tutupnya. (ADH)

  • Penulis: Danielbgurning

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian PUPR Kebut Pembangunan Bendungan di IKN

    Kementerian PUPR Kebut Pembangunan Bendungan di IKN

    • calendar_month Selasa, 21 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sungai Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pembangunan infrastruktur sumber daya air berupa bendungan itu bertujuan mencukupi kebutuhan air baku di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Setelah pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sungai Sepaku selanjutnya […]

  • pembangunan parekraf

    Sandiaga Optimis Target Pembangunan Parekraf Tuntas 2024

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebelum masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimistis target kinerja pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) dapat dituntaskan. “Semua yang berkaitan dengan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas kita targetkan untuk rampung di akhir tahun 2023 atau pertengahan […]

  • KEK Sanur mengincar potensi perolehan devisa sebesar Rp19,6 triliun.

    KEK Sanur Resmi Beroperasi Incar Devisa Rp19,6 T

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • 0Komentar

    Denpasar – Baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur mengincar potensi perolehan devisa sebesar Rp19,6 triliun. Berlokasi di Kota Denpasar, Provinsi Bali, KEK khusus kesehatan ini diresmikan bersamaan dengan pengoperasian Bali International Hospital (BIH) pada Rabu, 25 Juni 2025. “Saya ingin juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas semua pihak yang […]

  • desa wisata

    Sandiaga Uno: Desa Wisata Dorong Kebangkitan Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Desa wisata berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat. Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. “Desa wisata ini sudah masuk ke dalam konsep peningkatan ekonomi dari segi penciptaan lapangan kerja di mana ada 4,4 juta lapangan kerja yang akan […]

  • industri properti

    Menko Airlangga: Industri Properti Tumpuan Perekonomian Indonesia

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri properti kian bertransformasi menjadi salah satu sektor tumpuan bagi perekonomian nasional. Industri properti menyumbang multiplier effect baik dari sisi forward-linkage maupun backward-linkage bagi subsektor industri pendukung lainnya. Selain itu, mempengaruhi perkembangan sektor keuangan, serta menyerap tenaga kerja secara signifikan. “Sektor real estate mengalami pertumbuhan penjualan positif sebesar 15,23% (yoy) pada Q2 yang […]

  • Lebaran 2025 diskon tarif pesawat rute domestik

    Lebaran 2025, Tarif Pesawat Ekonomi Domestik Diskon 14%

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Calon penumpang pesawat ekonomi rute domestik sepanjang arus mudik Lebaran 2025 bisa menikmati diskon tarif sebesar 13% hingga 14%. Penurunan beban tiket dengan periode penerbangan antara tanggal 24 Maret hingga 7 April  2025 ini seiring diterbitkannya PMK Nomor: 18/2025 mengenai Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebagian sebesar 6%. Melalui fasilitas PPN […]

Translate »
expand_less