Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Program PPN DTP Lanjut di 2027, KPR Bersubsidi Diperluas

Program PPN DTP Lanjut di 2027, KPR Bersubsidi Diperluas

  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah melanjutkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat perekonomian Indonesia yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi. Salah satu kebijakan yang dilanjutkan adalah untuk sektor perumahan, yakni memperpanjang fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang berlaku saat ini hingga 2027.

“Untuk industri perumahan, PPN DTP yang sekarang berlaku akan dilanjutkan di tahun 2027,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Fasilitas tersebut diberikan untuk pembelian rumah dengan harga sampai dengan Rp2 miliar. Sedangkan untuk pembelian rumah hingga Rp5 miliar, fasilitas PPN DTP diberikan atas bagian harga sampai dengan Rp2 miliar.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan program KPR bersubsidi bagi masyarakat dengan penghasilan tetap sekitar Rp17 juta. Program tersebut memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga 6% untuk pembelian rumah dengan nilai hingga Rp500 juta. Sebelumnya, program tersebut disiapkan bagi pelaku UMKM dengan penghasilan tidak tetap, sedangkan ke depan diarahkan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tetap.

“Sebelumnya program ini disiapkan untuk mereka yang menjadi UMKM penghasilannya tidak tetap tapi berusaha. Sekarang untuk mereka yang berpenghasilan tetap dan jumlah rumahnya yang bisa dibeli sampai dengan Rp500 juta,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah ke Sektor Lainnya

Tak hanya untuk sektor perumahan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan yang mencakup perlindungan masyarakat dan pekerja, pengembangan kompetensi tenaga kerja, serta dukungan dunia usaha.

Untuk Kuartal IV 2026, Menko Airlangga menyebutkan bahwa Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening bagi warga negara berusia di atas 17 tahun yang diarahkan kepada masyarakat pada kelompok desil 1 sampai dengan desil 4. Saat ini, jumlah penerima program tersebut masih dalam proses cross-check bersama kementerian terkait untuk memastikan data sasaran.

Kemudian, Pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan beras sebanyak 10 kg per bulan, yang akan diserahkan satu kali untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada desil 1 sampai dengan desil 4, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp17,5 triliun.

Selain bantuan pangan, Pemerintah akan kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diberikan satu kali untuk periode tiga bulan dengan besaran Rp300 ribu per bulan. Program tersebut ditujukan kepada sekitar 13,3 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan hampir Rp12 triliun.

Lanjutkan Program Selain PPN DTP

Memasuki 2027, sejumlah program yang telah dilaksanakan pada tahun ini akan dilanjutkan. Program magang melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan dilanjutkan dengan sasaran 150 ribu peserta, sedangkan program vokasi akan dilanjutkan untuk 300 ribu orang. Pemerintah juga akan melanjutkan kebijakan pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta, dengan sasaran sekitar 7,5 juta pekerja.

“Dan ini kalau yang sekarang diberikan kepada padat karya dan pariwisata. Yang tahun depan diberikan ke seluruh sektor yang gajinya di bawah 10 juta,” jelas Menko Airlangga.

Program PPN DTP Lanjut di 2027, KPR Bersubsidi Diperluas

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama CEO Danantara Rosan Roeslani. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa rapat juga membahas terkait penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan mempertimbangkan perkembangan angka inflasi. Pembahasan mengenai besaran PTKP tersebut dilakukan bersama Menteri Keuangan untuk menentukan penyesuaian yang diperlukan.

Dalam aspek perlindungan pekerja, kebijakan bagi pekerja bukan penerima upah terkait Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) juga akan dilanjutkan pada 2027, termasuk besaran diskon yang diberikan pada tahun ini. Sementara itu, pemanfaatan Jaminan Kehilangan Pekerjaan selama enam bulan akan disesuaikan berdasarkan tingkat penghasilan pekerja.

Di sektor industri perhiasan, Pemerintah akan menyusun standar baru agar pelaku industri dapat memanfaatkan fasilitas PPN untuk logam mulia dengan kadar 99,9%. Ketentuan yang berlaku saat ini menggunakan kadar 99,99%, sehingga diperlukan penyesuaian terhadap ketentuan yang mengatur fasilitas tersebut.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran untuk berbagai program yang akan dilanjutkan pada 2027 masih dalam proses penyisiran oleh Menteri Keuangan. Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan anggaran untuk keseluruhan program tersebut diperkirakan sekitar Rp31 triliun. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akuisisi BTN Syariah Ancam Program Rumah MBR di Aceh

    Akuisisi BTN Syariah Ancam Program Rumah MBR di Aceh

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Program penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Aceh terancam ambruk. Hal ini menyusul rencana penggabungan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN Syariah) ke PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. “Penggabungan BTN Syariah ke BSI bakal mengancam pembangunan perumahan bersubsidi di Provinsi Aceh. Sebab sekarang ini tidak […]

  • Hutama Karya Fungsionalisasi Tol Pekanbaru-Bangkinang Akhir 2021

    Hutama Karya Fungsionalisasi Tol Pekanbaru-Bangkinang Akhir 2021

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) tengah merampungkan pembangunan tahap I Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), salah satunya yaitu ruas Tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 40 km. Tahapan konstruksi proyek tol koridor Pekanbaru – Padang (254 km) telah mencapai 74 persen dan ditargetkan dapat fungsional akhir tahun 2021. “Proyek Tol Pekanbaru – Bangkinang saat ini sudah […]

  • pln

    Q1 2024, Tarif Listrik Dipastikan Tidak Naik

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) siap menjalankan keputusan tidak menaikkan tarif listrik pada Kuartal I-2024 mendatang. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengawal pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan ini berlaku bagi 13 pelanggan nonsubsidi dan 25 golongan pelanggan bersubsidi. Kendati tahun depan bakal dipenuhi tantangan perekonomian global dan fluktuasi […]

  • Menteri PUPR Kawal Penyelesaian Tol Cisumdawu

    Menteri PUPR Kawal Penyelesaian Tol Cisumdawu

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta penyelesaian pembangunan ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dikawal secara ketat. Direktorat Jenderal Bina Marga bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) harus mengoptimalisasi pengawasan teknis agar penyelesaian Jalan Tol Cisumdawu bisa sesuai target. “Pastikan pemadatan jalan dilaksanakan serapih mungkin sesuai spesifikasi dengan memperhatikan drainase serta autograding […]

  • Menteri PKP Sosialisasi KUR Perumahan

    Menteri PKP Ajak REI Manfaatkan KUR Perumahan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri PKP Maruarar Sirait mengajak pengembang anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) memanfaatkan KUR Perumahan untuk mendorong percepatan pembangunan perumahan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan adalah salah satu upaya pemerintah dalam mendorong percepatan program penyediaan hunian bagi masyarakat. “Saya yakin dengan dukungan dari pengembang perumahan yang tergabung dalam REI, maka Kredit Program Perumahan […]

  • Selong Selo Resort & Residences

    Selong Selo Resort and Residences Kembali Beroperasi

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Selong Selo Resort & Residences yang berlokasi di pesisir Lombok Selatan kembali beroperasi sambut wisatawan per 1 Maret 2022. Vila mewah yang berlokasi di atas bukit ini dapat menjadi tempat yang sempurna untuk liburan keluarga besar. Tempat terbaik pula untuk pesta pernikahan dan pekerja jarak jauh (remote worker) yang membutuhkan suasana tenang dan […]

Translate »
expand_less