Tak Capai Target, Realisasi KPR FLPP 2025 Cetak Rekor Tertinggi
- account_circle Oki Baren
- calendar_month Rab, 31 Des 2025

Ilustrasi (Foto: BP Tapera)
Jakarta – Hingga tutup tahun 2025, penyaluran KPR FLPP tahun 2025 hanya tercapai 79,68% dari target yang telah ditetapkan, yakni 350 ribu unit. Realisasi KPR FLPP tahun 2025 sebanyak 278.868 unit ini mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah KPR FLPP sejak tahun 2010 silam.
“Walaupun tidak sampai ke titik 350 ribu unit rumah, pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP sejak tahun 2010. Dengan komposisi 99,99% atau 278.865 unit merupakan rumah tapak dan sisanya 0,001% (3 unit) rumah susun,” tutur Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, dalam siaran persnya, Rabu, 31 Desember 2025.
Capaian itu berasal dari 40 bank penyalur dan 22 Asosiasi Perumahan yang tersebar di 13.249 perumahan dari 8.113 pengembang di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Penerima manfaat dana FLPP meliputi pekerja swasta sebesar 205.311 unit rumah (73,63%), wiraswasta sebanyak 39.218 unit rumah (14,06%), PNS sebanyak 20.814 unit rumah (7,46%), TNI/Polri sebanyak 5.409 unit rumah (1,94%), lainnya 8.083 unit rumah (2,90%) serta 33 unit lainnya dari segmen lainnya (0,01%).
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, penerima manfaat KPR FLPP dari pekerja swasta mengalami peningkatan sebesar 31,3%, wiraswasta mencapai peningkatan hingga 58,7%, PNS jauh lebih tinggi pertumbuhannya hingga 145,7%, TNI/Polri mengalami peningkatan hingga 36,9%.
Bank BTN masih mendominasi penyaluran dana FLPP hingga 132.744 unit rumah (47,60%) dari total penyaluran dana FLPP diikuti oleh BSN (59.463 unit rumah/21,32%), BRI (32.206 unit rumah/11,54%), BNI sebanyak (15.159 unit rumah/5,44%), Mandiri (11.122 unit rumah/3,98%) dan diikuti bank penyalur lainnya.
Sedangkan dari sisi Asosiasi Pengembang Perumahan, REI menempati peringkat teratas dengan pembangunan rumah sebanyak 117.680 unit (42,20%), diikuti Apersi (82.514 unit/29,59%), Himperra (37.593 unit/13,48%), Apernas (9.522 unit/3,41%), Asprumnas (9.207 unit)/3,30% dan 17 asosiasi perumahan lainnya.
Jawa Barat masih menjadi provinsi tertinggi penerima manfaat FLPP di seluruh Indonesia dengan capaian 62.591 unit rumah/22,44%. Diikuti oleh provinsi lainnya yaitu Jawa Tengah (24.470 unit/8,77%), Sulawesi Selatan (23.255 unit/8,34%), Banten (18.966 unit/6,80%), Jawa Timur (18.361 unit/6,58%.
Kabupaten Bekasi masih meraih peringkat pertama penerima manfaat FLPP di Indonesia sebesar 14.702 unit rumah/19% disusul oleh 9 kabupaten kota lainnya yaitu Kabupaten Bogor (10.195 unit rumah/13%), Kabupaten Tangerang (8.246 unit rumah/11%), Kabupaten Karawang (7.097 nit rumah/9%), Kota Kendari (6.895 unit rumah/9%), Kabupaten Maros (6.233 unit rumah/8%), Kota Palembang (6.198 unit rumah/8%), Kabupaten Deli Serdang (5.992 unit rumah/8%), Kabupaten Kubu Raya (5.246 unit rumah/7%) dan kabupaten Gowa (5.242 unit rumah/7%).
Target KPR FLPP Tahun 2026
Tahun depan lanjut Komisioner Heru, target penyaluran dana FLPP sebanyak 350 ribu unit rumah dengan dana sebesar Rp37,1 triliun, yang terdiri dari anggaran DIPA sebesar Rp25,1 triliun dan sisanya dari pengembalian pokok sebesar Rp10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun.
“Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, Pemerintah mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun depan,” ujar Heru.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho saat PKS KPR FLPP Tahun 2026 (Foto: BP Tapera)
Memaknai tahun 2025, BP Tapera menyusun berbagai strategi guna peningkatan penyaluran KPR FLPP tahun mendatang. Salah satunya adalah terjadinya peningkatan penyaluran dana FLPP untuk non formal sebesar 15%. “Jika tahun 2025 dalam perjanjian dengan bank penyalur hanya mengalokasikan 10% untuk non formal, namun tahun ini meningkat menjadi 15%. Sehingga diharapkan akan semakin banyak non formal yang akan menikmati pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dan semakin merata di seluruh Indonesia. Hal ini akan semakin memperluas akses bagi ART, Ojol, pedagang sayur dan profesi non formal lainnya dalam memiliki rumah layak huni,” ungkap Komisioner Heru.
Selain itu, BP Tapera juga menyiapkan diversifikasi produk berupa pengembangan skema program KPR FLPP yang terdiri dari Kredit Bangun Rumah dan Kredit Renovasi Rumah. “Saat ini kami sedang menyiapkan aturan main dan peraturannya Badan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ditetapkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujar Komisioner Heru. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren



