Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Kementerian PKP: REI Jadi Asosiasi Penyalur Rumah Subsidi Terbesar

Kementerian PKP: REI Jadi Asosiasi Penyalur Rumah Subsidi Terbesar

  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sebagai asosiasi pengembang yang mencatatkan penyaluran tertinggi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yakni sebanyak 38.855 unit. Sementara total realisasi penyaluran subsidi perumahan telah mencapai 93.339 unit rumah dengan Bank Tabungan Negara (BTN) masih menjadi yang terbesar dengan realisasi 45.726 unit. Sedangkan Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan realisasi FLPP terbesar, yakni mencapai 23.021 unit.

Dalam pemaparan realisasi anggaran dan capaian program per 1 Juli 2026, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel menjelaskan hingga 1 Juli 2026, realisasi belanja Kementerian PKP mencapai Rp2,604 triliun atau sebesar 25,27 persen dari pagu awal Rp10,31 triliun. Berdasarkan data masing-masing unit organisasi, target penyerapan anggaran Kementerian PKP hingga 31 Desember 2026 diproyeksikan mencapai 97,48 persen.

“Sesuai janji kami setiap bulan Kementerian PKP akan menyampaikan realisasi, baik APBN dan Program Perumahan dari Kementerian PKP,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Pagu anggaran Kementerian PKP Tahun Anggaran 2026 setelah penajaman belanja meningkat dari Rp10,31 triliun menjadi Rp12,53 triliun. Penambahan tersebut turut meningkatkan target fisik pembangunan sebanyak 7.952 unit rumah sehingga total target menjadi 414.212 unit.

Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk Program BSPS sebagai program prioritas nasional dengan total anggaran mencapai Rp8,57 triliun atau sekitar 68,40 persen dari total pagu, yang ditargetkan menjangkau 400.000 unit rumah. Sementara itu, Program Dukungan Manajemen memperoleh alokasi sebesar Rp918,13 miliar atau 7,33 persen dari total pagu anggaran.

Komposisi anggaran Kementerian PKP juga menunjukkan bahwa sebesar 92,67 persen dialokasikan untuk program-program fisik, meliputi Program BSPS, penataan kawasan kumuh dan sanitasi, bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), pembangunan Rumah Khusus, serta Rumah Susun.

Realisasi KUR Perumahan

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, menyampaikan bahwa realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan hingga 30 Juni 2026 telah mencapai Rp20,3 triliun. Capaian tersebut menjadi dasar penambahan plafon KUR Perumahan menjadi Rp50 triliun.

Secara wilayah, Provinsi Jawa Tengah menjadi penyerap terbesar KUR Perumahan dengan nilai mencapai Rp4,6 triliun. Sementara itu, berdasarkan lembaga penyalur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp10,55 triliun. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Kota di Pulau Jawa

    Wamen ATR/BPN: Jawa Mengkota Sebuah Keniscayaan

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pulau Jawa mengkota merupakan sebuah keniscayaan. Untuk itu, diperlukan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pulau Jawa dengan skala 1 : 5.000 dengan memperhatikan prinsip 3D, yaitu density, distance dan division. “Kalau betul analisa Jawa mengkota, ini adalah sebuah keniscayaan. Kita butuh RDTR Pulau Jawa dengan skala 1 : 5.000 dengan secara langsung memperhatikan […]

  • SCG Indonesia

    Q2/2022, SCG Indonesia Raup Pendapatan Penjualan Rp5,63 T

    • calendar_month Sabtu, 13 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – SCG Indonesia mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp5,63 triliun (USD387 juta) pada Kuartal ke-II 2022. Pendapatan pejualan tersebut meningkat sebesar 4 persen secara tahunan (year on year/y-o-y). “Perusahaan melaporkan pendapatan penjualan Q2/2022 sebesar Rp5,63 triliun, meningkat 4 persen y-o-y, yang didominasi dari lini bisnis SCGP (FajarPaper and Intan Group),” terang President Director PT. SCG […]

  • Summarecon Expo 2024

    Saatnya Hunting Properti di Summarecon Expo 2024

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Memasuki usia ke-49 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menyelenggarakan event pameran properti tahunan, Summarecon Expo 2024 bertajuk ‘9 Cities to Explore in 1 Expo’. Pameran properti selama 10 hari dari 22 November hingga 1 Desember 2024 di Gafoy Summarecon Mall Kelapa Gading, ini menghadirkan produk properti unggulan Summarecon dengan beragam benefit serta […]

  • Ilustrasi Pasar Properti Jakarta

    Begini Nasib Pasar Properti Jakarta Pasca IKN Pindah

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pasar properti Jakarta tetap menarik bagi investor pasca kepindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Jakarta yang bakal menjadi pusat bisnis tetap menjadi magnet bagi investor properti. “Apakah properti Jabodetabek tetap diminati? Kita melihat properti Jabodetabek akan tetap bertahan kalau pusat bisnisnya masih dipusatkan di Jakarta  sehingga satelite atau surrounding-nya itu akan tetap […]

  • Produksi Semen Tergerus Konstruksi di Triwulan I-2021

    Produksi Semen Tergerus Konstruksi di Triwulan I-2021

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Produksi semen selama triwulan I-2021 sebesar 15,18 juta ton, turun 18,10 persen dibanding triwulan IV-2020, atau turun 2,15 persen (year on year/yoy). Pengadaan semen di dalam negeri sepanjang periode yang sama mencapai 14,87 juta ton. Jumlahnya turun 17,65 persen (quarter to quarter/qtq) dan naik 2,21 persen (yoy). “Penurunan produksi semen juga tercermin pada […]

  • Biaya Tinggi, Pengembang Keluhkan Masih Maraknya Pungli

    Biaya Tinggi, Pengembang Keluhkan Masih Maraknya Pungli

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kalangan pengembang mengeluhkan masih maraknya pungutan liar (pungli) di sektor properti termasuk dalam pembangunan rumah bersubsidi. Kondisi itu menjadi preseden buruk bagi semangat pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang sehat di Indonesia. Pungli juga menyebabkan produksi biaya tinggi. “Harus diakui pungli masih sering terjadi, ini berdasarkan laporan dari teman-teman di daerah. Kami selaku […]

Translate »
expand_less