MBR Perkotaan Bakal Diguyur Rusun Subsidi
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih menggodok Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) PKP tentang harga jual unit rumah susun (rusun) subsidi. Beleid tersebut akan mengatur tentang kenaikan harga jual unit rusun subsidi untuk menggairahkan suplai dan permintaan hunian vertikal di wilayah perkotaan.
“Rencana kenaikan harga jual unit rusun subsidi yang akan tertuang dalam Rapermen harus bisa menarik pengembang supaya mau membangun. Tapi, yang tidak kalah pentingnya batasan harga jual unit rusun subsidi itu juga harus bisa terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ungkap Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Sid Herdi Kusuma, usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Peluang dan Tantangan Industri Properti 2026’, yang diadakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), di The Hub Sinar Mas Land, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Sid, pasokan rusun subsidi sepanjang tahun 2025 sangat minim. “Saat ini dalam proses penyusunan Rapermen PKP. Karena masih dalam proses, saya belum tahu apakah wacana kenaikannya adalah harga jual satuan rusun, atau harga jual per meter persegi rusun subsidi,” tukas Sid.
Saat ini ketentuan yang mengatur tentang harga jual rusun subsidi adalah Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor: 995/KPTS/M/2021 Tahun 2021 tentang Batasan Penghasilan Tertentu, Suku Bunga/Marjin Pembiayaan Bersubsidi, Masa Subsidi, Jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah, Batasan Luas Tanah, Batasan Luas Lantai, Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak dan Satuan Rumah Susun Umum, dan Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka. Berdasarkan aturan tersebut, harga jual rusun subsidi berkisar antara Rp248,2 juta hingga Rp268,8 juta per unit.
“Bicara harga ideal, kemungkinan berkisar antara Rp300 juta hingga Rp400 juta per unit. Nah, untuk detailnya, karena masih dirancang oleh Kementerian PKP, maka kita tunggu saja berapa besaran harga jual rusun subsidi nanti,” ujarnya.
BUMN Dukung Program Rusun Subsidi
Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Kawasan Permukiman Ditjen Kawasan Permukiman Kementerian PKP Kreshnariza Harahap, mengatakan di tengah keterbatasan lahan perkotaan, hunian vertikal menjadi solusi strategis yang diminati generasi milenial. “Pengembangan hunian vertikal terjangkau, termasuk melalui dukungan BUMN, diharapkan mampu menekan kawasan kumuh, meningkatkan efisiensi ruang, serta mendorong pembangunan wilayah yang inklusif dan berkeadilan,” tegas Khresna.
Sid menambahkan, underlying lahan bisa menggunakan beragam pola, baik kepemilikan dari perusahaan swasta maupun entitas BUMN. “Pengembangan rusun subsidi adalah di wilayah perkotaan. BUMN bisa berpartisipasi untuk pengembangan rusun subsidi,” kata dia.
Terkait dukungan pendanaan FLPP Rusun Subsidi, BP Tapera memprediksi masih memadai karena berasal dari sumber pendanaan yang sama dengan Program FLPP rumah tapak. “Mayoritas data yang masuk ke BP Tapera memang pengajuan FLPP untuk rumah tapak. Kami perkirakan alokasinya masih mencukupi dari FLPP rumah tapak tersebut,” kata Sid.
Khresnariza Harahap melanjutkan, pihaknya mendorong penyelenggaraan kawasan permukiman yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan urbanisasi dan backlog perumahan. “Pendekatan kawasan dinilai penting agar pembangunan hunian selaras dengan penyediaan infrastruktur, layanan dasar, serta penguatan ekonomi lokal,” kata Khresna.
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menegaskan, sektor perumahan merupakan instrumen strategis pembangunan nasional untuk mengatasi backlog dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lebih dari 60 persen penduduk Indonesia berada pada kelompok rentan dan sektor informal, persoalan perumahan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi.
“Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2030 serta Program 3 Juta Rumah, Pemerintah mendorong penanganan backlog perumahan berbasis wilayah, pengembangan hunian vertikal di kawasan urban, serta penguatan ekosistem pembiayaan dan peranan BUMN,” tegas Fahri Hamzah.
Menurut Fahri, program ini diharapkan dapat menjawab tantangan kebutuhan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Tidak hanya untuk menjawab tantangan dalam program rumah layak, melainkan juga mendorong pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian nasional,” ucap Fahri.
Forwapera Award 2026
Ketua Forwapera Erfendi Eka Putra menyebutkan, Anugerah Forwapera 2026 merupakan bentuk dukungan insan pers dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Penentuan pemenang dilakukan melalui tahapan seleksi, analisa, survei dan riset data, serta penilaian akhir oleh Dewan Juri yang terdiri dari para jurnalis senior yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di sektor perumahan. Mereka adalah Edo Rusyanto, Lukita Grahadyarini, dan Ahmad Punto.
Dia menegaskan peran penting media massa dalam mengawal kebijakan-kebijakan di sektor perumahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat khususnya MBR. “Forwapera mengambil posisi untuk terus kritis konstruktif, namun berimbang dan membawa solusi,” ujar Erfendi.
Forwapera kembali menegaskan peran penting media massa dalam mengawal kebijakan-kebijakan di sektor perumahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat khususnya MBR. “Forwapera mengambil posisi untuk terus kritis konstruktif, namun berimbang dan membawa solusi,” ujar Erfendi.
Berdasarkan penilaian Dewan Juri Anugerah Forwapera 2026, sebanyak 40 penerima penghargaan yang terbagi lima kategori, yaitu Kategori Tokoh Inspiratif, Kategori Penghargaan Khusus, Kategori Pengembang dan Proyek Properti (Subsidi dan Non-Subsidi), Kategori Perbankan dan Lembaga Keuangan Non-Bank, dan Kategori Pendukung Industri.

Penerima Anugerah Forwapera 2026 (Foto: Istimewa)
Berikut Penerima Anugerah Forwapera 2026:
Kategori Tokoh Inspiratif
- Hashim S. Djojohadikusumo (Tokoh Pendorong Pembangunan Perumahan)
- Agus Harimurti Yudhoyono – Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Tokoh Penggerak Kebijakan Perumahan dan Infrastruktur)
- Maruarar Sirait – Menteri PKP (Inisiator Penggerak Ekosistem Perumahan)
- Fahri Hamzah – Wamen PKP (Tokoh Pendorong dalam Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap Hunian Terjangkau)
- Suharso Monoarfa – Menteri Perumahan Rakyat periode 2009-2011 (Pelopor Skema Pembiayaan FLPP)
- Panangian Simanungkalit (Pakar Perumahan Paling Inspiratif)
- Nixon L.P Napitpululu – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (CEO Inspiratif dalam Transformasi Bidang Perbankan)
- Angga Budi Kusuma – Direktur Utama Pesona Kahuripan Group (Figur Inspiratif Perumahan 2026)
- Indra Utama – Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast Tbk. (Figur Penggerak Media, Kompetensi Profesi Properti dan Pemberdayaan Desa)
Kategori Penghargaan Khusus
- DPP REI (Asosiasi Pengembang Paling Mendukung Program Perumahan Rakyat)
- DPP APERSI (Asosiasi Pengembang Paling Mendukung Program Perumahan Rakyat)
- DPP HIMPERRA (Asosiasi Pengembang Paling Mendukung Program Perumahan Rakyat)
- DPP APPERNAS JAYA (Asosiasi Pengembang Paling Mendukung Program Perumahan Rakyat)
- The HUD Institute (Lembaga Kajian yang Intens Terhadap Isu Perumahan Rakyat)
Kategori Pengembang dan Proyek Properti
Pengembang Subsidi
- Pesona Kahuripan Group (Pengembang Rumah Subsidi Terbaik 2026)
- Infinity Realty (Pengembang Rumah Subsidi Inovatif 2026)
- PT Kreasi Prima Nusantara (Pengembang Properti Berkonsep Syariah Terbaik)
- Mulia Gading Kencana (Pionir Perumahan Subsidi Bangunan Hijau)
- Pondok Banten Indah (Perumahan Subsidi Berkonsep Hunian Klaster Terbaik)
- Arsol Land (Rumah Subsidi Kualitas Komersial)
Nonsubsidi
- Dwicitra Land (Pengembang Berorientasi Masa Depan Berkelanjutan)
- Metland Transyogi (Kawasan Hunian Terbaik di timur Cibubur)
- Grand Residence City (Perumahan dengan Dedikasi Terhadap Kualitas di Bekasi)
- Metland Cikarang (Kota Mandiri Unggulan Berkonsep Hijau di Cikarang)
- Elnino Living Tangerang (Perumahan Berkualitas dengan Konsep Smart Living Paling Terjangkau)
- Modern Cikande Industrial Estate (Kawasan Industri Unggulan Penopang Ekonomi Nasional)
- The HUB Sinar Mas Land (Ruang Komunal Terbaik di Pusat Kota)
Kategori Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank Inovatif dalam Memberikan Solusi Hunian Perkotaan & Integrasi Digital)
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank Paling Konsisten dan Fokus dalam Pembiayaan Rumah Rakyat)
- PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (Pionir Pembiayaan Hunian Syariah Berkelanjutan)
- BP Tapera (Garda Terdepan Realisasi Rumah Bersubsidi)
- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Akselerator Pembiayaan Sekunder Perumahan)
Kategori Pendukung Industri
- PT Waskita Beton Precast Tbk (Perusahaan Beton Pracetak Berkontribusi Tinggi terhadap PSN dengan Tata Kelola Berkelanjutan)
- PT Nindya Karya (Persero) (Perusahaan Kontraktor Paling Responsif dalam Penyediaan Hunian Sementara Bencana Sumatera)
- PT Tatalogam Lestari (Penggerak Ekosistem Konstruksi Modern Indonesia)
- ASAKI (Asosiasi Yang Konsisten Mendukung Program 3 Juta Rumah)
- Dody Agoeng – Corporate Secretary PT Bank Syariah Nasional (Figur Humas Sektor Perumahan Terpopuler dan Humanis)
- PT Metropolitan Land Tbk (Humas/Marcomm Pengembang Paling Responsif terhadap Media)
- Sinar Mas Land (Humas/Marcomm Pengembang Paling Populer)
- PT Nindya Karya (Perusahaan Kontraktor Inovatif dalam Program CSR). (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren


