Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Senator Minta SiPetruk Ditunda

Senator Minta SiPetruk Ditunda

  • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sukiryanto menilai bahwa aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) yang akan berlaku efektif per 1 Juli 2021, untuk dapat ditinjau kembali. “Sipetruk dinilai menghambat dan dirasa perlu ditinjau kembali,” ujar Sukiryanto dalam Rapat Dengar Pendapat Komite IV DPD RI dengan Direktorat Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada hari Selasa 22 Juni 2021.

Salah satu alasannya ialah karena pelatihan bagi Manajemen Konstruksi (MK) yang digelar oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR dan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR masih belum sesuai harapan. “Sipetruk akan dilaksanakan 1 Juli 2021, namun pelatihan yang dilaksanakan sekarang masih carut marut dan banyak tenaga ahli yang belum mengikuti sertifikasi,” tegas Senator asal Kalimantan Barat tersebut.

Staf Ahli Wakil Presiden RI, Johan Tedja yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perlunya ada relaksasi pada aplikasi SiPetruk. “Relaksasi sipetruk diperlukan karena memiliki implikasi yang signifikan dan berpengaruh pada realisasi KPR bersubsidi,” kata Johan. Selain itu, ia juga khawatirk aplikasi SiPetruk menjadi batu sandungan anggaran stimulasi yang masuk ke program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Adapun Anggota DPD RI, Darmansyah Husein menilai bahwa sistem SiPetruk bagus tapi harus dimatangkan penerapannya. “Mencermati secara teoritis sistem IT memang biasanya terjadi kendala di lapangan. secara sistem aplikasi SiPetruk bagus tetapi mohon implementasi secara bertahap,” ujar Darmansyah yang pernah menjadi Bupati Belitung selama dua periode.

Sedangkan Senator asal Sulawesi Selatan, Ajiep Padindang berpandangan bahwa aplikasi SiPetruk perlu dibatallkan. “Aplikasi yang dibuat pemerintahan Jokowi dinilai tidak saling terintegrasi satu sama lain,” kata Ajiep. Ia pun juga mengusulkan Pemerintah untuk merancang aplikasi baru yang mengintegrasikan seluruh aplikasi dan aturan baru turunan UU Cipta Kerja.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR, Arief Sabaruddin menjelaskan bahwa aplikasi SiPetruk ditujukan untuk membantu pengembang. “PPDPP membantu pengembang untuk mengawasi kontraktor yang ditunjuk pengembang melalui aplikasi sipetruk. Harapan ke depan, sipetruk dapat mensubtitusi SLF (red – Sertifikat Laik Fungsi),” kata Arief.

Arief juga menyebut bahwa berbagai aplikasi yang diciptakan oleh PPDPP ini juga dilakukan untuk mengurangi berbagai persoalan (bottleneck) dalam bisnis proses rumah subsidi. Ia mencontohkan aplikasi SiKasep yang ditujukan untuk menjawab temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dimana konsumen memindah tanganan rumah. Ps 135 UU 1/2011 juga sudah ada pelarangannya. Sedangkan aplikasi Sikumbang digunakan untuk memastikan rumah yang dipasarkan yang melindungi konsumen.

“Unsur pemerintah sangat terbatas SDM-nya. Sipetruk bertujuan untuk membantu perbaikan tata kelola dan pengawasan oleh Pemda,” ujar Arief menjelaskan manfaat dari aplikasi SiPetruk. Ia pun juga menegaskan bahwa aplikasi SiPetruk tidak mengubah peraturan yang sudah ada.

Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Heripoerwanto pada kesempatan tersebut juga menekankan bahwa Kementerian PUPR adalah pembina teknis konstruksi. “Jika ada kegagalan konstruksi di Indonesia, maka pak Menteri (PUPR) yang bertanggung jawab,” kata Eko.

Lebih lanjut Dirjen Eko juga menegaskan bahwa adanya audit dari BPK dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dimana ditemukan banyaknya konstruksi rumah subsidi yang tidak memenuhi standar dan ketidaktepatan sasaran. “Hal ini menjadi PR agar tidak berulang setiap tahun melalui cara yang diterapkan oleh Dirut PPDPP,” kata Dirjen Eko sembari meminta aplikasi yang dibangun oleh PPDPP diterima sebagai bentuk layanan di lapangan maupun perlindungan konsumen.

Wakil Ketua Umum DPP REI, Moerod yang juga menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa REI sentantiasa berkomitmen menjaga kualitas bangunan rumah subsidi, namun Moerod juga menyorot persoalan pelatihan tenaga MK.”REI ikut sebanyak 1.547 peserta MK, namun banyak dari yang sudah didaftarkan gugur karena satu dan lain hal. Jumlah ini masih sangat kurang dan butuh pelatihan periode kedua,” ujar Moerod. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • pertumbuhan ekonomi

    Ini Dia Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa penggunaan produk dalam menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia di masa yang akan datang. “Bagaimana cara membuat supaya kegiatan ekonomi Indonesia dapat terus melanjutkan pemulihan dengan kuat. Kita harus memastikan penggunaan produk dalam negeri,” ujar Suahasil dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 11 November 2022. Suahasil menjelaskan, […]

  • Kementerian PUPR Nilai Layanan Jalan Tol

    Kementerian PUPR Nilai Layanan Jalan Tol

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2022 kembali melakukan penilaian kualitas layanan jalan tol dan rest area berkelanjutan. Penilaian Jalan Tol Berkelanjutan (JTB) mulai 26 September hingga 6 November 2022 terhadap 47 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), 67 ruas tol, dan 136 tempat istirahat (rest area) yang tersebar di Pulau Jawa, […]

  • Ilustrasi bangunan hijau

    Pemerintah Komit Wujudkan Bangunan Hijau dan Hunian Cerdas

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen untuk mewujudkan penyelenggaraan infrastruktur permukiman dan perumahan yang berkelanjutan termasuk bangunan gedung hijau. Hal itu tertuang di dalam salah satu Visium Kementerian PUPR 2030 yakni tercapainya 100% hunian cerdas (smart living). Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya […]

  • REI Gandeng AREBI Jalin Kerja Sama

    REI Gandeng AREBI Jalin Kerja Sama

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI). Kerja sama tersebut mencakup pemasaran produk properti, kerja sama kegiatan promosi bersama, serta pertukaran informasi data terkait properti. Penandatanganan kerja sama kedua belah pihak disaksikan oleh Founder AREBI Budiarsa Sastrawinata, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat, 22 Juli […]

  • Jokowi

    Jokowi: Perekonomian RI Lebih Baik dari 2014

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo menyampaikan kondisi perekonomian makro Indonesia jauh lebih baik ketimbang tahun 2014-2015 ketika masih tergolong rentan terpuruk bersama lima negara lainnya. “Kalau kita ingat saat itu ada taper tantrum. Saat itu angka detail di 2014-2015, defisit transaksi berjalan kita berada di USD 27,5 miliar pada tahun 2014. Kemudian di 2015 berada di […]

  • Pendapatan INPP Tumbuh 14 Persen, Ditopang Recurring Income

    Pendapatan INPP Tumbuh 14 Persen, Ditopang Recurring Income

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Sepanjang Kuartal I 2026, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP:IJ) membukukan pendapatan sebesar Rp327 miliar atau tumbuh 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan Paradise Indonesia tersebut sebagian besar ditopang oleh pendapatan berulang alias recurring income dengan porsi 90%. “Walaupun mungkin secara makro dan kondisi saat ini diluaran juga kan masih impose […]

Translate »
expand_less