Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » 157 Anggota REI Jatim Ikut Sertifikasi Uji Kompetensi

157 Anggota REI Jatim Ikut Sertifikasi Uji Kompetensi

  • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya – Untuk mengantisipasi pengembang abal-abal, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Jawa Timur (REI Jatim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Uji Kompetensi bagi 157 developer, di Surabaya, Selasa-Rabu, 10-11 Juni 2025.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Meningkatkan Kualitas SDM yang Mempunyai Kompetensi dan Profesional di Bidang Developer Properti/Real Estate’ ini, dihadiri oleh 157 peserta dari berbagai perusahaan anggota REI Jatim.

Ketua DPD REI Jatim, H Mochamad Ilyas, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi bagi para pengembang perumahan. “Saya sudah 30 tahun di dunia properti dan 25 tahun menjadi pengurus REI, baru kali ini kami mengadakan Sertifikasi Pengembang Perumahan. Ini merupakan angkatan pertama,” kata Ilyas.

Peserta ini mengikuti serangkaian pelatihan dan uji kompetensi yang difasilitasi oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) DPP REI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Harapannya, para peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga ilmu dan jaringan untuk menjadi developer yang profesional dan berintegritas.

Menurut Ilyas, kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Sertifikasi akan menjadi bekal penting agar para pengembang mampu beradaptasi dengan tren dan dinamika industri properti yang terus berkembang, serta menghasilkan proyek yang tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga memperhatikan kualitas, kepuasan konsumen, dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami berharap ke depan, seperti yang sudah dilakukan di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mewajibkan pengembang mengantongi sertifikasi sebagai syarat pembangunan properti,” ungkap Ilyas.

Komisioner BNSP, Adi Mahfudz Wuhadji, yang turut hadir dalam acara ini, menyoroti pentingnya sertifikasi dalam membangun kepercayaan publik. “Sertifikasi bukan hanya soal kualifikasi teknis, tapi juga membangun sistem yang memastikan developer dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan etis,” kata Adi.

Adi menyatakan, hanya sekitar 10 persen tenaga kerja konstruksi yang telah mengantongi sertifikasi uji kompetensi pada tahun 2019. Angkanya bahkan menurun drastis di tahun-tahun berikutnya.

Di Jatim, masih banyak ruang untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja tersertifikasi, meskipun provinsi ini termasuk yang paling aktif.

Adi menyampaikan bahwa saat ini baru sebatas imbauan, namun BNSP bersama kementerian dan dinas terkait akan terus mendorong agar sertifikasi uji kompetensi menjadi persyaratan formal dalam pengajuan izin pembangunan. “Langkah ini akan mencegah munculnya developer abal-abal yang hanya mengejar untung tanpa tanggung jawab terhadap kualitas dan keamanan produk properti mereka,” ungkap Adi.

Dalam proses sertifikasi uji kompetensi oleh LSP REI, peserta dinilai berdasarkan tujuh skema pengujian, yakni penilaian kelayakan lokasi, kelayakan investasi, persiapan pembangunan, penataan pembangunan, pelaksanaan kegiatan pemasaran, kegiatan penjualan, serta aspek pengelolaan lingkungan.

Manfaat Sertifikasi Uji Kompetensi

Melalui kegiatan ini, imbuh Ilyas, REI Jatim membuka babak baru dalam pembinaan profesionalisme anggotanya. “Sebanyak 157 peserta yang ikut sekarang, itu belum mencapai 20 persen dari total anggota kami. Antusiasmenya tinggi, jadi kami berencana menggelar gelombang berikutnya,” tambah Ilyas.

sertifikasi uji kompetensi REI Jatim

Asesor LSP REI memberikan pengarahan teknis kepada peserta sertifikasi uji kompetensi anggota REI Jawa Timur (Foto: Oki Baren)

Tak hanya untuk pengembang besar, program ini juga menyasar pelaku properti skala kecil agar memiliki akses terhadap peningkatan kapasitas yang sama. Hal ini sejalan dengan misi REI untuk membentuk ekosistem properti yang sehat dan berkelanjutan di Jatim.

Dengan semakin kuatnya dorongan untuk sertifikasi, REI Jatim berharap dapat menciptakan para pengembang properti yang tak hanya kompeten, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial tinggi.

Ke depan, setiap proyek yang lahir dari tangan para pengembang ini benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Adi Mahfudz menambahkan, sertifikasi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab profesional yang lebih besar. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dan komitmen semua pihak adalah kunci untuk membangun industri properti yang transparan, berkualitas, dan diakui secara nasional maupun internasional,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majalah REI Edisi Desember 2020

    Majalah REI Edisi Desember 2020

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • 0Komentar

    Berlomba-Lomba Melakukan Kebaikan Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Rapat Kerja Nasional Realestat Indonesia (Rakernas-REI) 2020 usai sudah digelar secara hybrid selama dua hari dari 2-3 Desember 2020. Sejumlah pokok pikiran pun sudah dirumuskan menjadi program kerja organisasi untuk satu tahun mendatang. Tema rakernas yang diangkat pada tahun ini adalah “Strategi Bisnis Properti […]

  • Dirut BTN Terima Penghargaan Wira Bhakti Praja Utama REI

    Dirut BTN Terima Penghargaan Wira Bhakti Praja Utama REI

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu menerima penghargaan Wira Bhakti Praja Utama dari Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI). Anugerah penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas dukungannya pada setiap kegiatan REI. “Penghargaan ini kami berikan kepada Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu karena dukungannya terhadap semua kegiatan REI. […]

  • Rakernas REI tahun 2024

    Hadiri Rakernas REI, Menteri Ara Komit Lanjutkan Skim FLPP

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • 0Komentar

    BANDUNG – Lebih 1.000 anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dari seluruh Indonesia berkumpul di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI tahun 2024. Rakernas tahun ini mengusung tema “Sinergi REI Bersama Pemerintah untuk Mewujudkan Program 3 Juta Rumah”, yang diadakan di Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (5/12). Rakernas REI 2024 dibuka […]

  • RI – Singapura Sepakati Kerjasama Pengembangan Energi Hijau

    RI – Singapura Sepakati Kerjasama Pengembangan Energi Hijau

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati pengembangan energi hijau di tanah air. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan, Selasa, 13 Juli 2021. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara bersepakat bahwa Indonesia sebagai pusat energi hijau bukan hanya untuk Singapura, melainkan untuk seluruh […]

  • Hunian premium

    Summarecon Serpong Hadirkan Hunian Premium Seharga Rp13,6 M

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk kembali menghadirkan hunian premium 3 lantai yang dibalut kemewahan dan teknologi terkini, berlokasi di Summarecon Serpong, yakni Cluster Heron. Hal ini seiring masih tingginya kebutuhan masyarakat akan produk hunian premium dan berkualitas.  Selain untuk mendukung gaya hidup, hunian yang berkualitas juga dibutuhkan untuk mengedepankan aspek privasi, kenyamanan, hingga kemudahan akses. Cluster […]

  • Biden Hapus Kebijakan Diskriminatif Sektor Perumahan

    Biden Hapus Kebijakan Diskriminatif Sektor Perumahan

    • calendar_month Minggu, 31 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta Kementerian Pembangunan Perumahan dan Perkotaan (Department of Housing and Urban Develoment/HUD) mengakhiri kebijakan yang diskriminatif dalam sektor perumahan dan pemberian pinjaman. Hal ini disampaikan oleh Joe Biden dalam Executive Order yang ditandatanganinya pada 27 Januari 2021. “Negeri ini siap untuk berubah, tapi Pemerintahannya juga harus berubah,” ujar Joe […]

Translate »
expand_less