Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Siapkan Dana Jangka Panjang, BTN Syariah Terbitkan Sukuk Tapera

Siapkan Dana Jangka Panjang, BTN Syariah Terbitkan Sukuk Tapera

  • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Sejalan dengan proses bisnis kerjasama penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Tapera, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merilis Sukuk Mudharabah Jangka Panjang yang dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum BTN I tahun 2023 Tahap I (Sukuk Tapera) perdana di Jakarta, Rabu (16/8).

Penerbitan Sukuk Tapera tersebut berlandaskan Peraturan BP Tapera No 6 Tahun 2023 tentang Pembiayaan Perumahan Bagi Peserta Tapera Pasal 41 yang menyebutkan bahwa Bank Penyalur Pembiayaan Tapera dapat merilis efek yang bersifat utang dan/atau sukuk Tanpa Penawaran Umum yang selanjutnya disebut EBUS sesuai dengan nominal besaran pembiayaan Tapera yang telah disalurkan.

“Penerbitan Sukuk Tapera merupakan bagian dari rangkaian kerja sama antara Bank BTN dengan BP Tapera, penerbitan Sukuk Tapera ini dilakukan sebagai sumber pendanaan jangka panjang untuk penyaluran pembiayaan Tapera Syariah oleh Bank BTN dalam rangka implementasi Tabungan Perumahan Rakyat,” kata Direktur Consumer Bank BTN, Hirwandi Gafar.

Dia menjelaskan, Sukuk Tapera perdana ini telah diterbitkan sebesar Rp92.553.174.021. Sukuk tersebut ditawarkan dengan tingkat nisbah tetap sebesar 11% dari Pendapatan Yang Dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 0,55% per tahun, dan berjangka waktu 159 bulan sejak tanggal penerbitan sukuk.

Sukuk Tapera ini, lanjut Hirwandi, akan diserap seluruhnya dengan Penawaran Terbatas/Private Placement kepada BP Tapera.

Sukuk Tapera tersebut ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah dana sukuk dan tingkat nisbah tetap sejak tanggal penerbitan sukuk. Sementara pembayaran kembali dana sukuk dan pendapatan bagi hasil sukuk akan dibayarkan setiap tiga bulan, sesuai tanggal pembayaran kembali dana sukuk dan tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk.

“Pembayaran kembali dana sukuk dan pendapatan bagi hasil sukuk pertama akan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2023, sedangkan pembayaran dana sukuk dan pendapatan bagi hasil sukuk terakhir pada saat jatuh tempo sukuk yaitu tanggal 28 Oktober 2036,” kata Hirwandi.

Sukuk Tapera yang baru saja dirilis ini merujuk pada data realisasi pembiayaan Tapera yang dilakukan Unit Usaha syariah BTN (BTN Syariah) per 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022.

“Dari realisasi sebesar kurang lebih Rp123 miliar, pendanaan Tapera dari mekanisme sukuk ini untuk pencairan Rp92 miliar saja, sisanya menggunakan dana internal kami,” jelas Hirwandi.

Ke depan, BTN memastikan akan menerbitkan sukuk selanjutnya dalam upaya terus mendukung Program Tapera.

Pembiayaan Tapera

Sementara itu, tahun ini Bank BTN maupun BTN Syariah mencatatkan pembiayaan Tapera tertinggi di antara 40 bank penyalur pembiayaan Tapera lain. Per 13 Agustus 2023, penyaluran pembiayaan Rumah Tapera Bank BTN mencapai 2.165 unit rumah dari total penyaluran Rumah Tapera sebanyak 3.324 unit rumah atau senilai Rp375,35 miliar. Dimana 584 unit tercatat direalisasikan oleh BTN Syariah.

Sepanjang semester I-2023, BTN Syariah menorehkan penyaluran pembiayaan tertinggi dibandingkan bank syariah lain. Per Juni 2023, BTN Syariah menyalurkan pembiayaan Tapera Syariah sebesar Rp 63,4 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp28,8 miliar.

Dengan pencapaian tersebut, BTN Syariah diproyeksikan untuk mencapai target penyaluran pembiayaan Tapera Syariah untuk 1.250 unit rumah

“Pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras dan komitmen Bank BTN bersama BP Tapera untuk memberikan akses pembiayaan atas rumah yang layak dengan cara yang lebih modern, kekinian dan semakin memudahkan masyarakat,” kata Hirwandi.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemupukan, Gatut Subadio menyampaikan bahwa BP Tapera mendukung penyaluran pembiayaan perumahan berbasis syariah dalam pengelolaan dana Tapera berbasis syariah.

BP Tapera telah menyediakan wadah pengelolaan dalam bentuk Kontrak Pengelolaan Dana Tapera (KPDT) Syariah sehingga comply dengan prinsip pengelolaan berbasis syariah, mulai dari pengelolaan simpanan peserta syariah sampai dengan pembiayaan perumahan syariah.

“Dengan semakin gencarnya peserta melakukan updating data kepesertaan dan memilih prinsip pengelolaan syariah, maka diharapkan akan meningkatkan nilai pembiayaan perumahan Tapera dengan prinsip syariah pada masa-masa mendatang,” ujar Gatut Subadio. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 6 Isu Strategis Bidang Perumahan

    Ini 6 Isu Strategis Bidang Perumahan

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menekankan ada enam isu strategis yang mempengaruhi pelaksanaan program perumahan di Indonesia. “Berdasarkan analisis yang kami lakukan terkait penyediaan perumahan. Setidaknya ada enam isu strategis yang sangat berpengaruh bagi pembangunan papan di Indonesia,” papar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam Gelar Wicara Hari Tata […]

  • Usung Konsep Alfresco Dining, Metland Puri Luncurkan Ruko Veranda

    Usung Konsep Alfresco Dining, Metland Puri Luncurkan Ruko Veranda

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bisnis food & beverage (F&B) menjadi salah satu sektor bisnis yang mampu bertahan di segala kondisi termasuk selama pandemi Covid-19. Selain karena masyarakat butuh makan dan minum, banyak orang juga menjadikan coffee shop, resto maupun kafe sebagai ruang untuk membangun konektivitas sosial. Melihat tren gaya hidup di masyarakat tersebut, PT Metropolitan Land Tbk […]

  • produk furnitur

    Hadapi Sejumlah Tantangan, Ekspor Furnitur Masih Tumbuh 33%

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Industri furnitur memiliki peranan penting terhadap peningkatan kinerja sektor manufaktur dan ekonomi nasional. Hal itu tercemin dari capaian nilai ekspor produk furnitur nasional yang menembus USD2,5 miliar pada tahun 2021 atau naik 33% dibanding tahun sebelumnya sebesar USD1,9 miliar. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Pembukaan Pameran Indonesia International Furniture […]

  • 2023, Indonesia Targetkan Kunjungan 255.300 Wisatawan Tiongkok

    2023, Indonesia Targetkan Kunjungan 255.300 Wisatawan Tiongkok

    • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyambut baik kunjungan kembali wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok pasca keputusan pemerintah negara itu yang mencabut pembatasan perjalanan ketat internasional pada 8 Januari 2023 lalu. Sebanyak 210 wisatawan Tiongkok mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam dari Bandara Internasional Bao’an Shenzhen, Guangdong, […]

  • Publik Nikmati Relaksasi Aturan Sektor Properti

    Publik Nikmati Relaksasi Aturan Sektor Properti

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Tak hanya pelaku usaha, masyarakat juga ikut menikmati beragam insentif atau kemudahan yang berlaku bagi sektor industri properti nasional. Relaksasi aturan ini diharapkan akan mempercepat upaya kebangkitan industri properti yang akhirnya dapat mengungkit pemulihan ekonomi nasional. “Begitu banyak perubahan untuk memudahkan investasi sekaligus juga memberikan kepastian hukum. Adanya kepastian investasi kepada kita semua termasuk […]

  • Arus Wisman Dipacu Tren Digitalisasi Pariwisata

    Arus Wisman Dipacu Tren Digitalisasi Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) seiring tren digitalisasi industri pariwisata berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 5,44 persen (year on year/yoy) pada kuartal kedua tahun 2022. Sepanjang tahun 2021 tercatat online travel di Indonesia sebesar USD 3,4 miliar dan akan tumbuh sebesar tiga kali lipat pada tahun 2025. “Integrasi sektor ekonomi digital dan sektor pariwisata […]

Translate »
expand_less