Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Skema RTO Pekerja Informal Tingkatkan Transaksi Rumah MBR

Skema RTO Pekerja Informal Tingkatkan Transaksi Rumah MBR

  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Skema Rent to Own (RTO) atau sewa beli dinilai mampu memacu penjualan rumah subsidi, utamanya yang menyasar segmen pekerja informal (non-fixed income). Pasalnya, pekerja sektor informal memiliki kemampuan membayar, namun tidak dapat membuktikan kemampuan tersebut dalam sistem pembiayaan konvensional yang saat ini berlangsung.

Sama halnya dengan konsep menabung, sewa sebelum KPR melalui skema RTO menjadi solusi tepat bagi pekerja informal. Dimana selama masa inkubasi sebelum KPR menjadi jembatan bagi konsumen untuk merapikan SLIK, dan membangun rekam jejak (histori) pembayaran. “Masa inkubasi selama enam bulan bisa digunakan untuk membangun repayment behavior dan credit profile hingga persiapan KPR. Selama proses RTO, pekerja informal juga dibantu menjadi mortgage-ready,” jelas pengamat properti Marine Novita, dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Kelompok pekerja informal tidak memiliki histori kredit yang baik. Pasalnya, kelompok ini belum pernah mengambil kredit produktif, tidak memiliki credit score atau pernah terjebak pinjaman konsumtif. Untuk itu, Marine menilai penerapan skema RTO membutuhkan pengawasan yang ketat dan regulasi yang jelas. Edukasi kepada masyarakat juga perlu terus ditingkatkan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sektor perumahan. Selain itu, dibutuhkan dukungan teknologi yang kuat dan pemanfaatan alternatif data sebagai perhitungan kelayakan kredit.

“AI dan machine learning dapat menilai kelayakan kredit lebih akurat. Jadi tidak harus tertera di rekening koran, tetapi data penghasilan calon konsumen, misalnya, bisa diperoleh dari Tokopedia dan Gojek. Berapa penghasilan mereka setiap bulannya, kan bisa dicek semua,” ungkap Marine.

Skema RTO telah banyak diterapkan di beberapa negara seperti Own Home di Australia, Divvy di AS, Landis di AS serta Homebase di Vietnam. Seluruhnya, kata Marine, bisa dijadikan benchmark bagi skema RTO di Indonesia, karena sama-sama menyasar pekerja informal.

Tenaga Ahli Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Harry Endang Kawidjaja mengungkapkan, pemerintah pada akhir 2025 sempat membahas intens skema RTO yang awalnya dimaksudkan untuk mencari solusi atas banyaknya masyarakat pekerja formal yang terganjal Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Namun, dalam perjalanannya skema RTO dengan konsep pembuktian terbalik (mampu membuktikan kelancaran cicilan) cocok juga diterapkan untuk pekerja informal tanpa slip gaji.

“Kami bicara dengan pihak kementerian dan BTN. Perbankan awalnya mengusulkan masa inkubasi selama 12 bulan, tetapi periode tersebut dinilai terlalu lama sehingga akhirnya disepakati masa inkubasi dipersingkat menjadi enam bulan dengan beban pembayaran lebih besar pada awal periode,” jelasnya.

Fasilitas untuk Pekerja Informal

Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Nelly Suryani yang akrab disapa Maria mengakui bahwa pembiayaan perumahan untuk pekerja informal memiliki tantangan dan peluang.

Salah satunya, dia menyoroti rencana penyesuaian jangka waktu (tenor) KPR hingga 40 tahun yang ditujukan untuk menurunkan cicilan bulanan KPR dan meningkatkan keterjangkauan kepemilikan rumah. Menurut Maria, dengan penerapan tenor KPR hingga 40 tahun akan memperbesar daya serap pasar bagi rumah subsidi . Terlebih, stok kuota FLPP saat ini cukup besar mencapai 350.000 unit.

pekerja informal

Pekerja informal sebagai salah satu segmen pasar rumah bersubsidi (Foto: Istimewa)

“Begitu tenor 40 tahun diberlakukan, kebijakan ini akan menjangkau pasar yang lebih luas termasuk segmen pekerja informal. Perpanjangan tenor ini adalah sebuah solusi, dan kita tunggu regulasinya. Kita patut memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo, karena langkah strategis ini positif memperluas pasar perumahan termasuk ke segmentasi pekerja informal,” jelasnya.

Selain itu, REI mendorong relaksasi ketentuan OJK dan perbankan terkait dengan penyaluran kredit perumahan. Khususnya pemberian fleksibilitas penilaian kredit bagi pekerja non fixed income dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko. Adanya syarat kehati-hatian tersebut dinilai membatasi gerak bank penyalur untuk berani memberikan KPR FLPP kepada pekerja informal.

“Kami mendorong adanya implementasi DP 0%. Penerapan skema uang muka nol persen akan mengurangi beban biaya awal dan memperluas akses pekerja informal terhadap pembiayaan perumahan,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTSL

    Kementerian ATR/BPN Dorong Percepatan Penyelesaian PTSL

    • calendar_month Minggu, 15 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tetap berupaya menjaga kualitas percepatan penyelesaian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kendati capaian PTSL terus meningkat, dalam pelaksanaannya masih ditemukan tantangan dan hambatan, seperti di Provinsi Jawa Barat. “Di sini komplet permasalahan dan tantangannya, dan hari inilah langkah lanjut dari Rakernas (Rapat Kerja Nasional, […]

  • Jokowi P2SK

    Jokowi Teken RUU P2SK Jadi UU, Ini Poin Pentingnya

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Rancangan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) telah disahkan oleh Presiden menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 (UU No.4/2023). Pengesahan (UU No.4/2023) tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menandatangani RUU P2SK pada Kamis malam (12/01),” tulis keterangan resmi Kementerian Keuangan pada Jumat, 13 Januari 2023. UU P2SK […]

  • niro granite

    Niro Granite Dukung Kreativitas Arsitek Muda Jawa Tengah

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Niro Granite, merek porcelain tile terkemuka di bawah naungan Niro Ceramic Group, hadir dalam Young Architects Exhibition (YAX) 2025 yang berlangsung di Lippo Plaza Jogja pada 18–24 Agustus 2025. Partisipasi ini menjadi dukungan nyata Niro Granite terhadap perkembangan dan kreativitas arsitek muda, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya. Di ajang ini, Niro Granite […]

  • Kota Sehat

    Pembangunan Kota Sehat, Wapres Tekankan Kerja Sama Multi Sektor

    • calendar_month Minggu, 3 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan kota sehat merupakan keharusan untuk mewujudkan kesejahteraan warga. Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin menekan bahwa pembangunan kota sehat tersebut memerlukan kerja sama multisektoral. “Visi besar pembangunan kabupaten/kota sehat juga memerlukan dukungan dari multisektor, yaitu kelompok dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan media, atau yang dikenal dengan kemitraan pentahelix, termasuk sinergi […]

  • Didukung BTN, Jakarta International Marathon 2024 Berlangsung Sukses

    Didukung BTN, Jakarta International Marathon 2024 Berlangsung Sukses

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sukses menggelar ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 yang berlangsung Minggu, 23 Juni 2024. Event internasional ini diikuti oleh setidaknya 15.000 pelari yang terbagi dalam tiga kategori, yakni1.000 orang untuk Marathon (42K), 4.000 orang untuk Half Marathon (21K), […]

  • KEK kawasan ekonomi khusus

    KEK Diharapkan Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Melalui fasilitas kemudahan yang telah diberikan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan dan menarik investasi baru. “Kita bersama seluruh jajaran Dewan Nasional KEK dan BUPP, serta para pelaku usaha di KEK di seluruh Indonesia, berkomitmen menjalankan apa yang menjadi nilai-nilai Pancasila di dalam kegiatan berusaha, sehingga seluruh KEK diharapkan […]

Translate »
expand_less