Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Kendala SLIK Selesai, REI Apresiasi OJK dan Kementerian PKP

Kendala SLIK Selesai, REI Apresiasi OJK dan Kementerian PKP

  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atau REI menegaskan program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai sangat mulia karena telah memberikan ruang yang besar bagi upaya percepatan penyediaan perumahan bagi rakyat Indonesia. Sektor perumahan bahkan dijadikan sebagai instrumen penting untuk mencapai kesejahteraan rakyat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto usai mengikuti rapat koordinasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera serta asosiasi pengembang di Jakarta, Senin (13/4).

Menurutnya, salah satu upaya percepatan yang dilakukan pemerintah adalah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang pada tahun lalu dan tahun ini kuotanya ditingkatkan dari 220 ribu unit rumah menjadi 350 ribu unit. Namun usaha untuk mencapai target kuota FLPP tersebut masih menghadapi kendala, salah satunya soal Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang selama ini menjadi pertimbangan perbankan dalam menyalurkan kredit.

“Hampir 80 persen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mengajukan KPR subsidi terhambat di SLIK, mayoritas menyangkut paylater atau pinjaman online,” ungkapnya.

Hambatan SLIK bagi MBR mengemuka dalam 1,5 tahun terakhir termasuk REI yang telah meneriakkan persoalan ini sejak tahun 2024 guna merespons laporan dari banyak anggota REI.

Upaya dilakukan untuk mencari solusi diantaranya beberapa kali pembahasan intens dengan dewan komisioner OJK periode sebelumnya, tetapi belum menghasilkan keputusan. Bahkan Joko Suranto mengenang dalam salah satu giat pembahasan tersebut dirinya sempat terjebak di dalam lift yang berhenti selama 15 menit, sebelum akhirnya berfungsi kembali.

Karena itu, CEO Buana Kassiti Group ini  mengaku gembira dan surprise sekali karena pada akhirnya di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi yang baru satu bulan menjabat bisa dicapai keputusan penting mengenai SLIK yang mekanisme teknisnya segera akan diterbitkan OJK.

“Tadi dipimpin Menteri PKP (Maruarar Sirait) bersama asosiasi-asosiasi pengembang lainnya kami mendengar langsung dari OJK bahwa ambang batas SLIK ditetapkan di atas Rp1 juta. Artinya, masalah SLIK akibat paylater dan pinjaman online di bawah Rp1 juta akan diakomodir untuk dapat mengakses kredit perumahan,” jelas Joko Suranto.

Kebijakan lainnya, OJK memutuskan percepatan pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Percepatan update status ini akan diberlakukan mulai akhir Juni 2026. OJK juga menegaskan kembali bahwa data SLIK tidak secara otomatis menentukan diterima atau ditolaknya pemberian kredit.

OJK juga akan memberikan akses kepada BP Tapera terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku.

Dukungan Penuh

REI menyampaikan dukungan penuh atas langkah strategis yang telah diambil OJK untuk mendorong percepatan pembangunan 3 juta rumah sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Asosiasi pengembang yang tertua dan terbesar di Tanah Air itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada OJK dan Kementerian PKP atas respons dan komitmen untuk menuntaskan hambatan SLIK ini.

Selain itu, ungkap Joko Suranto, REI terus mendukung tercapainya industri perbankan yang sehat, konsumen yang memiliki reputasi baik, serta developer profesional yang membangun rumah berkualitas dan layak huni.

“Kebijakan ini akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat yang selama ini terkendala SLIK untuk memiliki rumah subsidi melalui skema FLPP, sekaligus memberi harapan target kuota 350 ribu unit bisa tercapai. REI mengucapkan terimakasih atas keberpihakan pemerintah dalam penyelesaian SLIK, terutama energi besar dari Pak Ara (Menteri PKP),” ujar Joko Suranto.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam pertemuan tersebut menyampaikan dukungannya kepada program prioritas pembangunan 3 juta rumah.

“OJK bersama Kementerian PKP, BP Tapera, asosiasi pengembang dan pemangku kepentingan lain juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program 3 Juta Rumah,” ujar Friderica.

Satuan tugas ini untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian berbagai kendala program perumahan yang berkaitan dengan jasa keuangan.

“Satgas ini bagus sekali, karena bisa langsung berkoordinasi sehingga kendala yang ada tidak berlarut larut. Dengan begitu, kinerja industri keuangan dan industri properti bisa sama-sama tumbuh. Ini adalah sinergi yang baik, dan kita harus sama-sama jaga,” pungkas Joko Suranto. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah satu rumah di permukiman kumuh dan padat penduduk Jakarta (Foto: ADH)

    Dukung Menteri Bappenas, IAP DKI Jakarta Fokuskan Penyelesaian Kumuh

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, Rapat Multi Pihak Penataan Permukiman Kumuh Perkotaan pada hari Selasa (25/5), menyampaikan pentingnya pendekatan multidisplin dalam intervensi penyelesaian permukiman kumuh. “Jadi kita ingin sesuatu yang sifatnya mengefektifkan anggaran yang sudah ada tanpa harus kita cari – cari anggarannya, konsolidasikan prooramnya, carikan spasialnya. […]

  • Asyik, BRI Fasilitasi Bunga KPR 6,7% untuk Konsumen Hunian Ini

    Asyik, BRI Fasilitasi Bunga KPR 6,7% untuk Konsumen Hunian Ini

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Upaya pemerintah untuk mendorong minat masyarakat untuk membeli properti direspon PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan menyediakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) yang lebih terjangkau. Antara lain dengan memberikan fasilitas KPR dengan suku bunga mulai dari 6,7% fix 4 tahun dengan tenor maksimal 20 tahun. “Program ini berlaku untuk karyawan swasta, pegawai […]

  • PUPR Ajak Perum Perumnas Pacu Program Sejuta Rumah

    PUPR Ajak Perum Perumnas Pacu Program Sejuta Rumah

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak Perum Perumnas untuk memacu Program Sejuta Rumah. Dukungan dan kontribusi Perum Perumnas dalam pembangunan hunian layak penting untuk meningkatkan peluang masyarakat memiliki hunian layak dan terjangkau. “Kami siap berkomitmen bersama Perumnas untuk meningkatkan pembangunan rumah untuk masyarakat di seluruh Indonesia” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian […]

  • Pasca Lebaran Penjualan Properti Diprediksi Menguat

    Pasca Lebaran Penjualan Properti Diprediksi Menguat

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelaku industri properti optimistis bahwa Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah bakal membawa berkah. Penjualan properti pasca Lebaran tahun 2021 ini bakal melambung. “Biasanya setelah lebaran penjualan rumah menunjukkan tren kenaikan. Sejumlah faktor pendorong antara lain adanya pasangan yang baru menikah. Namun, yang lebih utamanya lagi adalah para pekerja mendapat bonus Tunjangan Hari […]

  • Gubernur Minta REI Sulteng Pasok Hunian Penyintas Bencana

    Gubernur Minta REI Sulteng Pasok Hunian Penyintas Bencana

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Tengah (Sulteng) diminta menyediakan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi 28 September 2018 silam. Pemerintah Provinsi Sulteng telah menyediakan anggaran senilai Rp 61 miliar guna pengalihan kepemilikan tanah. “Ada beberapa skema yang dapat dilakukan dalam penyelesaian masalah huntap bagi […]

  • Telkom Siap Hadirkan Infrastruktur Digital di IKN Nusantara

    Telkom Siap Hadirkan Infrastruktur Digital di IKN Nusantara

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom Group) menyatakan siap mendukung penyediaan infrastruktur dan layanan digital di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dengan fokus pada penyediaan konektivitas, platform hingga beragam ayanan digital, Telkom berkomitmen mendukung IKN Nusantara menjadi smart city yang modern. “Sejalan dengan penetapan konsep IKN Nusantara sebagai smart city, peran Telkom dalam menghadirkan […]

Translate »
expand_less