Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Menteri ATR/BPN: Konflik Agraria Tak Ada Lagi di 2029

Menteri ATR/BPN: Konflik Agraria Tak Ada Lagi di 2029

  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyatakan, tahun 2029 tidak ada lagi konflik agraria seiring dengan rampungnya peta tunggal melalui Integrated Land Administration Special Planning Project (ILASPP). Dirinya membuka peluang percepatan penyelesaian apabila pembiayaan dapat dialihkan ke fiskal nasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan catatan dukungan anggaran tersedia dan disepakati bersama.

“Kalau bisa sebelum tahun 2028, peta sudah jadi. Ada waktu 2 tahun, kita menyelesaikan masalahnya. Sehingga tahun 2029, sudah tidak ada lagi konflik agaria. Itu legacy kita,” tegas Menteri Nusron dalam Rapat Kerja bersama Panitia Khusus DPR RI untuk Penyelesaian Konflik Agraria yang digelar di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Selasa, 21 Januari 2026.

Kebijakan Satu Peta sejatinya telah dimulai sejak 2022 melalui pelaksanaan ILASPP yang didukung oleh Bank Dunia. Dengan dukungan pembiayaan pinjaman Bank Dunia sebesar Rp10,5 triliun, pelaksanaan ILASPP ditargetkan rampung pada 2029.

Percepatan Penyelesaian Kebijakan Satu Peta dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pendaftaran dan pemetaan tanah, sekaligus sebagai solusi atas berbagai persoalan agraria yang selama ini muncul akibat tumpang tindih data spasial.

“Kita sudah menginisiasi tentang peta tunggal melalui Integrated Land Administration Special Planning Project (ILASPP). Dengan adanya Pansus ini, kalau memang ini ingin dipercepat, tahun ini selesai, kami lebih senang. Tapi konsekuensinya adalah fiskal,” jelas Menteri Nusron.

Dukungan Pansus Penyelesaian Konflik Agraria 

Hingga saat ini, penyusunan peta tunggal telah sepenuhnya rampung di Pulau Sulawesi. Pada tahun 2025, BIG menargetkan penyelesaian pemetaan di Pulau Jawa serta sebagian wilayah Sumatera. Sementara pada tahun 2026, fokus diarahkan pada penyelesaian sisa wilayah Sumatera yang belum terpetakan serta Pulau Kalimantan.

Rapat Kerja bersama Panitia Khusus DPR RI untuk Penyelesaian Konflik Agraria

Rapat Kerja bersama Panitia Khusus DPR RI untuk Penyelesaian Konflik Agraria. (Foto: kementerian ATR/BPN)

Ketua Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyatakan dukungan terhadap percepatan penyelesaian Kebijakan Satu Peta, termasuk dari sisi penganggaran, selama peruntukannya jelas dan urgensinya dapat dipertanggungjawabkan. “Anggaran silakan diajukan. Kalau penggunaannya jelas dan kepentingannya mendesak, tentu akan kami setujui,” tegasnya.

Menurutnya, kepastian batas wilayah melalui peta tunggal akan memudahkan pemerintah dalam memetakan dan menyelesaikan berbagai persoalan agraria di lapangan, termasuk menentukan mana yang melanggar ketentuan dan mana yang perlu mendapatkan penanganan khusus. “Mudah-mudahan di periode ini Pansus bisa selesaikan secepat-cepatnya. Kalau bisa, dalam dua tahun ini sudah selesai,” pungkasnya. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Progresif, Pemkab Sumedang Gelar Pelatihan Pembuatan Peta Segala Bidang

    Progresif, Pemkab Sumedang Gelar Pelatihan Pembuatan Peta Segala Bidang

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • 0Komentar

    Sumedang – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumendang mengakui saat ini belum memiliki peta Sumedang dan belum terintegrasi data spasialnya. Demikian disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam Pelatihan Pembuatan Peta Segala Bidang (berbasis GIS) Geographic Information System di Sumedang, Jawa Barat, Senin, 27 September 2021. “Kondisi Sumedang saat ini belum mempunyai peta Sumedang dan belum terintegrasi […]

  • BTN “Ramadhan Berfaedah” Tawarkan Uang Muka 0% dan Angsuran Berjenjang

    BTN “Ramadhan Berfaedah” Tawarkan Uang Muka 0% dan Angsuran Berjenjang

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggelar program “Ramadhan Berfaedah” untuk produk kredit pemilikan rumah (KPR) non-subsidi yang dikenal dengan KPR Platinum. Program Ramadhan Berfaedah berlangsung sejak 23 Maret dan berakhir pada 30 April mendatang atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division PT Bank […]

  • huntap

    PUPR Rampungkan 200 Huntap untuk Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur

    • calendar_month Sabtu, 11 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Tahap I Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi di Cianjur, Jawa Barat yang terjadi pada akhir 2022 lalu telah selesai di bangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan. “Sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cianjur, lokasinya di Cilaku sekitar 2,5 Ha dan Mande sekitar […]

  • Pandemi Reda, 60 Pengembang REI Bali Ikuti Pelatihan

    Pandemi Reda, 60 Pengembang REI Bali Ikuti Pelatihan

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • 0Komentar

    Denpasar – Seiring mulai pulihnya industri pariwisata Pulau Dewata pasca pandemi Covid-19, sektor properti dan realestat di daerah ini kembali menggeliat. Badan Pendidikan dan Pelatihan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Bali menggagas pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan performa pengembang di daerah. Pelatihan yang diikuti 60 pengembang REI Bali diharapkan juga dapat mengantisipasi […]

  • Ilustrasi Rumah Berbasis Komunitas

    REI Ungkap Kendala Pembangunan Rumah Berbasis Komunitas

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah diharapkan lebih berperan aktif dalam penyediaan perumahan berbasis komunitas dalam mendukung penyediaan perumahan di Indonesia. Selain itu, berbagai kendala penyediaan perumahan harus segera diselesaikan. “Program seperti ini harusnya berawal dari Pemerintah Pusat atau Daerah, untuk menyelesaikan bottlenecking penyediaan rumah. Bottlenecking penyediaan rumah ada di Pemda. Jadi Pemda banyak disinggung dalam forum untuk […]

  • Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi (Foto: Istimewa)

    Bermasalah Selama 22 Tahun Jadi Ibu Kota Baru, Persoalan di Sofifi Mau Diselesaikan!

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah tengah berupaya mengurai persoalan Ibu Kota Maluku Utara yang telah tertunda selama 22 tahun. Beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil; Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengadakan rakor dan dilanjutkan dengan kunjungan […]

Translate »
expand_less