Konsep TOD Sekitaran MRT Buka Peluang Investasi
- account_circle Sandiyu nuryono
- calendar_month Kam, 18 Des 2025

Ilustrasi TOD. (Foto: Freepik/evening_tao)
Jakarta – Lembaga Konsultan Properti Cushman & Wakefield Indonesia menilai pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) di sepanjang jalur MRT mampu meningkatkan konektivitas, kualitas hidup, sekaligus membuka peluang investasi baru di kawasan perkotaan.
“Dengan sinergi antara pembangunan transportasi massal dan tata ruang kota, Cushman & Wakefield percaya bahwa koridor MRT akan menjadi katalis utama dalam membentuk kota Jakarta yang lebih livable, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” jelas Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam press conference, “Property Outlook & Prospects in Jakarta MRT Corridor” secara daring, Rabu, 17 Desember 2025.
Pada sektor perkantoran, TOD sepanjang jalur MRT magnet permintaan. Pasar perkantoran CBD Jakarta mencatat penyerapan bersih 105.000 m² sepanjang 2025, didominasi gedung Grade A. Tingkat hunian meningkat menjadi 76,7% dan diperkirakan naik ke 78,8% pada 2026 karena tidak ada pasokan baru hingga 2027. Harga sewa dasar rata-rata mencapai Rp173.900/m²/bulan, naik 3% YoY, dan diproyeksikan tumbuh 4% pada 2026. Gedung di sepanjang jalur MRT menunjukkan tingkat hunian lebih tinggi dibandingkan lokasi non-MRT, menjadikan koridor Thamrin–Kota Tua sebagai hotspot pengembangan berikutnya.
Sementara untuk pasar ritel Jakarta tetap resilien dengan okupansi 77,2% meski ada tambahan pasokan. Tahun 2026 diperkirakan hadir 61.000 m² ruang ritel baru, terutama di luar CBD. Permintaan didorong oleh ekspansi merek internasional dan F&B seperti 88SEOUL, Beauty in the Pot, serta brand mewah Hermès, Loewe, Jimmy Choo. Kawasan ritel di sepanjang jalur MRT Fase 1 dan 2 menjadi pusat pertumbuhan, dengan harga sewa dasar stabil di Rp834.900/m²/bulan.
Dekat MRT Penjualan Lebih Baik
Untuk segmen kondominium diproyeksikan menambah 11.300 unit pada 2026, mayoritas di Tangerang dan Bekasi. Insentif PPN DTP yang diperpanjang hingga 2027 menjaga keterjangkauan dan mendorong penjualan, dengan tingkat serapan diperkirakan tetap kuat di 94%. Hunian tapak juga menunjukkan ketahanan, didukung pengembangan township dan akses tol, dengan harga lahan naik 3% ke Rp13,2 juta/m². Proyek dekat MRT, LRT, dan KRL mencatat kinerja penjualan lebih baik.
Adapun pasar apartemen sewa dan serviced apartment terus pulih, dengan okupansi meningkat pascapandemi. Penyesuaian harga sewa diperkirakan minimal, mengikuti inflasi. Di sektor hotel, tingkat hunian rata-rata 65% pada akhir 2025, dengan tarif kamar (ADR) tumbuh 2–3%. Operator hotel kini fokus pada diversifikasi pasar dan inovasi layanan untuk menarik tamu leisure dan korporasi.
Kemudian, permintaan lahan industri diperkirakan mencapai 250 hektare pada 2025 dan terus meningkat di 2026, didorong oleh investor asing, khususnya sektor EV, manufaktur, dan data center. Harga lahan diproyeksikan naik ke Rp2,98 juta/m², sementara tarif sewa gudang mencapai Rp84.073/m²/bulan. Ekspansi kawasan industri akan meluas ke Purwakarta dan Subang. (SAN)
Penulis Sandiyu nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz



