Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Transformasi BPD, Jadi Orkestrator Perekonomian Daerah

Transformasi BPD, Jadi Orkestrator Perekonomian Daerah

  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Solo – Peranan fundamental dari transformasi BPD (Bank Pembangunan Daerah) yakni selaku pengelola dana pemerintah daerah. Selain itu, BPD harus berperan sebagai orkestrator aliran dana daerah dan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional melalui inovasi pembiayaan yang produktif dan terukur. Demikian benang merah Seminar Nasional BPD se-Indonesia yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 17 April 2026.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo menjelaskan bahwa perubahan landscape ekonomi serta keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah menuntut BPD berperan lebih strategis dan proaktif.

“Ke depan, BPD tidak cukup hanya berperan sebagai pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan,” ujar Agus, dalam keterangan persnya yang dikutip Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa BPD memiliki keunggulan struktural yang tidak dimiliki bank lain, mulai dari kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal, hingga jaringan yang menjangkau hingga ke tingkat daerah. Dengan keunggulan tersebut, BPD memiliki posisi unik untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah secara langsung.

“BPD harus mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang berputar di daerah dapat memberikan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, dan memperkuat sektor riil,” tegasnya.

Agus menekankan keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Dalam kondisi tersebut, inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan government spending dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu instrumen strategis yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah yang tidak hanya difokuskan pada pembiayaan infrastruktur, tetapi juga untuk penguatan layanan public, peningkatan kualitas sektor kesehatan dan Pendidikan, serta pengembangan UMKM dan ekonomi local.

“Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek,” jelas Agus.

Dalam konteks tersebut, Asbanda telah mengusulkan kepada regulator untuk menghadirkan pendekatan kebijakan yang lebih presisi terhadap pembiayaan sektor publik daerah. “Ini bukan permintaan pelonggaran, melainkan upaya menghadirkan kerangka yang lebih tepat agar pembiayaan sektor publik dapat dilakukan secara optimal, namun tetap prudent,” tegasnya.

Pilar Utama Transformasi BPD

Untuk mendorong transformasi BPD agar naik kelas, Agus menyampaikan bahwa aktivitas tersebut akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan inovasi pembiayaan yang produktif dan berdampak, serta pendalaman peran dalam ekosistem ekonomi daerah.

Menurutnya, keberhasilan BPD ke depan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi dari kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata. “Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD, tetapi oleh kemampuan kita dalam mengelola dan mengarahkan aliran dana untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tukasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Membangun daerah tidak bisa sendiri. Kita bukan superman, tapi super tim. Semua harus berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran BPD dalam mendukung investasi daerah, menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat sektor riil, khususnya UMKM. BPD harus mampu hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan ekonomi daerah, mulai dari keterbatasan fiskal hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi BPD menjadi institusi keuangan daerah yang lebih modern, adaptif, dan berdampak nyata. Ke depan, BPD diharapkan tidak hanya menjadi lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Jakarta hadir di Jakarta Fair 2026

    Gandeng Blibli, Bank Jakarta Hadir di Jakarta Fair 2026

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Jakarta kembali hadir di Hall C1 Anjungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada gelaran Jakarta Fair 2026 yang digelar 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JI Expo Kemayoran. Kehadiran Bank Jakarta dalam perhelatan ini sebagai upaya mendukung layanan perbankan digital. “Kehadiran Bank Jakarta di Jakarta Fair merupakan wujud dukungan ditengah masyarakat. Melalui […]

  • Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Catatkan Realisasi Investasi Rp14 triliun

    Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Catatkan Realisasi Investasi Rp14 triliun

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi investasi sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran di Jakarta menembus angka Rp14 triliun pada Semester I tahun 2026. Nilai itu menyumbang 8% dari total realisasi investasi Jakarta yang sebesar Rp173,6 triliun, disusul sektor Konstruksi sebesar Rp12,9 triliun. Realisasi investasi Jakarta kembali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia dengan […]

  • BSD City

    Kebutuhan Ruang Komersial di BSD City Terus Meningkat

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    BSD CITY – Kawasan BSD City terus berkembang sebagai mega township dan menjadi salah satu kawasan hunian serta bisnis terintegrasi terbesar di Indonesia dengan total populasi mencapai hingga 500.000 jiwa. Pertumbuhan kawasan ini mendorong kebutuhan akan ruang-ruang komersial yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras gaya hidup masyarakat urban. Melihat peluang tersebut, Sinar Mas Land kembali berinovasi […]

  • Pulau Maitara

    Terpetakan Lengkap, Pulau Maitara Sisakan Persoalan Tanah

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pulau Maitara, Maluku, secara administrasi termasuk pulau yang sudah lengkap terpetakan, baik kawasan hutan maupun areal penggunaan lain (APL). Meskipun begitu, beberapa masyarakat masih memiliki persoalan tanah yang masuk ke dalam kawasan hutan. Alhasil, masyarakat tidak bisa memanfaatkan tanahnya secara optimal. “Sekarang ini yang jelas kalau memang sudah ada pemanfaatan, manfaatkan dan jaga […]

  • Pacu Kompetensi Pengembang, REI Gelar Diklat di Banten

    Pacu Kompetensi Pengembang, REI Gelar Diklat di Banten

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • 0Komentar

    Serpong – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menggelar pelatihan bagi pengembang REI Banten. Program pelatihan yang diikuti 65 peserta bertujuan mendongkrak kompetensi pengembang anggota REI Banten. “Kami berharap setelah mengikuti program pelatihan ini standar kompetensi pelaku usaha properti di Banten bisa naik kelas,” tutur Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan […]

  • Ini Status Terkini PMK Soal Kenaikan Harga Rumah Subsidi

    Ini Status Terkini PMK Soal Kenaikan Harga Rumah Subsidi

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang rencana kenaikan harga jual rumah subsidi khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih dalam tahap harmonisasi. Revisi aturan tersebut seiring telah terbitnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan aturan turunannya. “Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan mengenai kenaikan jual rumah khusus MBR. Saat […]

Translate »
expand_less