Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Urban Dialogue IAP Jakarta Hadirkan Ridwan Kamil dan Emil Dardak

Urban Dialogue IAP Jakarta Hadirkan Ridwan Kamil dan Emil Dardak

  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kota Jakarta diprediksi akan mengalami proses kemunduran kota (inner city decline) pasca tidak lagi menyandang status sebagai ibu kota negara. Di sisi lain, fenomena kemunduran aktivitas di pusat kota tersebut akan diikuti dengan pesatnya perkembangan daerah-daerah peyangganya.

“Meski berkembangnya daerah peyangga itu baik, tetapi perkembangan kota-kota pinggiran Jakarta juga membawa konsekuensi lain karena Jakarta masih harus membiayai penangganan banjir dan melakukan ekspansi fasilitas transportasi publik. Karena itu, Jakarta harus tetap dijaga agar tetap relevan meski tidak lagi menyandang status sebagai ibu kota negara,” kata Presiden Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH) International, Emil E. Dardak pada acara Urban Dialogue bertema “Jakarta Menuju Kota Global: Tantangan dan Solusi” yang diadakan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Jakarta, Senin (3/6).

Ditambahkan, meski jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur tidak sampai 100.000 orang, namun dipastikan business process-nya akan membawa dampak baik signifikan maupun tidak. Salah satu efek nyata penurunan aktivitas di Jakarta nantinya adalah sekolah-sekolah semakin sulit untuk mencari siswa karena sebagian besar masyarakat termasuk pasangan usia muda lebih memilih tinggal di daerah penyangga kota karena harga rumahnya masih terjangkau.

Tren beralihnya minat masyarakat yang dahulu ke Jakarta untuk berbelanja di mall, tetapi sekarang lebih memilih nge-mall di kawasan pinggiran kota juga menjadi dampak dari fenomena kemunduran pusat kota. Padahal daya tarik Jakarta selama ini adalah banyaknya pusat perbelanjaan yang mentereng. Situasi serupa, ungkap Emil, juga terjadi di hampir semua kota besar di dunia. Bahkan di Amerika Serikat (AS), banyak mall-mall kini sepi dan sebagian sudah dikonversi menjadi gudang logistik.

“Fenomena lain, permintaan ruang kantor di Jakarta dikabarkan sedang lesu. Bahkan kita lihat sekarang para start-up (perusahaan rintisan) dan perusahaan multinasional memilih pindah kantor di sekitar Jakarta seperti BSD City,” sebutnya.

Emil menjelaskan, selain perpindahan ibu kota negara, penyebab lain terjadinya inner city decline adalah adanya sub-urbanisasi dan terjadinya perubahan pola mobilitas masyarakat karena semakin banyak pekerja menerapkan remote work. Hal lain yang memengaruhi yakni pesatnya pembangunan infrastruktur terutama jalan tol di Jabodetabek yang membuat jarak antar wilayah menjadi semakin dekat. “Ini realita dan fakta yang sedang dihadapi Jakarta” ujarnya

Ke depan sebagai megapolitan polycentric, kata Emil, Jakarta harus mempertimbangkan empat hal penting ini. Pertama, perlunya dilakukan revitalisasi kawasan pusat Kota Jakarta seperti di kawasan sekitar Monas dan GBK. Hal ini agar Jakarta tetap memiliki daya tarik bagi masyarakat beraktivitas selain berkantor atau berbelanja.

Kedua, aksesibilitas dari pusat kota ke kawasan luar kota harus terus ditingkatkan untuk memudahkan mobilitas warga. Ketiga, sebagai megapolitan polycentric Jakarta tetap perlu menjaga interaksi kawasan pusat kota dengan interaksi lintas sub-urban termasuk eksistensi fungsi ekonomi dan permukiman. Keempat, Jakarta harus terus menjaga keberlanjutan fungsi jasa perdagangan dan hunian.

Konsep megapolitan polycentric memungkinkan warga yang tinggal di kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) dapat beraktivitas di tempatnya masing-masing. Hal itu karena pusat bisnis dan ekonomi telah berkembang pesat di daerah-daerah sekitar Jakarta, serta sudah terkoneksi dengan jaringan infrastruktur.

Sementara Kurator IKN Nusantara, Ridwan Kamil mengatakan peralihan status Jakarta dari ibu kota negara menjadi daerah khusus tidak serta merta langsung mengubah Jakarta. Menurutnya, pengalaman negara-negara lain yang telah memindahkan ibu kota negara dibutuhkan waktu puluhan tahun, bahkan ada yang mencapai 100 tahun seperti Washington DC di Amerika Serikat.

“Tiba-tiba dalam waktu hanya 5-10 tahun langsung terjadi perubahan, tentu tidak sesederhana itu,” ungkapnya di diskusi yang sama.

Ridwan Kamil menilai tantangan Jakarta dalam 5-10 tahun mendatang adalah tetap memerhatikan krisis iklim dan kualitas kehidupan masyarakatnya. Selain itu, saat ini jarak tidak lagi ditentukan oleh kilometer, tetapi sudah ditentukan waktu. Dia memberi contoh dari Jakarta-Bandung dengan kereta cepat hanya butuh waktu tempuh 30 menit.

“Artinya nanti jarak menjadi tidak relevan jika public transportation menjadi gaya hidup. Poinnya, hidup itu harus cepat move on dan beradaptasi. Jadi, tidak bisa lagi kita mengelola dan mengurusi Jakarta dengan logika lama,” tegas Ridwan Kamil.

Tingkatkan Daya Saing

Ketua Badan Kejuruan Teknik Kewilayahan dan Perkotaan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Soelaeman Soemawinata yang menjadi penanggap pada acara tersebut mengungkapkan untuk menjadi kota global, maka Jakarta harus mampu meningkatkan daya saingnya sebagai pusat finansial dan investasi dunia.

Menurutnya, untuk menuju kota global Jakarta sudah memenuhi 3 syarat yaitu populasi yang besar, adanya perusahaan multinasional dan dominasi ekonomi nasional.

“Karena Indonesia hanya memindahkan pusat pemerintahan saja ke Kalimantan Timur, maka posisi Jakarta akan tetap strategis sebagai kota global. Jakarta tidak akan lumpuh kecuali semua fungsinya dipindahkan,” tegas Eman, demikian dia akrab disapa.

Board of Directors Member FIABCI Dunia itu menyebutkan perpindahan sebagian aktivitas manusia tersebut justru membawa dampak positif karena Jakarta untuk sementara waktu dapat melakukan proses “penyembuhan” atau healing agar menjadi normal kembali. Antara lain perpindahan pusat pemerintahan akan membuat jumlah penduduk yang beraktivitas di Jakarta menurun yang diikuti berkurangnya penggunaan kendaraan bermotor.

Sementara itu, Ketua IAP Jakarta Adhamaski Pangeran mengatakan terbitnya Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ) terjadi di saat daya saing Jakarta terus mengalami penurunan.

Merujuk Global Financial Centres Index, rangking Jakarta turun dari 69 di tahun 2019 menjadi 102 di tahun 2023. Sementara Kearney Global City Index menyebutkan peringkat Jakarta anjlok dari 59 di tahun 2019 menjadi peringkat 74 di tahun 2023. Sedangkan MORI Global Power City Index 2023 menempatkan posisi daya saing Jakarta berada di bawah Kuala Lumpur, Bangkok dan Singapura.

Untuk itu, peningkatan daya saing Jakarta menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, IAP Jakarta melihat persaingan ketat Jakarta saat ini bukan hanya dengan kota-kota besar di dunia terutama di regional ASEAN, tetapi juga bersaing dengan daerah-daerah di dalam kawasan aglomerasi Jabodetabekpunjur.

“Apalagi hari ini ada fenomena post-suburbanisasi, dimana orang tidak terbaca lagi pergerakannya. Kalau urbanisasi itu pergerakan manusia dari desa ke kota, lalu suburbanisasi pergerakan manusia dari kota ke luar kota, maka post-suburbanisasi ini pergerakannya tidak bisa diduga. Ini tantangan besar bagi Jakarta agar mampu bersaing dengan kota dunia dan kota-kota lain di sekitarnya” jelas Adhamaski. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Berkinerja Terbaik Terima Insentif

    Pemda Berkinerja Terbaik Terima Insentif

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Keuangan kembali menyalurkan Dana Insentif Daerah (DID) untuk 125 daerah yang terdiri dari provinsi, kabupaten dan kota berkinerja terbaik. Hal itu demi memacu motivasi pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan kinerja daerah dalam mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional. “Penggunaanya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi di daerah. Antara lain perlindungan sosial seperti […]

  • Soultan Island, klaster super mewah di Summarecon Bekasi

    Summarecon Luncurkan Soultan Island, 2 Jam Cetak Penjualan Rp150 M

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Summarecon Bekasi meluncurkan klaster super mewah Soultan Island yang dirancang khusus memenuhi permintaan rumah besar berkualitas tertinggi di kota terpadu ke-3 yang dikembangkan PT Summarecon Agung Tbk. Hanya dalam tempo 2 jam, unit rumah termahal senilai Rp 29,5 miliar di klaster super mewah tersebut berhasil meraup penjualan sebesar Rp 150 miliar.   “Antusiasme calon konsumen […]

  • Ilustrasi Infrastruktur

    Proyek Infrastruktur Ini Dibiayai Sukuk Ritel

    • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk ritel sebagai salah satu  inovasi dalam pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur. “SBSN ini memiliki berbagai instrumen, salah satunya yaitu sukuk ritel. Hasil investasi sukuk ritel negara ini antara lain terfokus pada pembangunan proyek infrastruktur dan sarana pendidikan di seluruh Indonesia,” ucap Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan […]

  • PPDPP Siap Uji Coba SiPetruk Oktober Mendatang

    PPDPP Siap Uji Coba SiPetruk Oktober Mendatang

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) akan melaksanakan tahap uji coba penerapan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) pada Oktober 2021. Rencananya, aplikasi berbasis android yang disematkan dalam ponsel pintar ini akan mulai diterapkan sepenuhnya awal tahun 2022 mendatang. ”Kami segera menentukan lokasi perumahan yang akan menjadi proyek percontohan dari usulan yang disampaikan oleh asosiasi […]

  • Perkuat Lini Usaha, Intiland Kembangkan Batang Industrial Park

    Perkuat Lini Usaha, Intiland Kembangkan Batang Industrial Park

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Intiland Development Tbk atau Intiland terus memperkuat lini usaha kawasan industri dengan melakukan ekspansi pengembangan kawasan industri baru. Perseroan memulai pengembangan Batang Industrial Park (BIP), sebuah pengembangan baru kawasan industri terpadu yang lokasinya berada di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Permadi Indra Yoga, Direktur Pengembangan Bisnis Intiland menjelaskan pengembangan BIP menjadi salah […]

  • kawasan nol kumuh

    Kolaborasi Pentahelix Dipercaya Ciptakan Kawasan Nol Kumuh

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, semangat Hari Habitat (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) dengan membangun dan mengembangkan kawasan nol kumuh melalui kolaborasi pentahelix. “Semangat hari habibat dunia dan hari kota dunia yaitu dengan membangun dan mengembangkan kawasan nol kumuh melalui kolaborasi pentahelix antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, […]

Translate »
expand_less