Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Wah, PUPR Mau Koreksi Program Utang Bank Dunia

Wah, PUPR Mau Koreksi Program Utang Bank Dunia

  • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya memperbaiki program penyediaan fasilitas papan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang diongkosi oleh Bank Dunia. Hal ini menyusul rendahnya angka serapan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) setelah dua tahun bergulir yakni hanya 8,8 persen.

“Ini adalah tahun terakhir karena penyelenggaraan program ini akan berakhir Februari 2022. Selama dua tahun berjalan, program ini tidak terserap optimal. Kami berharap dengan adanya forum evaluasi dan perbaikan, maka BP2BT tahun 2021 bisa berjalan lebih baik,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR yang juga Kepala Project Management Committee National Affordable Housing Program (PMC NAFHP), Khalawi Abdul Hamid, saat Kick Off Meeting Pelaksanaan BP2BT Tahun 2021, di Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021.

Agenda ini bertujuan untuk percepatan pelaksanaan program BP2BT tahun anggaran 2021. Hasil yang diharapkan, meliputi pemetaan sebaran target rumah BP2BT berdasarkan provinsi, kota/kabupaten yang dibangun oleh pengembang, juga komitmen bank dalam program BP2BT serta prognosis penyaluran BP2BT dalam satu tahun.

Sebelumnya diberitakan, setelah dua tahun berjalan, program bantuan uang muka pembelian rumah bagi MBR ini ternyata tidak berjalan optimal. Betapa tidak, dari total anggaran sebesar USD 205 juta yang dikucurkan Bank Dunia, dalam dua tahun terakhir hanya terserap USD 18,1 juta. Secara unit, piutang Bank Dunia itu hanya dapat mendanai 6.534 unit rumah dari total yang direncanakan sebanyak 102.500 unit rumah.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Khusus Batam, Achyar Arfan menyayangkan bahwa pinjaman tersebut tidak dapat terserap optimal. “Kalau saja dulu mereka mau mendengar pendapat para pelaku dan calon konsumen pasti bisa lahir the winning formula,” tukas Achyar.

Menurut Achyar, minimnya minat MBR memanfaatkan program bantuan Bank Dunia itu akibat persyaratan yang terlalu ribet. “Tujuan program ini sebenarnya sangat baik. Hanya saja, program yang bagus ini sebaiknya tidak dikemas dengan berbagai persyaratan yang justru malah mempersulit masyarakat untuk mengaksesnya,” tegasnya.

Ubah Strategi

Diwawancarai terpisah, Ketua DPD REI Kepulauan Riau, Toni menyatakan, program tersebut sebenarnya sudah cukup bagus. Hanya saja ada sejumlah catatan penting yang perlu dikoreksi.

“Suku bunga program ini masih tinggi karena diatas dua digit. Itupun hanya untuk tempo 1-3 tahun pertama, dan selanjutnya mengikuti bunga pasar. Selanjutnya, batasan penghasilan yang hanya Rp 6 juta per bulan tidak sesuai untuk pasangan calon konsumen yang keduanya bekerja,” tutur Toni.

Toni berharap, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) BP2BT ini bisa dipatok hanya 2-3 persen di atas bunga KPR Bersubsidi. “Selain itu, besaran penghasilan agar dapat dinaikkan, misalnya, Rp 10 juta per bulan. Bank penyalur KPR BP2BT agar difokuskan saja kepada perbankan syariah agar angsurannya tetap hingga akhir tenor KPR-nya,” ujar dia.

Terkait perubahan pola strategi BP2BT, Wakil Kepala PMC NAHP, Eko Djoeli Heripoerwanto menegaskan, pentingnya mengubah pola strategi untuk percepatan pelaksanaan Program BP2BT. Salah satunya adalah memperbanyak kerjasama dengan bank pelaksana penyaluran BP2BT.

“Kami berharap mitra perbankan serta bank pelaksana dapat menggali lebih mendalam keistimewaan program ini. Makin cepat mitra mengambil keputusan untuk berpartisipasi dalam program ini, maka akan semakin bagus,” ujar Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Percepatan Pembangunan Perumahan Bersubsidi, Ahsanul Haq mengapresiasi upaya perbaikan yang dilakukan jajaran tim pelaksana program tersebut. “Sambutan positif atas antusiasme tim pelaksana NAHP yang baru ditunjuk. Kita juga patut mengapresiasi keinginan mereka untuk terus mengevaluasi serta membuka komunikasi secara transparan guna memperoleh masukan dari para pelaku usaha pembangunan perumahan bersubsidi,” kata Ahsanul. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi saat Meninjau Integrated Digital Work di Bappenas 16 Januari 2020 (Foto: Muchlis JR)

    Soal Pembiayaan IKN, Ini Saran Pakar

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah dipastikan akan terus melanjutkan rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di provinsi Kalimantan Timur. Bappenas memperikirakan dari total pembiayaan proyek IKN sebesar Rp 466 triliun, pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) akan mencapai 54,6% atau Rp 254 triliun. Adapun pembiayaan IKN melalui APBN porsinya hanya 19,2% atau Rp 89,472 triliun […]

  • Menteri ATR/Kepala BPN Ungkap Kendala Pelaksanaan Reforma Agraria

    Menteri ATR/Kepala BPN Ungkap Kendala Pelaksanaan Reforma Agraria

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengungkapkan salah satu kendala pelaksanaan Reforma Agraria karena pemilik tanah tidak mendapat akses ke permodalan. “Intinya, masyarakat tidak memiliki kapasitas untuk memanfaatkan tanahnya,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, saat berbicara di Konferensi Nasional Reforma Agraria (KNRA) Tahun 2021 yang […]

  • Ilustrasi Rumah MBR

    Kementerian LHK Wacanakan Pemisahan KBLI Rumah MBR

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mewacanakan pemisahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) bagi rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini karena belum tersedianya KBLI di sektor perumahan khususnya bagi segmen MBR. “Idealnya, pengembangan perumahan MBR memiliki KBLI tersendiri yang berbeda perlakuannya daripada KBLI pembangunan hunian lainnya. Saat ini yang paling mendekati […]

  • Pemerintah Waspadai Risiko Keuangan Global

    Pemerintah Waspadai Risiko Keuangan Global

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kendati kondisi pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut, Pemerintah harus mewaspadai eskalasi risiko global yang memicu tekanan pasar keuangan global. Upaya normalisasi perekonomian di Negeri Paman Sam serta memanasnya tensi Rusia versus Ukraina menjadi isu global yang patut diwaspadai. “Beberapa waktu lalu kita dengar adanya kemungkinan percepatan normalisasi moneter di Amerika Serikat. Kemudian, meningkatnya tensi […]

  • krisis real estat tiongkok

    Selamatkan Krisis, Tiongkok Siapkan Dana Real Estat USD44 M

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Negeri Tirai Bambu tengah menyiapkan dana real estat sebesar USD44 miliar (Rp 658,7 triliun, mengacu kurs Rp14.971 per USD). Rencananya dana tersebut untuk membantu developer menyelesaikan krisis utang. “Saya percaya dana itu akan menjadi bagian dari paket yang lebih besar untuk menyelesaikan krisis utang dan hipotek saat ini. Karena itu saja tidak akan […]

  • Menteri PUPR Dukung Hunian Berbasis TOD

    Menteri PUPR Dukung Hunian Berbasis TOD

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembeli hunian vertikal berbasis transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) dapat menikmati kemudahan dalam mobilisasi dengan sarana transportasi kereta api komuter. “Saya selalu promosikan ke teman- teman bahwa jika anda membeli TOD, selain membeli rumah juga dapat kereta api,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, saat memberikan sambutan pada […]

Translate »
expand_less