Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Wamen ATR/BPN: Jawa Mengkota Sebuah Keniscayaan

Wamen ATR/BPN: Jawa Mengkota Sebuah Keniscayaan

  • account_circle Sandiyu nuryono
  • calendar_month Kam, 11 Nov 2021

Jakarta – Pulau Jawa mengkota merupakan sebuah keniscayaan. Untuk itu, diperlukan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pulau Jawa dengan skala 1 : 5.000 dengan memperhatikan prinsip 3D, yaitu density, distance dan division.

“Kalau betul analisa Jawa mengkota, ini adalah sebuah keniscayaan. Kita butuh RDTR Pulau Jawa dengan skala 1 : 5.000 dengan secara langsung memperhatikan prinsip 3D, yaitu density, distance dan division,” kata Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Surya Tjandra dalam Webinar menyambut World Town Planning Days 2021 dengan tema “Pulau Jawa Mengkota: Tantangan dan Solusi Perencanaaan”, Rabu, 10 November 2021.

Lebih jauh Surya mengatakan, prinsip density mengarah ke “compact city” untuk menghemat lahan dan menjamin ruang terbuka hijau (RTH). Sementara distance, mengatur pergerakan yang efisien antarpusat kota dan di dalam kota. Kemudian, division menghindari “urban division”, terjadi ketimpangan pendapatan mencolok.

“Ke depan, kita perlu dorong Kabupaten/Kota menyusun RDTR dengan anggaran sendiri. Kita perlu memberikan bantuan teknis kepada mereka yang mempertimbangkan keseluruhan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan,” terang Surya.

Asosiasi profesi, imbuh Surya, perlu berkolaborasi sinergis satu sama lain baik bersama pemerintah pusat maupun daerah. Asosiasi profesi tersebut, antara lain asosiasi perencanaan, asosiasi arsitek dan planologi saling bantu menata dan membangun kawasan.

“Dan akhirnya perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian tata ruang sebagai kesatuan, bukan silo-silo demi masa depan Jawa dan kita semua,” jelas Surya.

Wamen ATR-BPN

Wamen ATR/BPN Surya Tjandra (Foto: Istimewa)

Keseimbangan RTRW

Ketua I Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jawa Timur, Firman Afrianto menambahkan, perlu ada keseimbangan dalam penyusunan RTRW di Pulau Jawa Bali. Pasalnya, aspek lingkungan tertekan oleh kepentingan dari aspek ekonomi mainstream dalam penyusunan RTRW.

“Dari rencana tata ruang Pulau Jawa – Bali berdasarkan tema ini sudah kita coba text minning, ternyata memang aspek lingkungan ada di dua titik dan terkepung oleh beberapa titik ekonomi mainstream. Sehingga nanti perlu untuk memberikan keseimbangan di dalam rencana tata ruang yang sebagian besar di Pulau Jawa sedang melakukan revisi,” tutur Firman.

Sementara dari IAP Daerah Istimewa Yogyakarta, Bambang Hari Wibisono menjelaskan, perencanaan ke depan ada beberapa hal penting yang harus mendapat perhatian. Salah satunya adalah dengan peningkatan produktivitas di bidang ekonomi regional.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung dan regulasi alih fungsi lahan harus benar-benar memperhatikan perkembangan dalam jangka panjang. Tata ruang wilayah Pulau Jawa dengan struktur pola ruang yang jelas juga sangat diperlukan.

“Aglomerasi juga tetap kita wujudkan dalam rangka untuk bisa mewujudkan efisiensi. Apakah itu industri, apakah itu aglomerasi perkotaan dalam rangka untuk bisa mengelola laju perkembangan untuk mencapai keseimbangan antara area urban dan rural,” kata Bambang.

Senada dengan Bambang, pembicara dari IAP DKI Jakarta, Jo Santoso mengatakan, program pembangunan perkotaan ke depan harus berbasis satuan aglomerasi. Perencanaan kota sudah saatnya tidak memakai satuan kewilayahan pemerintahan.

“Saya ingin mengusulkan bahwa ke depan itu kita punya program pembangunan perkotaan harus berbasis satuan aglomerasi. Bukan satuan kewilayahan pemerintahan. Karena kalau kita pakai satuan kewilayahan pemerintahan problemnya ngga ketemu, terutama problem efisiensi,” kata Jo Santoso.

Optimalisasi Peran Asosiasi

Penataan ruang kawasan perkotaan di Jawa perlu memikirkan aspek lingkungan hidup yang selama ini cenderung terabaikan. Bagaimana mewujudkan kawasan perkotaan di Pulau Jawa tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan?

Profesi-profesi perencanaan harus aktif dengan menjadi driving forces bagi pemerintah dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan aspek sosial dan aspek lingkungan  dalam proses penataan ruang. Asosiasi profesi memiliki peran sangat penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

“Ada harapan besar bagi kami untuk dapat dukungan dari asosiasi profesi. Bukan hanya asosiasi perencanaan, tapi juga asosiasi artsitek dan planologi,” ucap Surya. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMF Luncurkan Pembiayaan Mikro Syariah

    SMF Luncurkan Pembiayaan Mikro Syariah

    • calendar_month Sel, 26 Jul 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) meluncurkan program pembiayaan mikro perumahan syariah atau HOME Syariah, di Jakarta, Selasa, 26 Juli 2022. Pembiayaan mikro syariah ini menyasar nasabah Program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar Syariah). “Program ini memungkinkan adanya pembiayaan perumahan secara mudah dan […]

  • Alhamdulillah, Akhirnya Hari Ini Sudah Boleh Akad KPR Subsidi

    Alhamdulillah, Akhirnya Hari Ini Sudah Boleh Akad KPR Subsidi

    • calendar_month Rab, 27 Jan 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Setelah melalui pembahasan yang lumayan alot, akhirnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka keran penyaluran Program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yang melengkapi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Sebelumnya, Bank Penyalur KPR FLPP diminta untuk menunda pelaksanaan akad KPR Bersubsidi karena Program SBUM belum terbit. “Kemarin sore, […]

  • Momentum Pemulihan Properti Terganjal Aturan PBG

    Momentum Pemulihan Properti Terganjal Aturan PBG

    • calendar_month Sel, 18 Jan 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemangku kebijakan diharapkan dapat menjaga momentum pemulihan sektor properti di tahun 2022. Pelaku usaha meminta adanya sinkronisasi penerapan kebijakan dari tingkat pusat ke daerah agar optimisme pemulihan properti bisa terealisasi. “Pemerintah jangan membuat kebijakan yang seolah-olah bagus. Tapi kenyataannya, penerapan di lapangan tidak bisa berjalan baik,” tegas Chief Executive Officer Indonesia Property Watch […]

  • Pengelolaan Tanah Berkelanjutan Antisipasi Emisi Karbon

    Pengelolaan Tanah Berkelanjutan Antisipasi Emisi Karbon

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya melakukan pengelolaan tanah berkelanjutan melalui perencanaan penggunaan tanah dengan beragam regulasi. Pasalnya,  pengelolaan tanah yang tidak terkontrol dapat memicu peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Sebagai penyelenggara urusan pemerintahan di bidang pertanahan dan tata ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya […]

  • pembatalan UU Tapera

    Prahara Putusan MK Soal Pembatalan UU Tapera

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemangku kepentingan sektor perumahan khawatir munculnya prahara ekosistem pembiayaan perumahan seiring pembatalan UU Tapera yang diputuskan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). “Putusan MK itu bisa menjadi prahara. Bagi pekerja mandiri dan pekerja informal, putusan MK itu merupakan angin segar karena ada delay pelaksanaan tapera. Tapi putusan itu juga mengancam ekosistem pembiayaan perumahan karena ketiadaan […]

  • sentul city

    Sentul City Pasarkan Hunian Menghadap Gunung Pancar

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    SENTUL CITY – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) atau Sentul City menghadirkan produk residensial Spring Valley Extension di kawasan Spring City. Peluncuran produk ini melanjutkan sukses Spring Valley yang telah melakukan serah terima pada Mei 2022 lalu. Spring Valley Extension menawarkan hunian eksklusif dengan view Gunung Pancar. Direktur Marketing dan Sales Sentul City, […]

Translate »
expand_less