Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » World Bank akan Bantu Developer Kembangkan Rumah Subsidi Ramah Lingkungan

World Bank akan Bantu Developer Kembangkan Rumah Subsidi Ramah Lingkungan

  • calendar_month Selasa, 20 Jul 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – World Bank melalui program National Affordable Housing Program (NAHP) memberikan bantuan kepada pengembang yang membangun rumah bersubsidi ramah lingkungan. Program ini dibuat oleh Kementerian PUPR dengan bantuan pendanaan dari World Bank untuk meningkatkan akses Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) baik yang berpenghasilan formal maupun informal terhadap rumah layak huni dan terjangkau.

“Kami kebetulan ada bantuan dari pihak donor dimana memungkinkan dari pihak kami, yakni sertifikasi EDGE untuk memberikan bantuan bagi developer yang mengembangkan perumahan untuk MBR dan mau untuk menyematkan parameter-parameter hijau,” jelas East Asia Pasific Green Building Program Lead Farida Lasida Adji dalam Webinar “Perumahan Bersubsidi Ramah Lingkungan”, Kamis, 15 Juli 2021.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Bidang Percepatan Pembangunan Perumahan Subsidi, Arief Mone mengatakan, pengembang yang mendapatkan sertifikat EDGE sebaiknya mendapatkan hak khusus di luar dari label rumah ramah lingkungan.

“Rumah layak huni yang tentu salah satunya adalah green building. Kalau memiliki sertifikasi EDGE, saya kira sudah bisa dikategorikan sebagai rumah layak huni. Kalau yang bersetifikat EDGE ini akan lebih baik jika mungkin punya privilage khusus, misalnya pengembang yang memiliki sertifikat EDGE bisa mendapatkan kuota FLPP,” ungkap Arief Mone.

Dukungan untuk perumahan hijau Bersubsidi di Indonesia, kata Farida, ada tiga hal, yaitu pertama bantuan teknis dalam bentuk asistensi antara tim World Bank dengan tim dari developer untuk melihat desain yang dimiliki developer dan bagaimana caranya agar desain tersebut dapat dibuat lebih hemat. Parameter hemat ini ada tiga hal, yaitu hemat energi, hemat air dan hemat energi yang dibuat untuk material bahan bangunan.

Kedua, bantuan proses dan biaya sertifikasi. EDGE adalah sertifikasi bangunan hijau yang prosesnya dibantu oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikasi EDGE ini fokus pada tiga hal, yaitu penghematan energi, air dan material. BCI merupakan penyedia utama layanan sertifikasi EDGE di Indonesia.

Biaya sertifikasi EGDE dibedakan berdasarkan total luas bangunan dalam suatu proyek. Proyek seluas kurang dari 5.000 m2 biaya total (registrasi dan sertifikasi) sebesar Rp37.700.000. untuk luas 5.000-10.000 m2 total biayanya sebesar Rp57.700.000 dan lebih dari 10.000 m2 biaya yang dikeluarkan sebesar Rp77.700.000.

“Dari sisi bantuan yang bisa kami tawarkan adalah bantuan untuk proses supaya terfasilitasi sehingga lebih mudah prosesnya. kemudian untuk biaya sertifikasinya bisa di-cover oleh program Bank Dunia ini yang bekerjasama dengan Kementerian PUPR,” terang Farida.

Ketiga, bantuan promosi dan pengakuan pasar. Dukungan pemasaran di antaranya dalam bentuk, menerbitkan siaran pers, menyerahkan project study, melakukan kampanye di media sosial, menerbitkan artikel, membuat brosur, mengirim email, dan memasukkan EDGE pada misi perusahaan.

“Sertifikasi EDGE akan membuat rumah kita menjadi rumah sehat, tetapi yang lebih menarik adalah kalau kita memiliki sertifikat EDGE bisa meningkatkan penjualan,” kata Ketua DPD REI Banten Roni Adali, dalam diskusi tersebut.

Kriteria Penerima Bantuan

Kriteria umum bagi pengembang yang ingin mendapatkan dukungan adalah pengembang setuju untuk membangun hunian hijau dan minimal memiliki kriteria standar EDGE (minimal 20 persen penghematan energi, air dan material).

Selain itu, pengembang memiliki pengelaman dengan Kredit Pemilikan Apartemen/Rumah (KPA/KPR) bersubsidi dari perbankan. Terakhir, pengembang memiliki pengalaman membangun dan menjual minimal 300 unit hunian atau 100 unit per tahun dalam jangka waktu 3 tahun terakhir dari beberapa proyek.

Sementara kriteria proyek penerima bantuan, antara lain merupakan proyek pembangunan perumahan bersubsidi dari pemerintah dan tahap desain proyek dan persiapan lahan telah akan selesai pada bulan Desember 2021. Kemudian, proyek telah akan selesai dibangun pada bulan Desember 2023 untuk hunian tapak, dan Desember 2024 untuk hunian susun. Berikutnya, proyek akan membangun minimal 200 unit hunian.

“Lokasi proyek yang akan diajukan memiliki akses yang terjangkau dari pusat kota atau pusat kegiatan bisnis dan memiliki akses yang terjangkau ke sarana transportasi umum masal terdekat,” kata Farida.

Salah satu aspek yang dimasukkan dalam program NAHP adalah konsep ramah lingkungan. Pembangunan perumahan dengan konsep ramah lingkungan dan hemat energi adalah salah satu upaya yang dikembangkan Kementerian PUPR untuk meningkatkan keterjangkauan/affordability bagi MBR.

“Konsep ini bertujuan mengurangi biaya utilitas, penggunaan energi, serta turut mendukung pelestarian lingkungan. Salah satu penfukung dalam aspek ini dalah sertifikasi EDGE,” jelas Farida. (ADH)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desain Istana Negara di IKN baru (Foto Instagram Presiden Joko Widodo)

    Pakar Perkotaan dan Pengembangan Wilayah: IKN Mimpi yang Dipaksakan

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pakar pembangunan perkotaan dan pengembangan wilayah Bambang Susanto Priyadi menyebut bahwa rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur adalah mimpi yang dipaksakan. “Ini mimpi yang dipaksakan untuk menjadi sebuah kenyataan yang sebenarnya tidak pada tempatnya terjadi,” ujar Bambang saat Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Ekonomi Belum Pulih: Masih Relevankah Pemindahan Ibu […]

  • Rusunami Sadang Serang

    Pemerintah Alokasikan 500 Unit di Rusunami Sadang Serang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Pemerintah Kota Bandung melakukan percepatan pembangunan Rumah Susun Milik (Rusunami) Sadang Serang di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Proyek dengan target 500 unit hunian milik bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan akses masyarakat terhadap hunian layak, terjangkau, dan berkualitas. “Pemerintah terus mendorong pemanfaatan […]

  • desa wisata

    Menparekraf Fasilitasi Akses Pembiayaan Desa Wisata Maros Sulsel

    • calendar_month Minggu, 5 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Guna memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membuka program Fasilitasi Akses Pembiayaan bagi Desa Wisata di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. “Pembiayaannya berbasis CBT (Community Based Tourism),” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 3 Maret 2023. Fasilitas akses […]

  • rumah subsidi

    Pengembang Lokal akan Bangun Rumah Subsidi di Pedesaan

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Program 3 juta rumah per tahun yang akan digulirkan Pemerintahan Prabowo Subianto membangkitkan optimisme publik. Salah satu alasannya karena dana ratusan triliun dari proyek strategis ini siap mengucur untuk menggerakkan sektor riil dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Selain itu, masyarakat juga memiliki banyak kesempatan untuk punya rumah subsidi yang layak huni. Mengacu kepada peta […]

  • Adrianto P. Adhi industri properti

    Tahun 2022, It’s Time Industri Properti Bangkit!

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Tahun 2022 yang sudah di depan mata memberikan optimisme tinggi bagi industri properti. Beberapa indikator positif kebangkitan industri properti terpampang jelas, seperti rendahnya bunga KPR. “Masuk tahun 2022 adalah satu situasi yang yang harapannya itu setinggi langit. It’s time industri properti bangkit. Indikasi yang paling jelas kita semua tahu ini adalah satu situasi […]

  • Pelaku Usaha Aceh Keluhkan Gangguan Layanan BSI

    Pelaku Usaha Aceh Keluhkan Gangguan Layanan BSI

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelaku usaha di Provinsi Aceh mengeluhkan gangguan pelayanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Pasalnya, terganggunya layanan perbankan BSI merugikan para pengusaha di Aceh. “Gangguan pelayanan perbankan yang dialami BSI tentu sangat merugikan pelaku usaha di daerah. Apalagi, Aceh memiliki keterbatasan layanan perbankan yang tidak lagi memperbolehkan operasionalisasi bank konvensional,” ungkap Ketua […]

Translate »
expand_less