Co-Living Jakarta Masuk Radar Investor Luar Negeri
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Pixabay/lequangutc89)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Investor Asia Pasifik membidik sejumlah pasar co-living (hunian komunal ramah lingkungan) di sejumlah kawasan Asia Tenggara. Meski Singapura tetap menjadi favorit, Jakarta juga menjadi salah satu incaran investor luar negeri bersama beberapa negara lain, seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru.
“Ke depan, Singapura masih akan menjadi pasar utama perusahaan dengan pipeline proyek yang dinilai sangat kuat dalam jangka pendek. Namun, ekspansi ke luar negeri mulai dipelajari secara serius dan terukur,” kata Executive Chairman LHN Limited and Executive Chairman and CEO Coliwoo Holdings Limited Kelvin Lim dalam Laporan Knight Frank ‘From Niche to Core: Why APAC Living Sectors are Entering the Mainstream’ dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Kelvin Lim melanjutkan, kota-kota tersebut dinilai memiliki demografi yang mendukung, pertumbuhan tenaga kerja yang semakin mobile, serta permintaan yang meningkat terhadap hunian sewa fleksibel dan berkualitas. Dalam jangka lebih panjang, perusahaan juga mencermati pasar gateway Asia Pasifik berbiaya tinggi seperti Tokyo, Sydney, dan Melbourne, yang memiliki tantangan keterjangkauan hunian dan mobilitas urban serupa dengan dinamika yang membentuk pasar Singapura.
Co-living merupakan salah satu bagian dari sektor properti hunian (living sector). Di kawasan Asia Pasifik seiring meningkatnya jumlah rumah tangga tunggal, semakin banyak penghuni berusia 20–35 tahun yang memilih unit berukuran lebih kecil untuk satu atau dua orang dibanding rumah keluarga tradisional.
Meskipun Asia Pasifik dihuni sekitar 60% populasi dunia, properti hunian di kawasan ini hanya menyerap sekitar 12% dari total alokasi dana global pada 2025. Artinya, arus modal masih belum sepenuhnya mencerminkan bobot demografis kawasan. Kondisi ini memperkuat argumen bahwa eksposur investor institusional terhadap properti hunian Asia Pasifik berpotensi meningkat seiring transparansi pasar, kepastian kebijakan, dan jalur investasi menjadi semakin jelas.
Prospek Pengembangan Konsep Co-Living
Pengembang yang membidik pasar co-living berada pada posisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu kekuatannya adalah dengan menawarkan kombinasi ruang privat dan ruang bersama, seperti kamar tidur dan kamar mandi pribadi yang dilengkapi area komunal berupa dapur, lounge, hingga ruang kerja bersama (coworking space).
Tak hanya memasarkan tempat tinggal, tetapi juga menekankan program komunitas melalui berbagai kegiatan seperti acara sosial, workshop, peluang networking, dan aktivitas bersama yang membangun rasa kebersamaan. Tujuannya adalah menghadirkan bukan sekadar hunian, melainkan gaya hidup dan komunitas yang sudah terbentuk di dalamnya.
Faktor keterjangkauan juga menjadi pendorong utama. Dibanding apartemen studio dengan ukuran serupa, penghuni co-living berpotensi memperoleh penghematan biaya yang cukup signifikan. Fasilitas bersama serta skema harga all-inclusive menghilangkan kebutuhan membayar utilitas secara terpisah dan biaya furnitur yang sering kali diremehkan. Contohnya di kawasan pusat kota Sydney, penghematan yang diperoleh bahkan dapat mendekati 20%.
Selain itu, penyewa umumnya menandatangani kontrak jangka pendek atau bahkan perjanjian bulanan, sehingga lebih sesuai bagi individu yang hanya tinggal sementara di suatu kota untuk bekerja atau menempuh pendidikan. Kombinasi antara fleksibilitas masa sewa dan kemudahan layanan terintegrasi membuat konsep co-living semakin menarik sebagai pilihan hunian perkotaan modern. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
