Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Investor Kembali Serbu Pasar Properti Asia Pasifik

Investor Kembali Serbu Pasar Properti Asia Pasifik

  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Aktivitas investasi properti di kawasan Asia Pasifik mulai menunjukkan tanda pemulihan yang lebih luas. Kondisi pasar properti Asia Pasifik yang semakin jelas, pelonggaran kondisi keuangan, serta meningkatnya kepercayaan investor mendorong aliran modal kembali masuk ke sektor ini.

“Kami melihat adanya pergeseran dari sikap berhati-hati menjadi keyakinan. Para investor kini memprioritaskan kejelasan pasar, kualitas aset, serta pasar yang memiliki kedalaman modal,” ujar ujar Managing Director Capital Markets & Investment Services Asia Pacific Colliers Theo Novak dalam keterangannya dikutip Sabtu, 14 Maret 2026.

Novak menjelaskan, dalam laporan terbaru Colliers bertajuk Asia Pacific Investment Insights March 2026 mencatat total volume investasi properti di sembilan pasar utama Asia Pasifik mencapai 162 miliar dollar AS sepanjang 2025. Angka ini meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas transaksi juga semakin menguat pada paruh kedua tahun tersebut seiring mulai bertemunya ekspektasi harga antara pembeli dan penjual.

Pemulihan ini didukung oleh kuatnya arus modal domestik yang menjadi penopang utama investasi di banyak negara. Sementara itu, investasi lintas negara juga tetap menunjukkan ketahanan, terutama di kota-kota utama seperti Hong Kong, Singapura, dan India.

Investor kini lebih fokus pada pasar yang memiliki kejelasan, kualitas aset yang baik, serta kedalaman sumber modal. Dukungan modal domestik memberikan fondasi stabil bagi pasar, sementara minat investor lintas negara mulai kembali meningkat sehingga mendorong fase pemulihan yang lebih disiplin dan terukur di kawasan tersebut.

Korea Selatan, Jepang, dan Singapura menjadi kontributor terbesar terhadap volume investasi properti di sembilan pasar utama Asia Pasifik pada 2025. Hal ini menunjukkan kekuatan serta ketahanan pasar inti di kawasan tersebut. Sementara itu, Singapura dan India mencatat pertumbuhan investasi tertinggi secara tahunan, masing-masing sebesar 35 persen dan 29 persen, didorong oleh membaiknya fundamental pasar serta semakin banyaknya peluang investasi.

Investasi Properti per Sektor

Berdasarkan sektor, properti perkantoran masih menjadi pilar utama aktivitas investasi di Asia Pasifik. Permintaan dari penyewa terhadap gedung berkualitas tinggi yang berada di lokasi strategis tetap kuat, sementara pasokan baru di kawasan pusat bisnis utama relatif terbatas.

Sektor industri dan logistik menempati posisi kedua dengan nilai investasi mencapai 30,1 miliar dollar AS. Meskipun demikian, aktivitas di sektor ini sedikit melambat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat pertumbuhan sangat kuat.

Di sisi lain, investasi pada sektor ritel mulai meningkat dengan pertumbuhan sekitar 15 persen secara tahunan. Perbaikan kinerja aset ritel serta meningkatnya sentimen konsumen turut mendorong kembali minat investor. Selain itu, kelas aset alternatif menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, terutama karena tingginya permintaan dari investor institusional.

Novak menambahkan bahwa aset perkantoran masih menawarkan skala investasi yang besar, transparansi pasar, serta stabilitas pendapatan. Namun, saat ini juga terlihat peningkatan minat terhadap aset alternatif dan sebagian aset ritel, seiring upaya investor melakukan diversifikasi portofolio.

Meluasnya aktivitas investasi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pemulihan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Prospek Properti Asia Pasifik

Ke depan, Colliers memperkirakan momentum investasi properti di Asia Pasifik akan semakin menguat pada 2026. Hal ini didukung oleh stabilnya suku bunga dan inflasi, semakin jelasnya kondisi pembiayaan, serta pemulihan secara bertahap arus modal lintas negara.

Modal domestik diperkirakan tetap menjadi pendorong utama transaksi investasi. Namun partisipasi investor luar negeri juga berpotensi meningkat seiring membaiknya selera risiko serta meningkatnya kepastian harga di pasar.

Sektor inti seperti perkantoran diperkirakan masih memiliki daya tarik yang kuat. Sementara itu, aset alternatif dan sebagian aset ritel diproyeksikan akan menarik tambahan investasi karena menawarkan ketahanan pendapatan serta potensi pertumbuhan jangka panjang.

Menurut Novak, meskipun sejumlah tantangan masih ada, arah pergerakan pasar sudah mulai terlihat jelas. Visibilitas pasar modal yang semakin baik, prospek pertumbuhan domestik yang relatif kuat, serta kembali aktifnya investasi lintas negara akan menjadi faktor penting dalam mendorong pemulihan pasar properti Asia Pasifik yang lebih seimbang dan luas pada 2026. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • kredit properti

    Duh! Kredit Properti Kembali Melambat

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Secara tahunan (year on year/yoy), laju kredit properti mengalami pertumbuhan 5 persen pada bulan Juni 2022. Namun sayangnya, angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dari pada bulan sebelumnya yang menyentuh angka 5,9 persen (yoy). “Penyaluran kredit sektor Properti pada Juni 2022 tumbuh 5,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (5,9 persen, yoy), terutama […]

  • Penjernih Udara

    Amway Launching Penjernih Udara Saring Partikel 0,0024 Mikron

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Amway meluncurkan produk Atmosphere MiniTM Air Treatment System yang dapat menyaring 99,99 persen partikel sekecil 0,0024 mikron. Partikel 0,0024 mikron setara dengan ukuran diameter rambut manusia yang dibagi 25.000 kali. “Polusi dalam ruangan bisa berasal dari berbagai macam sumber, misalnya hasil pembakaran asap rokok atau lilin, kurangnya menjaga kebersihan ventilasi dan barang elektronik, […]

  • PropertyGuru Anugerahi Ketua Umum REI Tokoh Realestat Indonesia

    PropertyGuru Anugerahi Ketua Umum REI Tokoh Realestat Indonesia

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa terhadap industri properti Indonesia, Joko Suranto, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) sekaligus pendiri dan CEO Buana Kassiti Group dinobatkan sebagai Real Estate Personality of the Year atau Tokoh Realestat Indonesia Tahun 2024 pada malam penganugerahan PropertyGuru Indonesia Awards ke-10 di The Ritz-Carlton SCBD Jakarta, Jumat […]

  • Developer Jepang Rampungkan Konstruksi Apartemen di Cipayung

    Developer Jepang Rampungkan Konstruksi Apartemen di Cipayung

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Sayana Integra Properti (SIP) pengembang superblok Sakura Garden City melakukan topping off Tower Cattleya secara virtual, Sabtu (27/3/2021). Tower ini merupakan bangunan pertama dari empat gedung vertikal yang akan dibangun di pengembangan tahap pertama superblok yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur, tersebut. Sayana Integra Properti adalah perusahaan joint venture dengan pemegang saham […]

  • PSU Dipangkas, Komitmen Kabinet untuk Rumah MBR Dipertanyakan

    PSU Dipangkas, Komitmen Kabinet untuk Rumah MBR Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Publik kembali mempertanyakan prioritas Kabinet Indonesia Maju dalam Program Sejuta Rumah, khususnya di bidang perumahan bersubsidi. Hal ini menyusul Pagu Indikatif Kementerian PUPR Tahun 2024 untuk bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang dipangkas dari Rp 382 miliar di tahun 2023 menjadi Rp 9 miliar atau setara 820 unit. “Pemerintah semakin menurunkan skala […]

  • Pegawai Negeri Sipil (Foto: Adang Sumarna)

    Cek Aplikasi Baru dari BP Tapera

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Beralihnya pengelolaan data dan dana Tabungan Perumahan (Taperum) ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), ditandai dengan 3,9 juta PNS aktif peserta Bapertarum ditetapkan menjadi Peserta Tapera. Mulai sekarang, Peserta Tapera yang merupakan PNS berstatus aktif pada Agustus 2021 sudah dapat mengakses layanan cek saldo melalui portal kepesertaan Sitara (https://peserta.tapera.go.id). PNS aktif […]

Translate »
expand_less