Peduli Budaya Bajo, Mahasiswa Universitas Waseda Usulkan Museum Virtual Budaya

0
5

TOKYO – Kegiatan regenerasi kota menjadi salah satu usaha kota untuk membentuk kembali imej kota. Hal itu disadari betul oleh civitas akademika Program Internasional Fakultas Sosial, Universitas Waseda, Jepang yang menyelenggarakan sebuah kegiatan daring bertajuk “Menyelamatkan Budaya Bajo” pada Kamis (15/7/2021).

Diskusi ini melibatkan mahasiswa internasional Fakultas Sosial Universitas Waseda yang telah melakukan penelitian terkait Budaya Bajo sejak April 2021.

Andhika Budi Prasetya, narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia memberikan paparan secara mendalam mengenai jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Dia juga berkesempatan memberikan komentar terhadap ide dan usulan para mahasiswa internasional yang peduli pada pelestarian budaya Bajo, khususnya Suku Bajo yang hidup di Desa Mola Raya, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Selain melakukan studi literatur, mahasiswa Internasional Fakultas Sosial, Universitas Waseda Jepang juga telah sering berinteraksi dan berdiskusi dengan wakil pemuda dari Desa Mola Raya melalui sejumlah pertemuan daring. Proses interaksi ini didampingi Putra Arief Budiman dari Kementerian PUPR yang tengah menyelesaikan studi doktoral di Universitas Waseda.

Setelah empat bulan melakukan penelitian, para mahasiswa yang terbagi menjadi lima kelompok menyampaikan ide dan usulan mereka untuk mendukung pelestarian budaya Bajo. Usulan-usulan ini meliputi pemberian place branding baru untuk komunitas Bajo Mola, kolaborasi desain sovenir antara Jepang dan komunitas Bajo, pembuatan buku-buku dongeng untuk anak, pemberdayaan material bambu untuk mendukung pelestarian arsitektur tradisional, serta pembuatan museum virtual untuk mempromosikan lansekap Bajo Mola.

“Saya sangat menyukai ide pembuatan museum virtual untuk mempromosikan budaya lokal. Usulan mahasiswa Universitas Waseda ini memberi inspirasi kepada kami untuk mengembangkan museum virtual sebagai kegiatan kementerian ke depannya,”kata Andhika Budi Prasetya dalam siaran pers yang diterima Rabu (21/7/2021).

Hadir juga dalam pertemuan daring itu, wakil dari Komunitas Bajo Mola, Iwan Bento yang memberikan saran perbaikan dan juga apresiasi terhadap usulan mahasiswa Universitas Waseda.

Sementara itu, Riela Provi Drianda, Lektor dari Universitas Waseda, berharap bahwa pandemi tidak membatasi komunitas global untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

“Akan lebih banyak kolaborasi yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda Indonesia dan internasional untuk mempromosikan pelestarian warisan budaya benda maupun non benda ke depannya,” kata Riela.

Kegiatan ini juga didukung oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) DKI Jakarta yang telah bekerjasama dengan Fakultas Sosial, Universitas Waseda Jepang terkait kegiatan pelestarian cagar budaya khususnya di Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu program IAP DKI.

Ketua IAP DKI Jakarta, Dhani M Mutaqin mengapresiasi kegiatan dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa internasional Fakultas Sosial Universitas Waseda Jepang dan berharap mereka dapat berkontribusi pula pada rencana kegiatan kolaborasi bersama IAP DKI terkait dengan pelestarian cagar budaya di Provinsi DKI Jakarta.

“Pada hakikatnya warisan budaya adalah milik bersama dan harus dijaga agar tetap lestari sehingga generasi mendatang bisa mempelajari dan menikmatinya. Oleh karena itu program kolaborasi skala global seperti ini adalah inisiatif yang sangat baik dan harus kita perkuat di masa mendatang,” pungkas Dhani. (MRI)

EnglishIndonesian