Jakarta Masuk 100 Besar Dunia Pertumbuhan Properti Residensial Premium Tertinggi
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Freepik/Tom Fisk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pertumbuhan harga properti residensial premium Jakarta menempati posisi ke-66 dalam Prime International Residential Index (PIRI 100). Dalam laporan The Wealth Report 2026 yang dirilis Knight Frank, pertumbuhan harga properti residensial premium Jakarta tumbuh sebesar 0,8% sepanjang 2025. Secara global, harga properti residensial premium tercatat tumbuh 3,2% sepanjang 2025.
“Harga properti residensial premium global naik sebesar 3,2% pada 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan kenaikan 3,6% yang tercatat pada tahun sebelumnya,” jelas tulis laporan tersebut dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.
Apabila dibandingkan negara lain di dunia, performa Jakarta dinilai cukup positif yang justru mengalami penurunan harga properti mewah. Sebut saja, London yang terkoreksi 4,7%, sementara Toronto turun 7,8% dan Guangzhou melemah hingga 12,2%.
Adapun Dari 100 kota yang masuk dalam indeks PIRI 100, sebanyak 73 kota masih mencatat kenaikan harga, sementara hanya 24 kota yang mengalami penurunan.
Knight Frank menilai pasar prime residential relatif lebih tahan terhadap tekanan ekonomi karena mayoritas pembelinya berasal dari kelompok ultra kaya yang tidak terlalu bergantung pada pembiayaan kredit.
Kawasan Timur Tengah menjadi wilayah dengan performa terbaik secara global dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 9,4%. Dubai bahkan kembali menjadi pasar properti premium paling agresif setelah harga rumah mewah di kota tersebut melonjak 25,1% sepanjang 2025. Dubai juga mencatat sekitar 500 transaksi properti senilai di atas US$10 juta dalam satu tahun terakhir.
Di kawasan Asia, Tokyo menjadi kota dengan kenaikan harga paling tinggi setelah apartemen premium naik hingga 58,5%. Sebaliknya, pasar China masih mengalami tekanan akibat lemahnya sektor properti domestik.
Tren Properti Residensial Premium di Indonesia
Di Indonesia sendiri, tren hunian premium mulai bergerak ke arah proyek berbasis lifestyle dan mixed-use. Sejumlah pengembang kini semakin agresif mengembangkan branded residence, kawasan terpadu premium, hingga proyek hospitality luxury untuk menarik pasar affluent domestik maupun investor asing.
Knight Frank juga mencatat perubahan perilaku investor kaya global pascapandemi. Properti kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai aset investasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, perlindungan kekayaan, dan aset jangka panjang lintas generasi.
Dalam lima tahun terakhir, harga properti premium di Dubai tercatat melonjak hampir 194%, tertinggi di dunia. Setelah Dubai, kota dengan kenaikan tertinggi lainnya yakni Tokyo sebesar 159,3%, Palm Beach 90,5%, Manila 84,9%, dan Riyadh sebesar 77,7%.
Melihat tren tersebut, pasar properti premium Indonesia dinilai memiliki peluang untuk terus tumbuh, terutama jika didukung stabilitas ekonomi, penguatan infrastruktur, serta meningkatnya minat investor terhadap aset berbasis lifestyle dan pengalaman hidup. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

