Ini Dia 6 Tantangan Sektor Properti di Tahun Kuda Api
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- print Cetak

Ilustrasi (foto: Pixabay/Javaistan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Sektor properti akan menghadapi sejumlah tantangan di tahun 2026. Berdasarkan Survei Proyeksi Pasar Properti Indonesia Tahun 2026 yang dipaparkan Lembaga Konsultan Properti Knight Frank Indonesia, tantangan sektor properti diantaranya pelemahan daya beli, harga tanah dan inflasi yang tinggi.
“Properti adalah sektor yang yang harus punya engine generator, economic generator. Jadi, jika engine of economic berjalan maka drive demand akan datang ke properti,” ucap Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam Media Gathering Jakarta Property Highlight di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
Syarifah melanjutkan, tingkat kehati-hatian harus ditingkatkan pada saat pelemahan daya beli terjadi. Berikutnya, harga tanah yang tinggi juga menjadi tantangan di sektor properti karena sifat lahan yang tidak bertambah dan tak bergerak maka menimbulkan permasalahan di perkotaan.
Kemudian, sektor properti juga menghadapi tantangan berupa tingkat inflasi yang tinggi. Ketiga tantangan tersebut merupakan yang terbesar yang harus dihadapi sektor properti tahun ini. Tantangan lainnya yang dihadapi sektor properti adalah meningkatnya suku bunga, penerapan kebijakan dan regulasi properti dan deflasi yang berkepanjangan.
“Saat ini, pemerintah mencoba menahan suku bunga pada tingkat yang tetap,” imbuhnya.
PSN Beri Dampak ke Sektor Properti
Syarifah menyebut, kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) akan memberikan dampak positif tahun ini. hasil survei tersebut menyebut, 54% responden meyakini implementasi PSN akan berdampak positif terhadap pasar properti Tanah Air.
“Overall mungkin tidak ada PSN yang langsung direct ke sektor properti, tapi overall PSN ini memiliki indirect impact atau dampak tidak langsung yang memberikan efek positif terhadap pertumbuhan properti,” jelasnya.
Di sisi lain, regulasi pemerintah yang dikeluarkan terkait properti turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor ini. Salah satu regulasi yang memberikan dampak positif adalah kebijakan PPNDTP.
Beberapa kebijakan pemerintah lainnya yang berdampak positif, antara lain terkait infrastruktur untuk konektivitas suburban dan rural, insentif bebas PPN dan BPHTB, insentif DP 0%, suku bunga bersubsidi, insentif pajak bagi pengembang, insentif untuk investasi properti, program tiga juta rumah, insentif gedung hijau serta peremajaan kawasan perkotaan.
Dengan terbitnya sejumlah kebijakan pemerintah tersebut, beberapa sektor akan merasakan dampaknya. Lima diantaranya adalah properti resiednsial, mixed use, industri dan logistik serta properti komersial. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

