Kemenperin Minta Tambah Anggaran 2027 Senilai Rp1,72 Triliun
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- print Cetak

Industri manufaktur (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan penambahan anggaran senilai Rp 1,72 triliun untuk mengoptimalisasi pelaksanaan agenda pembangunan industri pada 2027. Penguatan program strategis Kemenperin itu sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.
Usulan tambahan anggaran terutama ditujukan pada program yang berdampak langsung terhadap produktivitas, daya saing, hilirisasi, penguatan industri kecil dan menengah (IKM), pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri, serta transformasi industri nasional.
“Industri manufaktur menunjukkan kinerja yang positif dan tetap menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional. Momentum ini harus terus kita jaga melalui kebijakan dan program yang mampu memperkuat struktur industri, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya, yang dikutip Rabu, 2 September 2026.
Menperin menjelaskan, penguatan kemampuan industri nasional sejalan dengan arah pembangunan dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Dalam RKP tersebut, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,8 persen, dengan pertumbuhan industri pengolahan sebesar 5,86 persen dan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB sebesar 21,5 persen.
Untuk mencapai sasaran tersebut, pembangunan industri diarahkan pada akselerasi hilirisasi, pengembangan industri bernilai tambah tinggi, peningkatan daya saing industri padat karya, transformasi industri hijau, perluasan dan pendalaman ekspor, serta peningkatan produktivitas dan daya saing industri. Menurut Menperin, agenda besar tersebut membutuhkan dukungan kebijakan dan pembiayaan yang memadai agar dapat dilaksanakan secara optimal.
Namun, postur anggaran Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir cenderung turun. Pada tahun 2023, pagu Kemenperin tercatat sebesar Rp 4,53 triliun, kemudian terus menurun hingga Rp 2,50 triliun pada 2026 sebelum kebijakan efisiensi. Pada 2027, Kemenperin memperoleh pagu sebesar Rp 2,01 triliun, turun Rp 488,16 miliar atau 19,51 persen dibandingkan pagu awal tahun 2026.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena porsi belanja operasional dasar, khususnya belanja pegawai dan kebutuhan operasional pelaksanaan tugas dan fungsi, cenderung meningkat. Konsekuensinya, ruang anggaran untuk belanja nonoperasional menjadi semakin terbatas, padahal komponen tersebut sangat menentukan kemampuan kami dalam menjalankan program prioritas dan mendukung pencapaian Prioritas Nasional,” jelas Agus.
Pagu anggaran Kemenperin tahun 2027 tersebut bersumber dari Rupiah Murni sebesar Rp 1,58 triliun, PNBP Rp 79,54 miliar, BLU Rp 315,69 miliar, serta SBSN Rp 34,63 miliar. Berdasarkan jenis belanja, alokasinya terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp 1.119,31 miliar, belanja operasional Rp 354,42 miliar, dan belanja nonoperasional Rp 539,91 miliar.
Berdasarkan program, pagu anggaran tersebut dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen sebesar Rp 1,59 triliun, Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri sebesar Rp 297,31 miliar, serta Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar Rp 119,08 miliar.
Program Utama Kemenperin
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, Kemenperin menetapkan sejumlah program kerja utama pada 2027 yang difokuskan untuk memperkuat fondasi industri nasional. Salah satu prioritas terbesar adalah pembangunan SDM industri dengan pagu Rp 106,94 miliar, antara lain melalui pendidikan dan pelatihan industri serta penyediaan sarana, prasarana, dan infrastruktur kompetensi.
Program berikutnya adalah penguatan IKM sebagai rantai pasok dengan pagu Rp 59,96 miliar, yang mencakup penumbuhan wirausaha baru IKM, fasilitasi pemberdayaan IKM, dan penguatan sentra IKM. Kemenperin juga mengalokasikan Rp 42,27 miliar untuk hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pengembangan industri prioritas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kemenperin)
Selanjutnya, peningkatan produktivitas industri melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi mendapat alokasi Rp 8,76 miliar, termasuk untuk restrukturisasi mesin dan peralatan industri serta penerapan teknologi industri 4.0 pada sektor prioritas. Program P3DN dan pengembangan industri halal memperoleh pagu Rp 10,07 miliar, akselerasi ekspor produk dan jasa industri Rp 7,29 miliar, akselerasi industri hijau Rp 5,95 miliar, serta aglomerasi industri melalui kawasan industri Rp 1,55 miliar.
“Program-program tersebut menjadi instrumen untuk memastikan agenda penguatan pasar domestik, peningkatan produktivitas, hilirisasi, transformasi industri, dan perluasan pasar sebagaimana diarahkan dalam RKP 2027 tetap dapat berjalan,” tutur Menperin.
Dengan besarnya agenda pembangunan industri tersebut, Menperin menyampaikan bahwa alokasi anggaran yang tersedia saat ini masih belum optimal. Karena itu, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk memperkuat berbagai program prioritas.
Tambahan anggaran tersebut antara lain akan diarahkan untuk penumbuhan wirausaha industri baru sebesar Rp 452,50 miliar, diklat vokasi sektor industri prioritas Rp 207,90 miliar, restrukturisasi mesin dan peralatan sektor industri padat karya dan IKM Rp 174,50 miliar, serta dukungan PKPN hilirisasi dan industrialisasi Rp 127,47 miliar.
Selain itu, anggaran tambahan diperlukan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera Rp 120,51 miliar, pengadaan alat uji untuk mendukung penerapan SNI wajib Rp 55,47 miliar, pengadaan peralatan pendukung pendidikan dan pelatihan vokasi Rp 28,39 miliar, penyelenggaraan dua satuan kerja baru sebesar Rp 27,85 miliar, serta fasilitasi IKM dan pengembangan sentra IKM Rp 23,30 miliar. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren
