Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Bebas PPN Properti Diusulkan Berlaku 2 Tahun

Bebas PPN Properti Diusulkan Berlaku 2 Tahun

  • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pelaku usaha mendorong perpanjangan masa berlaku Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor properti menjadi dua tahun. Saat ini PPN DTP hanya berlaku enam bulan hingga Agustus 2021.

“Penerapan PPN DTP selama enam bulan kurang efektif untuk mengungkit penjualan sektor properti. Penerima manfaat PPN DTP itu hanya unit properti ready stock saja. Padahal, selama pandemi Covid-19 pembangunan unit properti terhenti,” kata Ketua Kehormatan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, saat berbincang bersama industriproperti.com, di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.

Ketentuan terkait diskon PPN ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 21/PMK.010/2021 tentang PPN atas Penyerahan Rumah Tapak dan Unit Hunian Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021 tanggal 1 Maret 2021. Pasal 6 ayat 1 PMK Nomor 21/2021 ini mensyaratkan PPN DTP 100 persen untuk rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual tertinggi Rp 2 miliar. Selanjutnya, PPN DTP sebesar 50 persen untuk rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual di atas Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar. Sedangkan Pasal 6 ayat 2 beleid ini mencantumkan masa berlaku PPN DTP untuk masa pajak Maret 2021 hingga Agustus 2021.

Menurut Eman, sapaan karib Ketua Umum REI periode 2016 – 2019, penciptaan lapangan kerja di sektor industri properti relatif tinggi. “Penyerapan tenaga kerja di sektor properti sangat tinggi. Tidak hanya tenaga kerja temporer, serapan tenaga kerja permanen juga relatif besar. Apalagi, mekanisasi dalam pengerjaan konstruksi dan pembangunan properti terbilang kecil sehingga sebagian besar masih menggunakan tenaga manusia,” ucap Eman.

Daya Beli Masyarakat
Pemerintah sebaiknya lebih terfokus pada upaya penguatan daya beli masyarakat. Dalam situasi kontraksi akibat tekanan pandemi Covid-19, imbuh Eman, saatnya Pemerintah mendorong pertumbuhan sektor konsumsi masyarakat sehingga perekonomian dapat kembali berputar.

“Pemerintah mesti memastikan menguatnya daya beli sehingga masyarakat membelanjakan uangnya di sektor riil ketimbang menyimpannya di bank. Sekarang adalah perang psikologis karena masyarakat merasa lebih nyaman untuk menyimpan uangnya di bank,” sebut alumnus Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pemerintah juga perlu mengakomodasi kampanye penyadaran bagi masyarakat untuk bertransaksi properti. Sekarang ini adalah waktu yang paling tepat bagi masyarakat untuk beli properti.

“Saat ini Pemerintah telah membebaskan PPN bagi sektor properti. Developer sudah memangkas margin keuntungannya,” tukas Ketua Alumni Planologi ITB (API).

Eman menegaskan, kini saatnya Perbankan untuk berkontribusi menggairahkan sektor properti yakni dengan cara menekan tingkat bunga pinjaman. “Perbankan harus dapat menerbitkan subsidi bunga sampai mencapai angka psikologis sehingga masyarakat akan lebih memilih beli properti ketimbang menyimpan uangnya di bank,” pungkas Presiden International Real Estate Federation (FIABCI) Regional Asia Pasifik. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • btn nixon

    BTN Optimis Tambahan Likuiditas Habis di Akhir Tahun

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • 0Komentar

    BANDUNG –  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memproyeksikan tambahan likuiditas Rp25 triliun yang telah resmi ditempatkan pemerintah akan terserap habis pada akhir 2025, seiring dengan terjaganya permintaan kredit di sektor perumahan. Perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengoptimalkan penyerapan dana tersebut. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan langkah pemerintah untuk membantu […]

  • pesona kahuripan

    Pesona Kahuripan Group Gelar Akad Kredit Massal dan Bakti Sosial

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • 0Komentar

    BOGOR – Pengembang perumahan bersubsidi terkemuka nasional, Pesona Kahuripan Group menggelar akad kredit massal dan bakti sosial di Gudang Industri Pesona Kahuripan 5, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/5). Sebanyak 400 konsumen mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tersebut, yang dirangkai dengan aksi bakti sosial dengan mengundang sebanyak 400 duafa dan anak yatim. […]

  • emisi karbon

    3R, Upaya Mencapai Karbon Net-Zero Properti

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor properti dan konstruksi saat ini bertanggung jawab atas hampir 40% penggunaan energi akhir dan proses-terkait emisi karbon dioksida (CO2). Mengurangi emisi dengan langkah 3R dapat menjadi salah satu cara mencapai karbon net-zero pada properti. “Bagaimana kita mencapai karbon net-zero pada properti? Mengurangi emisi adalah jalan yang paling jelas untuk diambil. Global Status […]

  • Bank Papua Jalani Asesmen Penyaluran Rumah Tapera

    Bank Papua Jalani Asesmen Penyaluran Rumah Tapera

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jayapura – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melakukan asesmen terhadap PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua terkait penyaluran bantuan pembiayaan Rumah Tapera. Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Komisioner Bidang Administrasi dan Hukum BP Tapera, Wilson Lie Simatupang dan Direktur Bisnis Bank Papua Sadar Sebayang. Kegiatan ini meliputi pengecekan dokumen administrasi antara lain dokumen perjanjian […]

  • permasalahan perizinan

    BKPM Ungkap Permasalahan Umum Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Permasalahan umum perizinan berusaha berbasis risiko berkaitan dengan tiga hal, yaitu regulasi, sistem dan sumber daya manusia (SDM). “Secara umum kita melihat permasalahan umum perizinan berbasis risiko. Yang pertama adalah terkait dengan regulasi. Untuk regulasi sendiri ini ada ketidaksesuaian regulasi di PP5/2021  dengan peraturan pelaksanaan baik yang diatur dalam Peraturan Presiden maupun Peraturan […]

  • Kamar Mandi Kecil Jadi Mewah? Ini 5 Rahasianya

    Sulap Kamar Mandi Jadi Mewah dan Fungsional? Ini 5 Rahasianya

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kamar mandi adalah salah satu bagian penting dalam menunjang estetika dan nilai properti. Kamar mandi yang bersih, modern, dan fungsional bisa meningkatkan daya tarik rumah, bahkan dapat mendongkrak nilai jualnya. Sebuah proyek desain kamar mandi di Arlington, Virginia, memperlihatkan bagaimana perpaduan antara fungsi dan estetika dapat menghasilkan ruang yang nyaman untuk semua pengguna, […]

Translate »
expand_less