Begini Dampak Invasi Rusia ke Ukraina terhadap Sektor Properti
- calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Perang yang berkecamuk karena invasi Rusia dengan Ukraina memberikan dampak terhadap sektor properti Tanah Air. Salah satunya adalah mendorong investasi properti karena adanya kenaikan harga komoditas.
“Saya rasa terdapat hubungan yang in line antara kenaikan harga komoditas dengan sektor properti. Bisa dilihat juga bagaimana sektor properti sangat berkembang ketika terjadi commodity boom di tahun 2013-an,” urai Chief Economist Bank BTN, Winang Budoyo dalam sebuah webinar, Rabu, 23 Maret 2022.
Pertumbuhan industri perumahan di tahun 2022 sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi perekonomian nasional. Faktor eksternal tersebut, antara lain tumbuhnya harga komoditas yang makin naik sebagai dampak invasi Rusia ke Ukraina mendorong adanya investasi dalam bentuk properti. Secara historis, ketika terjadi booming commodity price, maka pembelian properti akan tinggi sebagai cara untuk menyimpan aset.
Winang melanjutkan, kenaikan harga properti mulai mengalami peningkatan mulai periode tahun 2013 hingga tahun 2016. Lantas, pada tahun 2016 harga proeprti mengalami penurunan. Semua itu terjadi salah satunya karena adanya kenaikan harga komoditas.
“Harga properti mulai meningkat mulai tahun 2013 sampai 2015. Setelah itu, tahun 2016 turun lagi. Itu semua didorong kenaikan harga komoditas,” imbuh Winang.
Meski kontribusi terhadap perekonomian global tidak terlalu besar, namun Rusia merupakan pengekspor terbesar untuk gas alam ke Eropa. Persentasenya mencapai 40 persen dan juga memiliki kontribusi terhadap ekspor gandum sebesar 26 persen.
Faktor Lainnya
Kenaikan harga komoditas juga akan meningkatkan daya beli masyarakat, termasuk untuk membeli properti. “kenaikan harga komoditas pertama adalah daerah-daerah yang penghasil komoditas itu pasti akan mendapatkan keuntungan karena penghasilan meningkat, daya beli meningkat sehingga berujung pada salah satunya adalah membeli rumah,” jelas Danang.
Faktor eksternal lainnya adalah keberlanjutan program stimulus PPN DTP memicu tumbuhnya KPR sepanjang dua tahun terakhir. Perpanjangan program ini akan mampu mendorong tumbuhnya industri perumahan di tahun 2022. Meskipun PPN akan naik jadi 11 persen, namun insentif PPN bagi properti sebesar 50 persen masih berlaku untuk hunian baru di bawah harga Rp 2 miliar hingga bulan September 2022.
Sementara suku bunga perbankan saat ini kemungkinan juga pada titik terendah. Bank Indonesia saat ini masih mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di angka 3,5 persen di tengah inflasi dan kondisi ekonomi global. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz


