Jalin Kerja Sama Strategis, BSN Perkuat Ekosistem Pembiayaan Syariah
- calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
- print Cetak

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor (kanan) usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) di Jakarta, Selasa (17/3).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Bank Syariah Nasional atau BSN terus menjalin kerja sama strategis dan kolaborasi untuk mengintegrasikan sektor keuangan syariah dengan sektor riil properti, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pengembang dan masyarakat yang ingin memiliki hunian berbasis syariah.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan salah satu kolaborasi penting adalah dengan menggandeng asosiasi pengembang sebagai bagian dari komitmen bank tersebut dalam memperkuat pembiayaan properti melalui sistem keuangan syariah.
“Kami melihat potensi pasar yang sangat besar di Indonesia, dan melalui kolaborasi ini diharapkan ada solusi pembiayaan yang lebih mudah diakses, kompetitif, serta sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah,” ungkapnya usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) di Jakarta, Selasa (17/3).
Dia menambahkan, BSN juga berkomitmen mendukung pengembang termasuk anggota APSI melalui berbagai skema pembiayaan, mulai dari pembiayaan konstruksi hingga fasilitas KPR syariah bagi masyarakat.
“Melalui sinergi ini, kami berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat memiliki hunian dengan skema pembiayaan yang transparan, adil, serta memberikan ketenangan secara finansial maupun spiritual,” tambahnya.
Ketua Umum APSI, M. Abubakar mengatakan kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pengembangan properti syariah di Indonesia. Pihaknya menyambut baik kerja sama ini karena memberikan dukungan nyata bagi para pengembang anggota APSI, baik dalam aspek pembiayaan proyek maupun akses pembiayaan rumah bagi konsumen.
“Dengan dukungan perbankan syariah yang kuat, pengembangan properti syariah di Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ditambahkan, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar dalam pengembangan properti syariah, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal, termasuk dalam kepemilikan rumah tanpa riba. Meski begitu, menurutnya, literasi masyarakat mengenai perbankan dan properti syariah masih perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami bahwa sistem syariah bukan sekadar perbedaan istilah, tetapi menghadirkan pendekatan transaksi yang lebih substantif dan berkeadilan.
Produk Pembiayaan
Sebagai bank umum syariah yang resmi beroperasi secara mandiri sejak Desember 2025 setelah proses spin-off, BSN memiliki komitmen untuk menjadi mitra utama keuangan keluarga Indonesia. penetrasi pasar hunian berbasis syariah.
Anak usaha Bank Tabungan Negara (BTN) tersebut menyediakan berbagai layanan pembiayaan bagi pengembang mulai dari pembiayaan proyek hingga fasilitas kepemilikan rumah bagi masyarakat. Beberapa layanan tersebut antara lain BSN Yasa Griya untuk pembiayaan konstruksi proyek properti, BSN Pemilikan Lahan untuk pembebasan lahan, BSN Modal Kerja untuk operasional pengembang. BSN KPR Sejahtera (subsidi), dan BSN Pemilikan Rumah (non-subsidi)
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup layanan transaksi perbankan seperti payroll, virtual account, QRIS, dan integrasi sistem cash management bagi perusahaan anggota APSI.
Dengan skema-skema tersebut, masyarakat dapat mengakses pembiayaan rumah syariah dengan proses lebih cepat, margin kompetitif, serta tenor hingga 30 tahun.
Selain pembiayaan, kedua belah pihak berencana menggelar roadshow edukasi dan workshop literasi syariah di berbagai daerah, serta menyelenggarakan Properti Syariah Expo yang akan menampilkan proyek-proyek unggulan anggota APSI. (MRI)
- Penulis: Muhammad Rinaldi
