Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Cegah Korupsi di Dunia Usaha, KPK Minta Ini

Cegah Korupsi di Dunia Usaha, KPK Minta Ini

  • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini fokus pada pencegahan korupsi, hal ini disampaikan oleh Direktur Anti Korupsi Badan Usaha KPK Aminudin dalam seminar Tata Kelola Perusahaan Sebagai Upaya Pencegahan Praktik Korupsi Korporasi yang diselanggarakan oleh Ikatan Alumni Asian Institute of Management Indonesia. “Dari sisi penyelamatan aset (asset recovery), pencegahan jauh lebih besar menyelamatkan aset atau keuangan negara daripada penindakan,” ujar Aminudin dalam seminar yang dilakukan secara virtual pada hari Sabtu 23 Januari 2021.

Aminudin juga menekankan bahwa dalam rangka pencegahan korupsi, maka antisipasi juga perlu dilakukan oleh dunia usaha. “Pengalaman empiris korupsi itu terjadi karena ada dua belah pihak yang saling berkolaborasi: dari sisi regulator atau dari sisi dunia usaha. Oleh karena itu ke depan mulai melakukan antisipasi, agar sektor usaha swasta itu mulai melaksanakan prinsip anti korupsi. Bila dijalankan akan membuat perusahaan menjadi lebih effisien dan meningkatkan profit. Jadi ini untuk kepentingan dunia usaha itu sendiri. Efek positif lainnya, bisa terhindar dari tindak prilaku korupsi dunia usaha,” ujar Direktur Anti Korupsi Badan Usaha KPK tersebut.

Di kesempatan yang sama, Laode Muhammad Syarif selaku Direktur Kemitraan juga menuturkan bahwa prilaku korupsi yang sering kali terjadi dalam dunia usaha dalam melakukan investasi ialah melakukan penyuapan. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Wakil Ketua KPK masa bakti 2015 – 2019 tersebut, 60 persen persoalan investasi yang tidak berintegritas berasal dari penyuapan, kemudian baru diikuti oleh persoalan pada pengadaan (procurement) sebesar 23 persen.

Laode juga menyorot hasil survey dari Paul Kenny dan Eve Warburton berjudul “Paying Bribes in Indonesia: A Survey of Business Corruption”, yang menunjukkan bahwa penyuapan paling banyak terjadi pada sektor usaha yang ekstraktif seperti pertambangan, kehutanan, dan lain sebagainya kemudian diikuti oleh sektor konstruksi.

Laode meminta badan usaha untuk mengikuti protokol yang ada pada Pedoman KPK. “Equip your company dengan Corruption Prevention Guide for Business dari KPK atau ISO 37001 Anti bribery Management Systems,” ujar Laode. Dengan mengikuti prokotol ini, harapannya perusahan dapat terhindar dari praktik korupsi pada dunia usaha.

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida yang juga menjadi narasumber pada seminar virtual tersebut juga memaparkan persoalan korupsi yang terjadi. Totok menawarkan agar ada perubahan pada rantai pasok sektor properti. “Perlu ada perubahan dari mulai pengadaan lahan, perijinan, pengutan dan beban kewajiban hingga perlindungan investasi,” ujar Totok pada kesempatan tersebut.

Totok juga pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KPK yang mengawal penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari Pengembang ke Pemerintah Daerah.  “Dulu penyerahan PSU dipungut, dengan dikawal oleh KPK tidak ada lagi biaya seperti itu,” ujar Totok. Namun demikian Totok berharap KPK dapat membantu pengusaha untuk dapat keluar dari lingkaran setan praktik korupsi.

Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK Syarif Hidayat yang juga hadir pada kesempatan tersebut juga mengenalkan aplikasi JAGA yang bisa di download untuk memberikan masukan atau laporan kepada KPK. “Salah satunya adalah menjaga perizinan, jadi nanti dengan aplikasi JAGA khusus untuk perijinan kita bisa mengawal, dari layanan publik seperti apa, perijinan seperti apa. Tahun ini aplikasi JAGA diamanahkan kepada Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik untuk ditingkatkan manfaatnya kepada masyarakat luas,” ujar Syarif pada kesempatan tersebut. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegawai Negeri Sipil (Foto: Adang Sumarna)

    Cek Aplikasi Baru dari BP Tapera

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Beralihnya pengelolaan data dan dana Tabungan Perumahan (Taperum) ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), ditandai dengan 3,9 juta PNS aktif peserta Bapertarum ditetapkan menjadi Peserta Tapera. Mulai sekarang, Peserta Tapera yang merupakan PNS berstatus aktif pada Agustus 2021 sudah dapat mengakses layanan cek saldo melalui portal kepesertaan Sitara (https://peserta.tapera.go.id). PNS aktif […]

  • Kementerian PUPR Segera Bangun Rusun ASN dan Hankam

    Kementerian PUPR Segera Bangun Rusun ASN dan Hankam

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan 47 tower rumah susun (rusun) aparatur sipil negara (ASN) serta petugas pertahanan dan keamanan (hankam) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sejumlah alat berat serta para pekerja konstruksi sudah berada di sejumlah titik lokasi pembangunan. “Pembangunan rusun ASN dan petugsa hankam di IKN akan segera mulai,” kata […]

  • Produk komersial Paramount Petals

    Diminati Pasar, Paramount Petals Kembali Pasarkan Produk Komersial

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Paramount Petals, kota mandiri baru seluas sekitar 400 hektar di barat Jakarta terus berusaha merealisasikan beragam komitmen pembangunan kepada konsumen. Teranyar, Paramount Petals telah melakukan seremoni serah terima area komersial perdana yakni Calico Square pada Oktober 2024, atau satu bulan lebih cepat dari jadwal yang dijanjikan. Sebelumnya, Paramount Petals telah merealisasikan pelaksanaan groundbreaking […]

  • PP Nomor 20/2021 Diklaim Bukan Ancaman

    PP Nomor 20/2021 Diklaim Bukan Ancaman

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar bukan merupakan ancaman keberlanjutan bagi dunia usaha. Negara tidak akan bertindak sewenang-wenang dalam menegakkan PP 20/2021 sebagai turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK). “Pelaksanaan penertiban tanah dan kawasan telantar seolah menjadi ancaman bagi keberlanjutan […]

  • Per September, Jumlah Wisman Tembus 96 Persen

    Per September, Jumlah Wisman Tembus 96 Persen

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia per awal September 2022 mencapai 1,8 juta orang dari total target 3,6 juta pelancong sepanjang tahun 2022. Capaian itu mencapai 96,1 persen dari target batas bawah, namun baru terpenuhi 48,1 persen dari target batas atas sebesar 3,6 juta wisman. “Capaian target kunjungan wisman pada Agustus 2022 mencapai […]

  • BTN Bidik Pembiayaan untuk 150 Ribu Rumah Rendah Emisi

    BTN Bidik Pembiayaan untuk 150 Ribu Rumah Rendah Emisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • 0Komentar

    BEKASI – Mendukung komitmen Pemerintah untuk mengakselerasi jumlah pasokan rumah layak huni, sehat, dan ramah lingkungan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memacu ketersediaan Rumah Rendah Emisi. Pada 2029, BTN membidik akan membiayai 150.000 Rumah Rendah Emisi. Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan pihaknya mendukung penuh inisiatif BTN dalam […]

Translate »
expand_less