Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » 4 Dampak Konflik Iran-AS dan Israel ke Sektor Properti Indonesia

4 Dampak Konflik Iran-AS dan Israel ke Sektor Properti Indonesia

  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel makin memanas dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut meningkatkan kembali risiko geopolitik globah sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, termasuk dampaknya terhadap sektor properti Indonesia.

“Secara langsung, konflik di Timur Tengah tidak serta-merta menghentikan transaksi rumah atau apartemen di Indonesia. Namun, sektor properti sangat sensitif terhadap stabilitas makroekonomi dan sentimen jangka panjang. Karena itu, dampaknya lebih bersifat tidak langsung, melalui beberapa jalur transmisi ekonomi,” urai Head of Research Services Colliers Indonesia Ferry Salanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Maret 2026.

Ferry menjelaskan, ada empat dampak yang diakibatkan oleh konflik tersebut terhadap sektor properti tanah air, yaitu sebagai berikut.

1. Harga Minyak dan Inflasi

Eskalasi konflik berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia, terutama jika mengganggu jalur distribusi energi global. Sebagai negara yang masih mengimpor energi, Indonesia rentan terhadap tekanan inflasi akibat kenaikan biaya transportasi dan logistik. Inflasi yang meningkat dapat mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat atau mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Bagi sektor properti, suku bunga merupakan variabel kunci karena mayoritas pembelian rumah kelas menengah masih mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kenaikan suku bunga akan langsung memengaruhi keterjangkauan cicilan dan daya beli.

2. Nilai Tukar Rupiah vs Harga Properti

Ketidakpastian global sering memicu aliran dana keluar (capital outflow) menuju aset safe haven (misalnya emas, USD, obligasi, dll.) sehingga berpotensi melemahkan rupiah. Pelemahan kurs meningkatkan biaya material impor seperti elevator, façade system, HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), serta komponen teknis gedung bertingkat lainnya yang sifatnya high-tech.

Proyek high-rise menjadi lebih sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar dibanding rumah tapak, karena proporsi material impornya relatif lebih besar. Hal ini berpotensi menekan margin pengembang atau mendorong penyesuaian harga jual.

3. Biaya Konstruksi dan Ekspansi Proyek

Jika pelemahan rupiah cukup tajam dan permintaan pasar melambat, pengembang cenderung menunda peluncuran proyek baru. Fokus biasanya dialihkan pada penjualan stok yang ada serta penyesuaian spesifikasi untuk mengendalikan biaya. Namun, proyek yang telah memasuki tahap konstruksi umumnya tetap berjalan demi menjaga arus kas dan kredibilitas perusahaan.

4. Sentimen dan Perilaku Investor

Properti adalah sektor yang sangat dipengaruhi persepsi jangka panjang. Dalam kondisi ketidakpastian, pasar biasanya memasuki fase wait-and-see. Investor menunda ekspansi, sementara konsumen menunda pembelian.

Secara umum, pasar properti cenderung melalui tiga fase saat menghadapi tekanan eksternal. Pertama Fase Terkejut dan Wait-and-See yang menyebabkan transaksi melambat sementara. Kedua, Fase Selektivitas Tinggi dengan hanya proyek premium dengan lokasi strategis dan harga realistis yang tetap bergerak. Ketiga, Fase Normalisasi dengan pasar kembali rasional apabila situasi global mereda.

“Jika konflik tidak berkembang menjadi krisis energi global berkepanjangan, dampaknya cenderung moderat dan temporer. Namun apabila terjadi lonjakan harga energi yang signifikan dan tekanan inflasi meningkat tajam, efek terhadap daya beli dan pembiayaan properti bisa lebih terasa,” pungkasnya. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Kepala-Wakil KepalaIKN

    Jabat Wakil Kepala IKN, Dhony Rahajoe Mundur dari Sinar Mas Land

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah melantik Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Istana Negara Jakarta, pada Kamis (10/3/2022). Hal tersebut membuat Dhony Rahajoe yang sebelumnya menjabat sebagai Managing Director President Office Sinar Mas Land resmi mengundurkan diri dari perusahaan properti tersebut. “Guna menghindari conflict […]

  • Perbaiki Kualitas SDM, Solusi Hadapi Persaingan Bisnis Properti

    Perbaiki Kualitas SDM, Solusi Hadapi Persaingan Bisnis Properti

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • 0Komentar

    Palangka Raya – Industri perumahan terkena dampak ketidakpastian kondisi ekonomi global serta mulai naiknya tensi politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024. Pelaku usaha properti harus terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas SDM tenaga kerjanya melalui serangkaian pelatihan guna menghadapi persaingan bisnis. “Pelaku usaha properti harus bisa menjalankan efisiensi serta meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM tenaga […]

  • Aplikasi Ini Tingkatkan Industri Kreatif Bumi Cendrawasih

    Aplikasi Ini Tingkatkan Industri Kreatif Bumi Cendrawasih

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2-15 Oktober 2021, Panitia Besar (PB) PON me-launching aplikasi Papua Tourism. Aplikasi ini bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan industri kreatif, potensi wisata dan budaya di Bumi Cendrawasih. “Dalam menuju 40-an hari ke depan, kita harus bisa memastikan bahwa kita bisa memunculkan semua apa yang kita miliki. […]

  • Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kinerja pasar perumahan sepanjang tahun 2021 relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020 dengan kenaikan unit terjual 27,3% dan kenaikan nilai penjualan 69,0%. Meski hingga kuartal III-2021 pasar perumahan terkonsentrasi di segmen menengah-atas, namun di kuartal IV-2021 pasar mulai bergeser ke segmen yang lebih rendah. “Seperti yang diprediksi sebelumnya, kemungkinan pasar akan kembali ke […]

  • Mantap, Metland Raih Penghargaan “The Best Developer 2021”

    Mantap, Metland Raih Penghargaan “The Best Developer 2021”

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) meraih penghargaan kategori Developer and Phenomenal Figure: Best Developer 2021 dalam ajang Duo Award Indonesia Property&Bank Award-XVI dan Indonesia MyHome Award-V. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wahyu Sulistio, Direktur PT Metropolitan Land Tbk di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta (24/2). Ajang dua penghargaan pertama yang diterima Metland sekaligus ini […]

  • Pekerja Formal Buruh (Foto: Adang Sumarna)

    Duh, Status Ekonomi Indonesia Bisa Merosot Lagi

    • calendar_month Sabtu, 6 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kontraksi perekonomian nasional sebesar minus 2,07 persen (year on year/yoy) sepanjang tahun 2020 dipastikan akan berdampak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia. Dari semula sebesar Rp 59,1 juta atau setara USD 4.174 per kapita pada tahun 2019, menjadi Rp 56,9 juta atau setara USD 3.911 per kapita di tahun 2020. Penurunan PDB […]

Translate »
expand_less