Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Waspada! Konflik Timur Tengah Bisa Bikin Properti Lesu

Waspada! Konflik Timur Tengah Bisa Bikin Properti Lesu

  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Konflik di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung hampir dua bulan ini dapat memicu gejolak di berbagai lini perekonomian, termasuk sektor properti. Research Services Colliers Indonesia Ferry Salanto menyebut, konflik Timur Tengah yang masih berlangsung tanpa kepastian akhir belum berdampak langsung pada pasar properti nasional.

“Sementara ini, kita lihat bahwa memang dampak itu belum belum langsung terasa tapi kita harus mengantisipasi,” jelas Ferry dalam Colliers Virtual Media Briefing Q1 2026, Rabu, 8 Februari 2026.

Lebih lanjut, Ferry Salanto menjelaskan bahwa industri properti sangat sensitif terhadap biaya konstruksi dan pergerakan suku bunga. Konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga material bangunan dan berdampak pada sektor properti.

“Kalau nanti harga minyak naik, tentu nanti akan terjadi kenaikan biaya operasional dan juga mungkin akan apa memicu inflasi. Dan inflasi ini akan memicu kenaikan suku bunga. Efek berantai ini yang nanti yang dikhawatirkan akan berpengaruh langsung kepada sektor properti,” urainya.

Dampak Tidak Langsung Konflik Timur Tengah

Sementara itu, dampak tidak langsung dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah melonjaknya biaya operasional gedung. Seperti diketahui, komponen utama biaya operasional gedung didominasi oleh biaya energi, kemudian disusul oleh biaya tenaga kerja. Kenaikan BBM juga akan berpengaruh ke service charge.

“Mau enggak mau pemilik gedung nanti akan menerapkan service charge yang lebih tinggi kepada penyewa. Ini nggak bisa dihindari karena tadi biaya energi terutama di gedung-gedung kantor, gedung apartemen dan mal itu memang yang mendominasi seluruh cost operasional dari satu gedung,” imbuh Ferry.

Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil, pemilik gedung cenderung tidak menaikkan tarif sewa, sembari mempertimbangkan daya tahan bisnis para penyewa. “Untuk menaikkan tarif sewa tentu memang belum kondisinya belum belum sesuai dengan kondisi banyak perusahaan yang ada sekarang ini, tapi kalau biaya operasional ini sesuatu yang memang tidak bisa dinego dan tidak bisa dihindari sehingga komponen terbesar dari sewa yang akan naik itu nanti adalah biaya service charge,” pungkasnya. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • SCG Indonesia

    SCG Indonesia Cetak Penjualan Rp6,21 T

    • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – SCG Indonesia mencetak pendapatan dari penjualan sebesar Rp6,21 triliun (US$433 juta). Pendapatan tersebut meningkat 18 persen secara tahunan terutama dari unit bisnis kemasan atau SCGP (yang didominasi oleh FajarPaper dan Intan Group) dan penjualan ekspor dari Thailand. “Kami berharap angka ini dapat terus tumbuh pada 2022, melalui penguatan penjualan domestik, serta mendorong penjualan […]

  • Paramount Land Boyong 5 Penghargaan Sekaligus di Ajang Duo Award 2024

    Paramount Land Boyong 5 Penghargaan Sekaligus di Ajang Duo Award 2024

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Paramount Land berhasil meraih 5 penghargaan sekaligus dalam Property & Bank Award ke-18 dan Indonesia MyHome Award ke-7 atau Duo Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Journalist Media Network (JMN), penerbit Majalah Property & Bank dan MyHome, di Raffles Hotel Jakarta, Senin (20/5) lalu. Dalam ajang tersebut, Paramount Land meraih penghargaan tertinggi sebagai ‘Developer […]

  • profesi perencana

    Suharso Monoarfa: Profesi Perencana Dituntut Responsif Terhadap Tantangan

    • calendar_month Sabtu, 17 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, profesi perencana, para alumni dan pendidikan perencana dituntut responsif terhadap tantangan ke depan. Demikian ia sampaikan dalam Webinar Alumni Bicara #5 dengan tema Peran Alumni Dalam Implementasi Rencana: Bergerak Bersama Membangun Wilayah dan Kota yang diselenggarakan secara virtual, Jumat, 16 September 2022. “Bagaimana sebaiknya respon […]

  • kendala rumah subsidi

    REI Banten Suarakan Kendala Pengembangan Rumah Subsidi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Banten menyuarakan sejumlah kendala dalam pengembangan rumah subsidi. Program swasembada pangan menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang memicu tantangan besar dalam upaya realisasi Program 3 Juta Rumah. Ketentuan terkait ketersediaan Lahan Baku Sawah (LBS) untuk program swasembada pangan berdampak mempersempit penyediaan lahan untuk program rumah subsidi. “Kami […]

  • Kawasan Industri Hijau Mulai Jadi Tren di Asia Pasifik

    Optimisme Sektor Ritel dan Kawasan Industri Pasca Aksi Demonstrasi

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor kawasan industri dan ritel pada Semester II 2025 diprediksi tetap memiliki potensi yang baik. Lembaga Konsultan Properti Knight Frank Indonesia memprediksi untuk jangka panjang kawasan industri prospek Indonesia masih sangat potensial jika dapat membangun iklim investasi yang kondusif dan menjaga kepercayaan investor. “Investor akan terus memantau bagaimana upaya-upaya para stakeholder memberikan jaminan […]

  • Menkeu Paparkan Potensi Keuangan Syariah

    Menkeu Paparkan Potensi Keuangan Syariah

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Sekira satu dekade silam, industri keuangan syariah relatif kecil dengan segala keterbatasannya. Namun, kini keuangan Islam menjadi pasar utama serta memiliki kontribusi yang signifikan dalam ekosistem keuangan global. “Saat ini keuangan Islam memiliki pertumbuhan tercepat dari industri keuangan global dan terus berkembang. Aset keuangan Islam telah meningkat secara signifikan dan jumlahnya naik tiga […]

Translate »
expand_less