Era Baru Pusat Perbelanjaan Jakarta Dimulai
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- print Cetak

Ilustrasi pusat perbelanjaan (Foto: Pixabay/stevepb)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pusat perbelanjaan dengan kinerja terbaik di Jakarta diperkirakan adalah pusat perbelanjaan yang secara konsisten menyesuaikan bauran penyewa, menghadirkan konsep berbasis pengalaman yang relevan, serta berinvestasi dalam peningkatan kualitas operasional dan pengalaman pengunjung.
Sementara itu, aset yang masih mengandalkan strategi penyewaan konvensional sebagai pendekatan utama berpotensi menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mempertahankan tingkat okupansi, pertumbuhan tarif sewa, dan nilai aset dalam jangka panjang.
“Kehadiran berbagai konsep baru menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pasar konsumen Jakarta tetap terjaga. Namun, strategi ekspansi kini dilakukan secara lebih disiplin dan terukur,” kata Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu, 5 September 2026.
Ferry menjelaskan, para peritel semakin membutuhkan lokasi yang tidak sekadar memberikan visibilitas, tetapi juga menawarkan profil konsumen yang sesuai, arus pengunjung yang berkelanjutan, konversi penjualan yang lebih kuat, serta lingkungan penyewa yang mendukung kinerja merek dalam jangka panjang.
Pola permintaan tersebut mendorong pengelola pusat perbelanjaan untuk menempatkan bauran penyewa sebagai bagian dari ekosistem yang strategis. Penyewa utama yang menjadi daya tarik, pilihan kuliner, hiburan, kebugaran, layanan penunjang, serta merek-merek yang saling melengkapi semakin dipadukan untuk memperpanjang durasi kunjungan, mendorong kunjungan berulang, dan meningkatkan belanja konsumen.
Pemulihan Pusat Perbelanjaan Jakarta
Menurut Jakarta Retail Market Report Q2 2026 dari Colliers Indonesia, pasar ritel Jakarta melanjutkan pemulihan secara bertahap, meskipun kinerja antar pusat perbelanjaan semakin menunjukkan perbedaan. Para peritel kini semakin selektif dalam melakukan ekspansi dan cenderung memprioritaskan pusat perbelanjaan dengan jumlah pengunjung yang kuat, produktivitas penjualan yang lebih tinggi, serta profil konsumen yang sesuai dengan target pasar mereka.
Pada kuartal II 2026, rata-rata sewa dasar untuk specialty store tercatat sekitar Rp484.393 per m² per bulan, sementara rata-rata service charge berada di kisaran Rp147.206 per m² per bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja pusat perbelanjaan semakin ditentukan oleh kualitas aset, relevansi tenant, standar operasional, serta kemampuan mal dalam menciptakan pengalaman yang menarik bagi pengunjung.
Seiring dengan semakin selektifnya peritel dalam memilih lokasi, mal yang mampu mempertahankan tingkat hunian yang sehat, membangun ekosistem tenant yang kuat, serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menentukan harga sewa akan berada pada posisi yang lebih unggul untuk menarik merek-merek baru sekaligus mempertahankan kinerja yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Berdasarkan laporan yang sama, permintaan ruang ritel sepanjang kuartal II 2026 terutama berasal dari pelaku usaha makanan dan minuman, kecantikan dan kebugaran, pakaian olahraga, hiburan, serta gaya hidup.
Sejumlah merek membuka gerai pertamanya di Indonesia di pusat perbelanjaan seperti Plaza Indonesia, Puri Indah Mall, Lotte Mall, dan beberapa mal lainnya. Sektor-sektor tersebut terus berkembang seiring meningkatnya alokasi belanja konsumen untuk interaksi sosial, rekreasi, kesehatan, dan aktivitas berbasis pengalaman.
Colliers juga mencatat rencana pembukaan sejumlah gerai baru sepanjang 2026, termasuk merek internasional dari kategori fesyen, kecantikan, makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, hiburan, buku, serta mainan, di berbagai pusat perbelanjaan utama di Jakarta dan Greater Jakarta. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
