Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Besi Terus Melambung, REI Usulkan Prototype Desain Rumah Sederhana

Harga Besi Terus Melambung, REI Usulkan Prototype Desain Rumah Sederhana

  • calendar_month Rabu, 27 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA- Kenaikan harga besi dan baja tampaknya sulit terbendung. Kondisi itu membuat pengembang khususnya yang membangun rumah subsidi makin terjepit, sementara di sisi lain pemerintah tidak menaikkan harga jual rumah subsidi pada tahun ini.

Menanggapi masalah kenaikan beberapa bahan material di pasar terutama besi dan baja, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengusulkan perlunya prototype desain rumah sederhana tapak yang bisa digunakan di seluruh Indonesia mulai tahun ini.

Desain tersebut diharapkan dapat membantu pengembang untuk menghemat dana konstruksi hingga 5% sebagai kompensasi atas melonjaknya harga besi dan baja.

“Kami memahami bahwa kenaikan harga besi, baja, dan bahan material lain termasuk upah tukang tidak bisa dibendung. (Kenaikan) pasti terjadi karena mengikuti mekanisme pasar, kecuali pemerintah mampu mengontrol harga bahan material untuk rumah subsidi tidak naik. Artinya, mau tidak mau pengembang yang harus menyesuaikan dengan kondisi harga di pasar,” ujar Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI bidang Rumah Subsidi dan Aparatur Sipil Negara, Oka Moerod kepada Industriproperti.com, Rabu (27/1/2021).

Oleh karena itu, REI sudah melakukan diskusi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar membuat tim khusus untuk menyusun dan membuat prototype desain rumah sederhana tapak secara seragam.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI Oka Moerod

Moerod menjelaskan dengan desain rumah yang seragam ini bisa mengurangi biaya-biaya aksesoris rumah yang biasanya berbeda-beda di setiap daerah. Dia memberi contoh ada beberapa daerah yang menggunakan atap bertingkat dan teras batu alam.

“Nah kami berharap dengan desain yang sama setidaknya ada dana yang bisa dikompensasi untuk material saja,” papar Moerod.

Menurut dia, perubahan desain ini tidak akan berpengaruh pada keselamatan konstruksi dan kesehatan penghuni di rumah karena yang dikurangi adalah asesoris rumah, sedangkan spesifikasi penting lain tetap dipenuhi pengembang. Meski di sisi lain, Moerod tidak menafikkan kalau di sejumlah daerah terdapat kearifan lokal termasuk dalam hal bahan material rumah yang tidak dapat dikurangi, maka kondisi tersebut dapat dikecualikan.

“Tentu saja ini masih usulan, bisa diterima bisa tidak. Hanya saja harus sekarang dilakukan karena tentu proses pembuatan prototype-nya butuh waktu termasuk tahapan di Balitbang PUPR,” tegas Moerod.

Ketergantungan Impor

Moerod menjelaskan kenaikan besi dan baja ringan terjadi karena kedua barang ini masih diimpor, sehingga pada masa pandemi biaya logistik yang tinggi menyebabkan harganya melambung. Oleh karena itu, Moerod sangat mendukung apabila pemerintah bisa menyediakan dan membantu dunia usaha dengan memproduksi sendiri bahan material di dalam negeri terlebih besi dan baja.

Apalagi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu sudah mendorong dunia usaha untuk menggunakan produk lokal dalam pembangunan konstruksi termasuk perumahan. Sayangnya, kata Moerod, imbauan itu belum berjalan karena kurang didukung kemampuan produksi lokal dan dukungan pemerintah masih kurang memadai.

“Kelak kalau pejabat Indonesia sudah amanah, benar-benar mau, dan mampu tentu semua bisa kita produksi di dalam negeri. Indonesia sangat kaya alamnya dan kita mampu mengelolanya. Kalau sudah tersedia bahan material lokal dengan kualitas dan harga bersaing, maka pengembang pasti akan senang memakai produk dari dalam negeri sendiri,” tegas Moerod. (MRI)

  • Penulis: Telaga Anandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Properti - Webinar Indonesia's Property Market Outlook & Real Estate Trends 2022

    Stimulus Pemerintah Masih Jadi Penentu Sektor Properti

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Stimulus pemerintah masih menjadi penentu berputarnya roda sektor properti Tanah Air. Indikatornya adalah kenaikan harga properti pada kuartal dua dan ketiga tahun ini serta kenaikan pencarian properti secara tahunan. “Stimulus pemerintah itu masih akan menjadi faktor penentu pasar properti di Indonesia di 2022,” ucap Country Manager Rumah.com, Marine Novita dalam Webinar Indonesia’s Property […]

  • Kota Kembang

    Ini Area Prospektif di Kota Kembang

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Salah satu wilayah di area Bandung yang prospektif sektor propertinya adalah Cileunyi. Lokasinya yang sudah berada di luar kota Bandung sehingga harganya relatif jauh di bawah daerah Bandung yang lain sepanjang jalur Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Sementara itu area Pasteur yang selama ini popular sebagai gerbang keluar masuk kota Bandung sepertinya mulai mengalami […]

  • kredit properti

    Duh! Kredit Properti Kembali Melambat

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Secara tahunan (year on year/yoy), laju kredit properti mengalami pertumbuhan 5 persen pada bulan Juni 2022. Namun sayangnya, angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dari pada bulan sebelumnya yang menyentuh angka 5,9 persen (yoy). “Penyaluran kredit sektor Properti pada Juni 2022 tumbuh 5,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (5,9 persen, yoy), terutama […]

  • KEK kawasan ekonomi khusus

    KEK Diharapkan Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Melalui fasilitas kemudahan yang telah diberikan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan dan menarik investasi baru. “Kita bersama seluruh jajaran Dewan Nasional KEK dan BUPP, serta para pelaku usaha di KEK di seluruh Indonesia, berkomitmen menjalankan apa yang menjadi nilai-nilai Pancasila di dalam kegiatan berusaha, sehingga seluruh KEK diharapkan […]

  • Ekonomi 2020 Minus 2,07%, Berapa Pertumbuhan Industri Properti?

    Ekonomi 2020 Minus 2,07%, Berapa Pertumbuhan Industri Properti?

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2020 terkontraksi sebesar minus 2,19 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan secara kumulatif pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2020 juga terkontraksi sebesar minus 2,07 persen (yoy).  “Kendati perekonomian mengalami kontraksi, sektor realestat pada triwulan IV tahun 2020 tetap […]

  • Akad Perdana, KPR Subsidi BTN Mulai Gunakan Kompor Induksi

    Akad Perdana, KPR Subsidi BTN Mulai Gunakan Kompor Induksi

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik seluruh penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BTN pada 2021 akan menggunakan kompor induksi. Target tersebut merupakan bentuk komitmen Bank BTN untuk mendukung Gerakan Konversi 1 Juta Kompor LPG ke Kompor Induksi yang diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan […]

Translate »
expand_less