Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menteri PKP: Huntap Korban Bencana Sumatera Rampung Mei 2026

Menteri PKP: Huntap Korban Bencana Sumatera Rampung Mei 2026

  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana Sumatera bisa dirampungkan pada bulan Mei 2026.

“Kami bergerak cepat dan progresif. Saat ini Kementerian PKP sedang membangun 2.603 unit Huntap melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud semangat gotong royong,” ujar Menteri PKP, Maruarar Sirait, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam penyediaan huntap, Kementerian PKP bertugas melaksanakan pembangunan melalui skema relokasi terpusat atau satu hamparan. Sementara itu, penyediaan Huntap melalui skema relokasi mandiri dan insitu menjadi kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Berdasarkan data per 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 252.573 unit rumah terdampak bencana, dengan rincian 32.538 unit rumah rusak berat dan 16.653 unit rumah hanyut. Untuk kebutuhan relokasi, telah diidentifikasi 121 titik lahan seluas 443,23 hektare dengan daya tampung sekitar 20.057 unit rumah, dan 68 titik di antaranya telah terverifikasi layak.

Untuk percepatan pembangunan Huntap Tahap I, Kementerian PKP menerima usulan sebanyak 7.449 unit dari 19 pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total kebutuhan anggaran yang telah dihitung mencapai Rp2,193 triliun.

Pembangunan huntap akan dilaksanakan melalui pengadaan barang dan jasa dengan melibatkan kontraktor BUMN dan swasta, serta memanfaatkan teknologi konstruksi cepat dan berkelanjutan seperti Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan Bata Interlock Presisi (BIP).

huntap

Kementerian PKP mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas percepatan pembangunan Huntap untuk korban bencana Sumatera, di DPR RI, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026 (Foto: Istimewa)

Kementerian PKP berharap percepatan pembangunan Huntap dapat berjalan efektif dan tepat waktu, sekaligus memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan sebagai wujud kehadiran negara.

Percepat Huntap dan Huntara

Pemerintah Provinsi Aceh mempercepat ketersediaan lahan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk 17 kabupaten/kota di Aceh.

“Status lahan dan lokasi tanah harus clean and clear. Kita targetkan persoalan ini selesai dalam waktu dekat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh, M Nasir.

Menurutnya, seluruh kendala administratif dan teknis terkait lahan juga harus segera diselesaikan, mengingat kebutuhan mendesak bagi para korban bencana. Apalagi, tidak lama lagi memasuki bulan Ramadhan. “Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadhan, kepastian hunian bagi warga terdampak harus jelas,” tegasnya.

M Nasir mengutarakan, saat ini masih terdapat kendala di lapangan, termasuk penolakan warga di sejumlah daerah terkait lokasi hunian tetap yang dinilai tidak strategis. Misalnya, di Kabupaten Gayo Lues, lahan yang tersedia hunian sementara ternyata tidak cocok dijadikan lokasi hunian tetap, dikarenakan jarak tempuhnya terlalu jauh dari pusat aktivitas masyarakat.

Sementara itu, warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, berharap agar huntap dibangun tidak jauh dari desa asalnya. Hal itu supaya mereka tetap bisa menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi seperti biasanya. “Kita harus mencari solusi untuk pemerintah kabupaten yang terkendala ketersediaan lahan. Apakah nantinya akan ada koordinasi dengan Pemerintah Aceh jika harus dilakukan pengadaan atau pembelian lahan baru,” ujarnya.

M Nasir mengingatkan agar skema penguasaan lahan benar-benar kuat secara hukum. Ketiadaan sertipikat atau Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) bukan solusi jangka panjang yang ideal bagi masyarakat. “Dinas Pertanahan dan Dinas Perkim Aceh harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota serta BPN untuk memastikan kelayakan lahan secara teknis dan legalitasnya,” tandasnya.

Plh Kepala Dinas Pertanahan Aceh, M Mizwar menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan adalah data kebutuhan yang sering berubah mengikuti dinamika di masyarakat.

Sebagai langkah taktis, M Mizwar menyarankan agar pemerintah kabupaten/kota terdampak dapat memprioritaskan penggunaan aset tanah milik pemerintah untuk mempercepat proses pembangunan. “Untuk pembiayaan, anggaran pembangunan Huntap ini telah dimasukkan ke dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) tahun 2026,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenparekraf Jalin Kemitraan dengan Marriot International Inc

    Kemenparekraf Jalin Kemitraan dengan Marriot International Inc

    • calendar_month Sabtu, 30 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menjalin kemitraan dengan Marriot International Inc. Kerja sama ini mencakup pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. “Kita perlu menjalin kemitraan dengan industri perhotelan sebagai industri yang berkontribusi terhadap sektor pariwisata. Perjanjian kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam upaya pengembangan […]

  • Ilustrasi Pembangunan IKN

    Ini Peran Swasta dalam Pengembangan IKN Baru

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembangan Ibu Kota Negara Baru (IKN) di Kalimantan Timur memerlukan peran semua elemen masyarakat, termasuk pihak swasta. Salah satu peran swasta dalam pengembangan IKN adalah pada tahapan prime mover kedua yang merupakan mesin pendukung pembangunan. “Di manakah peran swasta bisa dijalankan? Di prime mover kedua ini saya kira investasi swasta bisa masuk. Setelah […]

  • pln

    Q1 2024, Tarif Listrik Dipastikan Tidak Naik

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) siap menjalankan keputusan tidak menaikkan tarif listrik pada Kuartal I-2024 mendatang. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengawal pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan ini berlaku bagi 13 pelanggan nonsubsidi dan 25 golongan pelanggan bersubsidi. Kendati tahun depan bakal dipenuhi tantangan perekonomian global dan fluktuasi […]

  • Semester I 2022, PSR Diklaim Tembus 466 Ribu Unit

    Semester I 2022, PSR Diklaim Tembus 466 Ribu Unit

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat hingga semester I tahun 2022 Program Sejuta Rumah (PSR) mencapai angka 466.011 unit. Capaian tersebut terdiri dari 382.162 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 83.849 unit rumah non MBR. “Kami optimis capaian PSR akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Apalagi rumah merupakan kebutuhan […]

  • Dibantu BPN dan KPK, PLN Amankan Ribuan Persil Aset Lahan

    Dibantu BPN dan KPK, PLN Amankan Ribuan Persil Aset Lahan

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT PLN (Persero) telah mengamankan aset lahan sebanyak 13.877 persil tanah per Oktober 2021 dari total target sebanyak 27 ribu persil tanah sepanjang tahun 2021. Pengamanan aset negara untuk kepentingan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini atas dukungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penambahan jumlah tanah bersertipikat hingga akhir Oktober, maka […]

  • Pemerintah Berkomitmen Wujudkan Kolaborasi Tangani Kawasan Kumuh Perkotaan

    Pemerintah Berkomitmen Wujudkan Kolaborasi Tangani Kawasan Kumuh Perkotaan

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan kawasan perkotaan di Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan dan kumuh. Pemerintah berkomitmen mewujudkan kolaborasi dan pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan kawasan kumuh di perkotaan. “Pembangunan perkotaan di Indonesia masih banyak berhadap dengan tantangan terkait kemiskinan dan kekumuhan. Satu dari 10 penduduk Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Kolaborasi dari multi sektor […]

Translate »
expand_less