Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Industri Furnitur RI Terdampak Kondisi Geopolitik Global

Industri Furnitur RI Terdampak Kondisi Geopolitik Global

  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sektor industri furnitur nasional terimbas geopolitik global karena terhambatnya arus logistik. Selain itu, penerapan regulasi lingkungan global, yakni European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang harus dijawab dengan kesiapan sertifikasi.

Tantangan lainnya yang juga dihadapi industri furnitur adalah penurunan kinerja ekspor sebesar 3 persen pada tahun 2025 menjadi US$1,85 miliar dan kenaikan impor sebesar 6 persen menjadi US$0,82 miliar.

Selain memberikan nilai tambah bagi perekonominan nasional, sektor ini juga dikenal sebagai industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

“Industri furnitur merupakan model hilirisasi kayu yang krusial karena bersifat padat karya, mampu menciptakan nilai tambah, serta memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sektor ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang nilainya mencapai lebih dari US$736,21 miliar,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan pers yang dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Industri furnitur merupakan sektor manufaktur strategis yang menjadi pilar hilirisasi berbasis sumber daya alam. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan. “Kami berkomitmen mendorong transformasi industri furnitur. Tidak hanya sekadar produsen, namun juga menjadi pusat manufaktur global yang berbasis desain dan keberlanjutan,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika.

Kemenperin berkomitmen meningkatkan produktivitas industri furnitur, salah satunya melalui Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Pengolahan Kayu. Program tersebut telah memfasilitasi 35 perusahaan dengan total nilai reimburse mencapai Rp26,1 miliar. Pelaksanaan program tersebut terbukti telah memberikan dampak yang sangat nyata dengan efisiensi proses sebesar 10,70%, peningkatan mutu produk sebesar 36,28%, serta lonjakan produktivitas mencapai 32,65%.

Sebagai langkah strategis ke depan, Kemenperin tetap fokus pada lima pilar fasilitasi: ketersediaan bahan baku, SDM terampil, riset pasar, peningkatan kapasitas produksi, serta penciptaan iklim usaha melalui insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday.

Kinerja Sektor Industri Furnitur

Furnitur sebagai salah satu subsektor industri pengolahan nasional terus memperkokoh perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Kinerja sektor pengolahan nasional ini bahkan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,30 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen. Capaian ini merupakan momentum bersejarah karena pertumbuhan industri kembali berada di atas pertumbuhan ekonomi setelah 14 tahun, sejak terakhir kali pada tahun 2011.

Kinerja positif ini sejalan dengan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB nasional yang mencapai 19,07 persen pada tahun 2025. Di tingkat global, posisi manufaktur Indonesia semakin diperhitungkan dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) mencapai US$265,07 miliar, menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia dan posisi pertama di regional ASEAN. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • 0Komentar

    JAKARTA – Masalah perizinan menjadi kendala klasik yang masih menghantui pembangunan perumahan di Indonesia. Padahal, di satu sisi angka kekurangan (backlog) perumahan nasional masih cukup tinggi mencapai 14 juta unit, dan setiap tahunnya terus bertambah. Perlu keikhlasan dari semua pihak agar semua masyarakat dapat hidup di rumah yang layak. Jika ditanya apa salah satu yang […]

  • Bobby Ajak REI Sumut Bangun Rumah Apung di Belawan

    Bobby Ajak REI Sumut Bangun Rumah Apung di Belawan

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • 0Komentar

    Medan – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengusulkan penggunaan konsep rumah apung dalam pengembangan permukiman di area Belawan, Kota Medan. Hal ini untuk beradaptasi dengan fenomena alam banjir rob yang kerap melanda wilayah utara Kota Medan. “Soal banjir rob di wilayah utara Medan. Kita harus bisa adaptasi dengan kondisi yang ada. Salah satunya […]

  • Lagi, Pemerintah Kuasai Aset Obligor BLBI di Jakarta

    Lagi, Pemerintah Kuasai Aset Obligor BLBI di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah kembali melakukan penguasaan aset properti milik eks obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kali ini, aset yang disita melalui pemasangan plang pengamanan dilakukan di dua lokasi, yakni di Karet Tengsin, Jakarta Pusat dan Pondok Indah, Jakarta Selatan. “Kedua aset properti eks BLBI tersebut telah menjadi milik/kekayaan negara. Namun selama ini dikuasai oleh pihak […]

  • Menteri PKP Maruarar Sirait Lantik 8 Pejabat Tinggi Madya

    Menteri PKP Maruarar Sirait Lantik 8 Pejabat Tinggi Madya

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) resmi melantik delapan orang Pejabat Tinggi Madya di lingkungan Kementerian PKP hari ini, di  Jakarta, Senin 20 Januari 2025. “Saya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan ini secara resmi melantik saudara-saudari dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Saya percaya […]

  • BSN

    Jalin Kerja Sama Strategis, BSN Perkuat Ekosistem Pembiayaan Syariah

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bank Syariah Nasional atau BSN terus menjalin kerja sama strategis dan kolaborasi untuk mengintegrasikan sektor keuangan syariah dengan sektor riil properti, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pengembang dan masyarakat yang ingin memiliki hunian berbasis syariah. Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan salah satu kolaborasi penting adalah dengan menggandeng asosiasi pengembang sebagai bagian […]

  • Performa Ritel Mulai Menggeliat, Kawasan Industri Diserbu Investor

    Performa Ritel Mulai Menggeliat, Kawasan Industri Diserbu Investor

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kinerja sektor ritel dan kawasan industri di Jakarta memperlihatkan tren yang relatif stabil sepanjang Semester II 2025 dengan sejumlah sinyal pertumbuhan, baik dari sisi okupansi, ekspansi tenant, maupun penyerapan lahan industri. Pada sektor ritel, pasar Jakarta dinilai memasuki periode pemulihan yang lebih solid pascapandemi. “Kami melihat bahwa ini adalah bukti dari resiliensi untuk […]

Translate »
expand_less