Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ini Manfaat Bank Tanah Untuk Hunian MBR

Ini Manfaat Bank Tanah Untuk Hunian MBR

  • calendar_month Minggu, 7 Feb 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kehadiran Bank Tanah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK), diharapkan dapat menjawab tantangan dalam program penyediaan fasilitas hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pasalnya, selama ini tanah menjadi komoditi yang tidak pernah mengalami deflasi, dengan kata lain selalu menunjukkan kecenderungan adanya lonjakan harga.

“Komponen harga rumah tentunya adalah komponen harga tanah, bahan bangunan, maupun cost of fund. Pemerintah tentu menyadari hadirnya Bank Tanah ini harus bisa menfasilitasi penyediaan perumahan bagi MBR,” ujar Sekretaris Jendral Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Himawan Arief Sugoto, dalam webinar bertema “Arah Kebijakan Pertanahan Pasca UUCK” yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pers Nasional, Kamis, 4 Februari 2021.

Dia menyebut, program Bank Tanah bisa saja membeli tanah di tengah kota, tentunya dengan perencanaan secara matang. Apabila Bank Tanah telah memiliki permodalan yang banyak, sehingga bisa mulai memperbanyak aset tanah dalam bentuk kawasan siap bangun, dan tentunya harus berorientasi pada keadilan pertanahan. “Bisa saja menawarkan kepada siapa saja BUMN atau swasta, selama rumahnya khusus bagi MBR. Kita bisa mengatur tarif untuk MBR dengan tarif pemanfaatan lebih murah daripada harga normal,” kata Himawan yang didapuk menjadi Direktur Utama Perum Perumnas sejak 2007 silam.

Dalam kesempatan tersebut, Himawan juga mengatakan bahwa kewajiban pengembang dalam aturan hunian berimbang, bisa saja disatukan sehingga terbangun integrated public housing atau integrated affordable housing. Salah satu caranya ialah mengumpulkan kewajiban pengembang perumahan dalam aturan hunian berimbang, yang dikumpulkan menjadi satu dan bekerja sama dengan Bank Tanah.

“Di Jakarta tidak ada kawasan besar yang terpadu untuk hunian menengah bawah yang terkumpul (integrated) dan ini akan sangat bagus seperti di Hongkong, Singapore, dan di Jepang. Di kita (ada) kecil – kecil. Kita merencanakan ataupun hadir nanti bisa memberikan kontribusi bagi MBR untuk kepentingan permukiman,” tegas Himawan.

Dia menyebut, permasalahan tanah saat ini begitu menarik. Tanah tidak pernah mengalami deflasi, harganya selalu meningkat sehingga orang berbondong-bondong membeli tanah. Hal itu membuat harga tanah semakin mahal. “Celakanya masyarakat tidak bisa mendapatkan akses atau tinggal di rumah. Semakin miskin seseorang, semakin jauh dia beli (rumah), biaya transportasi pun semakin besar,” ucap jebolan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung tahun 1990.

Dilandasi persoalan tersebut, Pemerintah melalui UUCK membentuk Bank Tanah. “Ini yang harus diatasi, maka pemerintah perlu melakukan optimalisasi peran dalam bidang pertanahan,” ujar Himawan.

Lebih lanjut Himawan juga mengatakan bahwa dengan adanya Bank Tanah, maka BPN akan berfungsi sebagai sebagai regulator dan Bank Tanah berfungsi sebagai land manager (manajer pertanahan).

Adapun, berdasarkan penelusuran redaksi industriproperti.com, dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Bank Tanah yang sudah diupload di website resmi cipta kerja, salah satu fungsi Bank Tanah ialah menjamin ketersediaan tanah untuk kepentingan umum. Salah satu kepentingan umum tersebut ialah penataan permukiman kumuh perkotaan dan/atau konsolidasi tanah serta perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. (ADH & BRN)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Didukung BRI, REI Yogyakarta Gelar Pameran Properti

    Didukung BRI, REI Yogyakarta Gelar Pameran Properti

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Membaiknya sektor pariwisata dan tumbuhnya ekonomi di Yogyakarta pasca Covid-19 membawa angin segar bagi masyarakat untuk memiliki hunian. Dalam upaya memudahkan masyarakat untuk memiliki hunian khususnya properti komersial, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar ajang pameran bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sebanyak 1.952 unit hunian baru […]

  • huntap

    Menteri PKP: Huntap Korban Bencana Sumatera Rampung Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana Sumatera bisa dirampungkan pada bulan Mei 2026. “Kami bergerak cepat dan progresif. Saat ini Kementerian PKP sedang membangun 2.603 unit Huntap melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud semangat gotong royong,” ujar Menteri PKP, Maruarar Sirait, […]

  • LSD

    Pecahkan Masalah LSD, Harus Ada Titik Temu

    • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Aturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) menjadi satu momok bagi pengembang. Sebab, lahan mereka yang sudah mendapat izin tetapi belum dibangun tiba-tiba ditetapkan sebagai LSD. Untuk itu, harus ada titik temu antara pemerintah dengan pengembang untuk memecahkan permasalahan ini. “LSD Saya lihat aturan yang menjadi satu momok buat developer. Ini memang sesuatu yang harus […]

  • Survival of the Fittest

    Survival of the Fittest

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • 0Komentar

    Oleh: Drs. Ikang Fawzi, MBA Di tahun 1800-an, di dalam bukunya On the Origin of Species, Charles Darwin menggunakan istilah “survival of the fittest” yang sebenarnya dicetuskan dicetuskan pertama kali oleh seorang ekonom asal Inggris Herbert Spencer yang menganalisis teori seleksi alam Darwin dengan sebuah prinsip ekonomi. Ya dua tokoh ini memang mengakui mereka saling […]

  • Ini Harapan Stakeholder untuk UU CK

    Ini Harapan Stakeholder untuk UU CK

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta melalui webinar bertajuk “Peran Perencana Kota dalam Mendukung Implementasi UU CK di Jakarta”, pada hari Selasa, 22 Desember 2020, mengemukakan sejumlah harapan perencana kota maupun pengembang dalam implementasi Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Hadir dalam diskusi ini Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad […]

  • Ini Pemicu Rontoknya Suplai Rumah Subsidi di Papua

    Ini Pemicu Rontoknya Suplai Rumah Subsidi di Papua

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jayapura – Pengembangan rumah subsidi di Provinsi Papua sepanjang empat tahun terakhir terkendala sejumlah persoalan. Habisnya kuota KPR FLPP, bencana banjir bandang disertai longsor di Danau Sentani serta konflik horisontal menjadi pemicu rontoknya suplai rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bumi Cendrawasih. Pasokan terbesar sempat menembus angka tertingginya 5.183 unit rumah pada tahun 2017. […]

Translate »
expand_less