Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ini Sebab Industri Logam Tumbuh 7,9%

Ini Sebab Industri Logam Tumbuh 7,9%

  • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Industri logam Indonesia mencatatkan pertumbuhan 7,9% pada Triwulan I-2022. Pertumbuhan positif ini berkat kinerja meningkatnya perdagangan besi baja.

“Di triwulan I -2022, sektor industri logam mencatatkan pertumbuhan 7,9%, atau mendekati 8%. Ini suatu hal yang sangat menggembirakan. Apalagi bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya ketika sektor ini mengalami kontraksi sebesar 0,49%,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Industri baja memiliki peran strategis sebagai “mother of industries” yang berproduksi untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan sektor industri lainnya. Berbagai pengguna bahan baku baja tersebut, antara lain sektor konstruksi, alat transportasi, alat berat, elektronik, alat pertahanan, dan lain sebagainya.

Agus menjelaskan, Pada tahun 2021, neraca perdagangan besi dan baja (Kode HS 72) mengalami surplus sebesar 342 ribu ton. Peningkatan ekspor dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 51,8%. Sedangkan, peningkatan ekspor dari tahun 2019 ke 2021 adalah sebesar 133,6%.

“Pertumbuhan ekspor yang baik ini menunjukkan resiliensi industri baja kita dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Agus.

Sementara itu, realisasi investasi  sektor industri logam dasar selama Januari-Maret 2022 sebesar Rp40,18 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp37,5triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,68triliun. “Kami berharap, capaian ini mampu menjadi sinyal positif,” tegasnya.

Investasi dan Inovasi

Agus menegaskan, pemerintah bertekad untuk mendukung investasi dan inovasi dalam pemenuhan struktur pohon industri baja. Caranya dengan produk hulu sebagai bahan baku hingga produk hilir yang tinggi inovasi yang terpenuhi dalam harmonisasi supply-demand baja nasional.

“Untuk itu, pemerintah telah menyusun kebijakan pengembangan industri nasional sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, yang saat ini telah memasuki tahap kedua tahun 2020-2024 dengan target kapasitas baja nasional sebesar 17 juta ton,” ungkapnya.

Agus menyebutkan, sejumlah kebijakan strategis lainnya, antara lain penerapan standar produk yang selalu diperbarui sesuai kemampuan industri dan kebutuhan pengguna. Saat ini, untuk produk logam telah diberlakukan sebanyak 28 SNI secara wajib.

Selain itu, pengoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di lintas sektor, penetapan trade remedies melalui pertimbangan rantai pasok industri hulu hingga hilir, serta dukungan ekspor. “Pemerintah juga menetapkan berbagai insentif untuk mendukung pertumbuhan industri, di antaranya pengurangan harga gas industri, tax allowance dan tax holliday,” tutup Agus. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maroko Jajaki Peluang Kerja Sama Ekraf

    Maroko Jajaki Peluang Kerja Sama Ekraf

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Maroko menjajaki peluang kerja sama sektor industri ekonomi kreatif (ekraf). Dalam pertemuan dengan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadiâ Benabdellah, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga membahas peluang kerja sama penyelenggaraan event internasional. Menparekraf berharap kerja sama ini nantinya akan mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor pariwisata dan ekraf. “Mudah-mudahan […]

  • Jadi Pionir, Sinar Mas Land Kantongi Sertifikat Energi Hijau

    Jadi Pionir, Sinar Mas Land Kantongi Sertifikat Energi Hijau

    • calendar_month Selasa, 21 Mar 2023
    • 0Komentar

    Tangerang – Sinar Mas Land menjadi pionir perusahaan properti dalam pemanfaatan energi hijau (energi baru terbarukan/EBT) yang mengantongi sertifikat energi hijau (renewable energy certificate/REC) dari PT PLN (Persero). Hal ini sebagai wujud komitmen serta kontribusi pengembang properti tersebut dalam mengurangi efek rumah kaca penyumbang perubahan iklim. “Sinar Mas Land merupakan pengembang yang terdepan dalam pemanfaatan […]

  • PUPR Gelontorkan Rp 9 M Bantu PSU di Kalbar

    PUPR Gelontorkan Rp 9 M Bantu PSU di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 21 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian PUPR memberikan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) kepada pengembang perumahan yang membangun rumah bersubsidi di Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah bantuan PSU yang disalurkan untuk tahun 2021 di Kalimantan Barat sebanyak 1.367 unit senilai Rp 9,49 miliar. “Bantuan PSU akan kami salurkan kepada pengembang perumahan di Kalimantan Barat sebagai stimulan agar mereka […]

  • MK: Pasal 50 UU 20/2011 Tentang Rumah Susun (rusun) Inkonstitusional

    MK: Pasal 50 UU 20/2011 Tentang Rusun Inkonstitusional

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Polemik menghilangnya fungsi non-hunian di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun (rusun), khususnya di dalam Pasal 50 memasuki babak akhir. Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun bertentangan dengan UUD 1945. “Menyatakan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (Lembaran […]

  • Gelaran World Superbike Mandalika Pacu Industri Pariwisata

    Gelaran World Superbike Mandalika Pacu Industri Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Perhelatan World Superbike (WSBK) Mandalika 2021 diharapkan dapat mendorong industri pariwisata dalam negeri. Sebagai upaya meningkatkan dampak langsung terhadap masyarakat maupun pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), diusulkan adanya sistem pemasaran tiket WSBK dengan paket wisata lokal. “Gelaran WSBK di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa terhadap […]

  • Jakarta – Sektor properti Indonesia mulai menunjukkan tanda- tanda pemulihan di awal tahun 2026.

    Sinyal Kuat! Properti Indonesia Mulai Bangkit di Awal 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor properti Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan di awal tahun 2026. Salah satu sinyal pemulihan diperlihatkan pada permintaan ruang perkantoran yang menunjukkan momentum yang positif, khususnya untuk ruang kantor kelas premium. “Sementara itu, penyewa ritel semakin mengutamakan efisiensi dengan memilih lokasi mal dengan trafik pengunjung yang tinggi meskipun hanya tersedia ruang sewa yang […]

Translate »
expand_less