Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Investasi Smart Building Ternyata Punya Potensi Hemat Besar

Investasi Smart Building Ternyata Punya Potensi Hemat Besar

  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Smart building alias bangunan cerdas memberikan potensi penghematan cukup signifikan. Angkanya tergantung pada kondisi bangunan, pola operasional, tingkat okupansi, serta sistem yang digunakan. Kini, penerapan bangunan cerdas dirasa mendesak mengingat sektor bangunan menyumbang hampir 40% emisi karbon global, sementara sekitar 30% energi yang digunakan di gedung masih terbuang akibat sistem pengelolaan yang belum optimal. Namun, kendala yang sering dihadapi adalah dari sisi biaya investasinya.

“Besarnya investasi bergantung pada skala bangunan, kondisi infrastruktur, jumlah sistem yang akan diintegrasikan, serta tingkat otomasi yang dibutuhkan,” ungkap Business Vice President for Buildings, Schneider Electric Indonesia Reza Syarif kepada industriproperti.com, Minggu, 16 Agustus 2026.

Reza melanjutkan, implementasi smart building dapat dilakukan secara bertahap, dimulai dari area dengan konsumsi energi, potensi penghematan, atau risiko operasional terbesar. Bagi pengembang, sebagai langkah awal bisa melakukan asesmen dengan memanfaatkan layanan EcoConsult Walkthrough Assessment untuk mengevaluasi kondisi sistem kelistrikan dan otomasi untuk mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi energi, keandalan, keselamatan, serta kebutuhan modernisasi aset.

Sementara untuk membantu menganalisis kinerja dan pola konsumsi energi untuk mengidentifikasi potensi penghematan dan menyusun rekomendasi optimalisasi berbasis data, bisa menggunakan layanan EcoConsult Energy Efficiency.

Hasil asesmen tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan area yang perlu diprioritaskan, cakupan investasi yang sesuai, serta mempertimbangkan potensi penghematan dan return on investment sebelum implementasi. “Dengan demikian, investasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan diarahkan untuk menghasilkan manfaat jangka panjang, seperti peningkatan efisiensi energi, biaya operasional yang lebih rendah, keandalan sistem yang lebih baik, dan berkurangnya risiko downtime,” imbuhnya.

Business Vice President for Buildings, Schneider Electric Indonesia Reza Syarif

Business Vice President for Buildings, Schneider Electric Indonesia Reza Syarif. (Foto: Istimewa)

Banyak yang beranggapan harga bangunan cerdas lebih mahal ketimbang bangunan konvensional. Sejatinya, anggapan tersebut belum tentu benar karena memang biaya bangunan bisa meningkat hingga 25% untuk biaya awal penerapan teknologi bangunan cerdas. Akan tetapi, bangunan cerdas akan menurunkan biaya operasional bangunan hingga 38%. Tak hanya itu, manfaat lain bangunan cerdas bisa dilihat dari sisi finansial yang dapat meningkatkan produktivitas penghuni, meningkatkan nilai aset bangunan, dan mengurangi biaya pajak karbon.

Sebagai gambaran, investasi pembangunan smart building pada bangunan eksisting membutuhkan biaya sekitar €100 per meter persegi sebagaimana dikutip Expo Real. Angka tersebut merupakan investasi tambahan yang digunakan khusus untuk meningkatkan teknologi bangunan, memasang sensor Internet of Things (IoT), serta menyediakan platform perangkat lunak untuk mengelola sistem smart building.

Sementara itu, salah satu pengembang di kawasan Tangerang Selatan menyebut, investasi yang dikeluarkan untuk membangun smart building yang diperuntukkan sebagai command center antara Rp25 miliar hingga 40 miliar di akhir 2023 lalu. Sedangkan, pembangunan smart building untuk sarana prasarana, sumber daya, dan layanan kesehatan pada tahun 2023 silam, pengembang tersebut menginvestasikan sebesar Rp2 triliun.

Nilai Lebih Smart Building

Smart building bisa diaplikasikan pada berbagai bangunan mulai dari gedung perkantoran, gedung pemerintahan, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, rumah sakit, sekolah atau kampus hingga rumah tinggal. Untuk gedung perkantoran yang menerapkan smart office, menjadi incaran penyewa multinasional yang peduli terhadap efisiensi, keamanan dan kesehatan.

“Pada umumnya itu para penyewa-penyewa multinasional company dan beberapa local company itu sudah mulai melihat smart office,” terang Associate Director Knight Frank Indonesia Andi Rina Martianti menjawab pertanyaan industriproperti.com.

Tak hanya perkantoran di kawasan Grade A saja, lanjutnya, perkantoran di daerah Grade B juga sudah mulai tertarik mengembangkan smart office. Hal ini dilakukan untuk menarik penyewa yang peduli terhadap smart office, terutama dari perusahaan multinasional.

Untuk memetakan sumber konsumsi energi terbesar dan menentukan langkah optimalisasi yang paling tepat, Schneider Electric membantu pemilik dan pengelola gedung meningkatkan efisiensi melalui solusi asesmen awal. Salah satu solusi yang Schneider Electric hadirkan adalah EcoStruxure Building Operation, platform Building Management System (BMS).

Dengan EcoStruxure Building Operation, Schneider Electric membantu pengelola gedung mengintegrasikan berbagai sistem bangunan, termasuk HVAC, kelistrikan, pencahayaan, keamanan, dan energi, dalam satu platform untuk pemantauan, kontrol, dan optimalisasi secara real-time. Visibilitas ini membantu meningkatkan efisiensi energi, memperkuat keandalan operasional, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Rate Katrol Harga Properti Komersial

    BI Rate Katrol Harga Properti Komersial

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang meradang sepanjang tahun 2022 berpotensi menaikkan harga jual rumah non subsidi. Pasalnya, kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) memantik lonjakan bunga pinjaman korporasi. “Jika tahun lalu kenaikan indeks harga sekitar 4 persen, tahun ini akan ada kenaikan harga properti komersial yang cukup signifikan. Selain […]

  • Program Sejuta Pohon REI

    Program Sejuta Pohon REI Penuhi Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Hunian

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • 0Komentar

    Jambi – Pemerintah daerah diharapkan memberikan insentif bagi pengembang yang menanam pohon di proyek perumahan sebagai bagian Program Sejuta Pohon dari Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI). Penanaman pohon diyakini dapat memberikan kepastian akan tersedianya ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan hunian. “REI berkomitmen dalam program penghijauan di lokasi proyek perumahan anggotanya. Mohon dukungan pemerintah daerah […]

  • Bidik Generasi Milenial, Metland Tambun Tawarkan Tipe Emerald

    Bidik Generasi Milenial, Metland Tambun Tawarkan Tipe Emerald

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk. atau Metland terus melakukan pengembangan dan pembenahan kawasan Perumahan Metland Tambun, Bekasi. Perumahan ini dikembangkan sebagai kawasan hunian yang memiliki taman lingkungan, dimana atmosfer lingkungan asri dan petualangan gaya urban yang fun dapat mengakomodasi kebutuhan dalam suasana alam yang dinamis. Tak hanya itu, hunian di Metland Tambun pun dilengkapi […]

  • Pariwisata

    Sandiaga Uno: Indonesia Acuan Kebangkitan Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan bahwa Indonesia saat ini menjadi acuan dunia dalam membangkitkan sektor pariwisata setelah dua tahun terakhir terpuruk. “Namun, kami tidak boleh berpuas diri. Sangat penting bagi kita untuk tidak kembali ke pendekatan bisnis seperti biasa. Kita harus membangun kembali industri […]

  • Tim Serap Aspirasi: Usulan REI Komprehensif

    Tim Serap Aspirasi: Usulan REI Komprehensif

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Tim Serap Aspirasi Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menyatakan bahwa usulan yang diajukan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia terkait aturan turunan beleid tersebut sudah lengkap. “Draf usulannya tebal sekali dan sudah sangat komprehensif. Namun, perwakilan dari Tim Serap Aspirasi akan tetap mengadakan pertemuan dengan tim kecil dari REI. Jangan sampai […]

  • ilustrasi perizinan berusaha

    Pemerintah Terapkan Perizinan Usaha Berbasis Risiko

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki ekosistem investasi dan kemudahan berusaha melalui reformasi perizinan berusaha. Salah satunya adalah dengan menerapkan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang mengusung konsep trust but verify. Dengan konsep itu, Pemerintah memberikan kepercayaan (trust) terhadap pelaku usaha dengan beragam kemudahan dan kecepatan melalui berbagai terobosan dalam perizinan berusaha. Namun, Pemerintah juga mendorong […]

Translate »
expand_less