Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Jakarta Tetap Pasar Properti Terbesar di Indonesia

Jakarta Tetap Pasar Properti Terbesar di Indonesia

  • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pelaku usaha properti menilai pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur tak akan mempengaruhi potensi pasar properti Jakarta. Fungsi Jakarta saat ini tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tapi juga sebagai pusat jasa, komersial dan industri menjadikan Jakarta tetap menjadi magnet investor.

“Satu fungsi kota yang akan dipindahkan ke Penajam Paser Utara yang dilakukan secara bertahap selama 25 tahun. Saya yakin itu tidak akan mengganggu potensi Jakarta menjadi pasar properti terbesar di Indonesia. Kita tidak perlu pesimis dengan pasar perumahan atau properti di Jakarta,” terang Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), Hari Ganie dalam Webinar “Kuat Bersama Sektor Properti sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi” secara daring, Jumat 4 Februari 2022.

Hari menjelaskan, Jakarta sebagai sebuah kota memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada kota-kota lainnya di Indonesia. Jika berbicara greater Jakarta atau Jabodetabek maka 70 persen sektor properti ada di kawasan tersebut.

Dengan fungsi kota yang begitu banyak, pemindahan satu fungsi yakni sebagai ibu kota negara tak akan menggangu potensi pasar properti Jakarta. Untuk itu, optimisme terhadap besarnya pasar properti Jakarta tetap terjaga di kalangan pelaku usaha properti.

“Kami melihat Jakarta dengan berbagai banyak fungsi, seperti sekarang ini ada pemerintah pusat dan derah. Ada fungsi jasa, kantor-kantor swasta nasional, swasta internasional, dan kedubes semua ada di Jakarta. Komersial dan industri serta pendidikan juga ada di Jakarta,” jelas Hari.

Adapun dalam dua pertemuan dengan Presiden Jokowi, pemerintah mengajak REI untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN. Pengembang anggota REI telah terbukti mampu membangun sejumlah kawasan yang baik, seperti di seputaran Jabodetabek.

“Beliau meminta kami para pengembang di bawah REI untuk berpartisipasi di dalam pembangunan IKN. Karena kenapa? Pengembang-pengembang kami sudah banyak pengalaman membangun IKN. Di sekitar Jabodetabek saja kami sudah membangun kota-kota baru, seperti BSD, Alam Sutera, Summarecon, Lippo Karawaci, Jababeka, Lippo CIkarang, Sentul City dan lain-lain,” ujar Hari.

Pusat Bisnis

Pada kesempatan yang sama CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, Jakarta akan tetap sebagai kota bisnis pasca pemindahan IKN. Sebab, pemindahan yang terjadi hanya dalam hal pusat pemerintahan.

“Jakarta sebagai kota bisnis akan tetap berjalan. Jadi, selama pusat bisnis ada di Jakarta maka Jakarta masih tetap menjadi pusat bisnis. Pusat pemerintahannya di IKN,” tegas Ali.

Webinar Kuat Bersama Sektor Properti sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi

Webinar Kuat Bersama Sektor Properti sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi (Foto: Istimewa)

Lebih jauh Ali mengatakan, pemindahan IKN ke Kalimantan Timur “memaksa” ratusan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pindah ke sana. Keberadaan ASN tersebut akan menciptakan aktivitas ekonomi yang bisa menghidupkan kota.

“Kalau hitung-hitungan sederhana, misalkan 180 ribu ASN akan dipindahkan ke IKN dengan lima anggota keluarga maka ada 900 ribu. Itu akan menciptakan satu aktivitas perdagangan. Butuh rumah sakit, mal, pasar, sekolah. Itu akan membuat satu kota hidup,” ucap Ali.

Namun Ali mengingatkan bahwa belum ada pemindahan ibu kota yang berhasil di dunia dalam waktu singkat. Ia menyebutkan butuh waktu berabad-abad sehingga pemindahan IKN bisa berhasil.

“Sampai saat ini, pemindahan ibu kota belum ada yang sukses di dunia. Kalau ada yang sukses itu membutuhkan waktu berabad-abad, misalnya Saint Petersburg ke Moscow (Rusia) dan Winchester ke London (Inggris). Ini juga sangat tergantung untuk sustainibilitas kinerja pemerintah untuk merealisasikan IKN,” tutup Ali. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Bank Indonesia mengajak investor Tiongkok investasi di Indonesia.

    Bank Indonesia Rayu Investor Tiongkok, Prioritas Investasi di 3 Sektor Ini

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Bagi Tiongkok, Indonesia secara konsisten menjadi salah satu negara tujuan investasi yang menjanjikan. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) mengajak investor Tiongkok dapat memanfaatkan peluang investasi di Indonesia. “Beberapa hal penting yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Pertama, stabilitas Rupiah yang terjaga dan likuiditas yang memadai,” ungkap Deputi […]

  • rumah tapak

    Hasil Riset: Rumah Tapak Masih Diminati

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Hasil riset lembaga konsultan properti JLL Indonesia memperlihatkan bahwa rumah tapak masih menjadi sektor properti yang diminati khususnya oleh end user. “Kondisi pasar semakin kompetitif dengan diluncurkannya beberapa kawasan kota mandiri baru, seperti di area Tangerang dan Bekasi,” kata Head of Advisory JLL Indonesia pada Media Briefing 4Q 2022 secara virtual, Rabu, 1 […]

  • Ilustrasi Penataan Ruang di Pantai Lariti di Nusa Tenggara Barat (Foto: Istimewa) RDTR

    Dirjen Tata Ruang: RDTR Berkaitan Erat dengan Perizinan Berusaha

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor bersama Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), bertempat di Fairmont Hotel, Jakarta pada hari Selasa 31 Agustus 2021. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Kerja Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian […]

  • Wah, PUPR Mau Koreksi Program Utang Bank Dunia

    Wah, PUPR Mau Koreksi Program Utang Bank Dunia

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya memperbaiki program penyediaan fasilitas papan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang diongkosi oleh Bank Dunia. Hal ini menyusul rendahnya angka serapan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) setelah dua tahun bergulir yakni hanya 8,8 persen. “Ini adalah tahun terakhir karena penyelenggaraan program ini akan berakhir […]

  • Harga Tak Naik, REI Desak Perizinan Rumah MBR Dipermudah

    Harga Tak Naik, REI Desak Perizinan Rumah MBR Dipermudah

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2022
    • 0Komentar

    Semarang – Pengembang kembali menyuarakan desakan penyesuaian harga jual rumah subsidi karena biaya produksi yang kian melambung. Apabila pemerintah bergeming tidak menaikkan harga jual rumah subsidi, paling tidak pengembang meminta adanya terobosan di bidang perizinan. “Kondisi ini terpaksa kami utarakan. Perlu ada terobosan dalam menghadapi situasi kenaikan harga material bangunan dan kenaikan BBM. Sedangkan pemerintah […]

  • backlog perumahan

    Backlog Perumahan Masih Tinggi, Begini Kata Ketum REI

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Angka backlog perumahan di Indonesia diperkirakan akan terus bertambah. Hal tersebut terakumulasi oleh tingginya angka kelahiran, besarnya demografi penduduk Indonesia, dan probabilitas penduduk yang tinggal di perkotaan yang akan mencapai 66,6 persen di tahun 2035. “Dari data-data tersebut, dapat dipastikan angka backlog akan sulit diselesaikan jika tidak ditanggani secara benar dan tepat,” tegas […]

Translate »
expand_less