Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Jehansyah Siregar Kritik Penanganan Kumuh Perkotaan

Jehansyah Siregar Kritik Penanganan Kumuh Perkotaan

  • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pengajar di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK-ITB), Jehansyah Siregar menegaskan adanya diskriminasi atas tempat tinggal kelompok miskin dan berpendapatan rendah di perkotaan akan menghambat kemajuan kota. “Hal ini disebabkan pemerintah memandang kebanyakan orang yang tinggal di kawasan permukiman kumuh adalah warga dan permukiman ilegal. Karena itu, pemerintah kota umumnya memang tidak merencanakan atau mengelola permukiman kumuh,” tegas Jehan dalam Diskusi 5 Pilar yang mengangkat tema “Peluang Pengembangan Kebijakan Penyediaan Tanah Bagi Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui daring.

Bahkan, menurut Jehan, tidak jarang warga yang tinggal di dalamnya diabaikan atau dikucilkan. Sehingga warga permukiman kumuh di perkotaan tidak mendapatkan prasarana secara layak dan memadai seperti yang didapatkan warga kelas menengah dan atas, seperti air bersih, listrik dan sanitasi lingkungan.

“Sikap terhadap warga dan permukiman kumuh yang dipandang ilegal ini, membuat keadaan permukiman kumuh di kota-kota tidak berubah dan bila ada pembiaran seperti ini akhirnya berdampak pada kota secara keseluruhan. Pada gilirannya akan selalu menyeret laju pembangunan kota menjadi lambat dan terus bermasalah,” jelas Jehan yang memperoleh gelar doctor dari Jepang ini.

Pada kesempatan tersebut, Jehan juga memberikan kritik terhadap sistem administasi pertanahan, yang dinilainya masih berbelit – belit, panjang, mahal dan tidak transparan. “Sistem administrasi pertanahan kita tidak memihak  untuk bisa diakses oleh golongan bawaah atau kelompok miskin,” tegas jehan

Melalui paper tertulisnya, Jehansyah mengusulkan ada beberapa langkah-langkah perubahan struktural yang perlu digiatkan, seperti, pertama melakukan upaya proaktif terhadap otoritas pertanahan pada pemerintah nasional dalam rangka pelaksanaan visi dan misi pembangunan, khususnya untuk mendukung program – program pembangunan yang membutuhkan dukungan data pertanahan.

Kedua, menurut Jehan diperlukan upaya untuk mengidentifikasi dan mendata pola-pola Penguasaan tanah perkotaan, terutama oleh lembaga- lembaga pemerintah dan pengusaha besar.

Ketiga, mengidentifikasi kawasan-kawasan marjinal perkotaan (kawasan permukiman kumuh, kawasan pertokoan terbengkalai, kawasan belakang gedung-gedung, kawasan bantaran sungai dan rel kereta) yang semakin menurun kualitasnya.

Keempat, menyiapkan program-program pembangunan secara komprehensif-terpadu yang menunjukkan secara jelas indikasi kebutuhan tanah, sistem manajemen pengembangan lahan dan penataan ruang perkotaan.

Kelima, memperkuat sistem kelembagaan dan kapasitasnya, serta pengembangan multi-sistem penyediaan perumahan, meliputi sistem perumahan umum (public housing system), perumahan swadaya (self-help housing), perumahan sosial (social housing) dan sistem perumahan komersial (commercial housing). Sejalan pula dengan sistem penataan kota (urban redevelopment) maupun sistem pembangunan kota baru (newtown development).

Jehan juga melihat  bahwa pembangunan perumahan dan perkotaan tidak bisa lagi hanya dikelola melalui sistem tender proyek-proyek dan lembaga yang tanpa sistem. Program perumahan rakyat dan penanganan permukiman kumuh tidak akan bisa efektif tanpa melakukan intervensi dalam manajemen tanah perkotaan (land tenure management). Skema progam juga perlu memasukkan jaminan bermukim (secure tenure). (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • MRT Jakarta

    Pembangunan MRT Jakarta Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 Resmi Dimulai

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mulai mengerjakan pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 yang menghubungkan Medan Satria hingga Tomang. Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan proyek MRT Jakarta sepanjang 24,5 kilometer ini di Proyek Stasiun MRT M.H Thamrin, Jakarta, Rabu, 11 September 2024. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya mencanangkan pembangunan MRT […]

  • Pembangunan Rumah Tahun 2022 Tembus Sejuta Unit

    Pembangunan Rumah Tahun 2022 Tembus Sejuta Unit

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah hingga tanggal 30 November 2022 menembus angka 1.060.486 unit. Rinciannya, sebanyak 787.215 unit rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan 273.271 unit rumah komersial yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Kami mencatat capaian Program Sejuta Rumah telah menembus angka 1.060.486 unit di seluruh Indonesia,” kata Direktur Jenderal […]

  • Desain Interior, Lantai Kayu Ramah Lingkungan Makin Diminati

    Desain Interior, Lantai Kayu Ramah Lingkungan Makin Diminati

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aspek keberlanjutan (sustainability) dan penggunaan material yang ramah lingkungan kini menjadi perhatian dan semakin diminati di industri properti. Banyak pengembang properti maupun desainer interior di Indonesia yang lebih suka dengan penggunaan material atau bahan bangunan ramah lingkungan sebagai dukungan terhadap konsep pembangunan berkelanjutan. Aspek keberlanjutan ini juga menjadi perhatian serius para desainer interior […]

  • Kementerian PUPR Gandeng Kejaksaan RI Pantau Pembangunan IKN

    Kementerian PUPR Gandeng Kejaksaan RI Pantau Pembangunan IKN

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melibatkan Kejaksaan RI untuk memantau sejumlah proyek pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), di Provinsi Kalimantan Timur. “Kementerian PUPR memiliki banyak pekerjaan dengan jadwal yang padat. Kita mengupayakan semua pekerjaan selesai sesuai target dan harus memberikan manfaat langsung pada masyarakat dengan memperhatikan kualitas dan estetika,” tutur Inspektur […]

  • Ilustrasi Ruang Kantor

    5 Feng Shui Ruang Kerja agar Makin Produktif

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Banyak dari kita menghabiskan waktu berjam-jam di ruang kerja setiap harinya dengan desain yang seringkali monoton dan membosankan. Apakah Sobat iPro mengetahui bahwa desain ruang kerja memiliki pengaruh besar terhadap tingkat produktivitas, meningkatkan fokus dan motivasi? Mengaplikasikan dasar-dasar Feng Shui dalam desain ruang kerja, ternyata menjadi salah satu cara untuk menciptakan ketenangan, meningkatkan […]

  • Kebutuhan Ruang Kerja dan Komersial di Surabaya Masih Tinggi

    Kebutuhan Ruang Kerja dan Komersial di Surabaya Masih Tinggi

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – kebutuhan terhadap ruang kerja dan komersial masih tetap tinggi di Surabaya, khususnya di wilayah Surabaya Barat. Hal itu dibuktikan dengan kesuksesan PT Intiland Development Tbk yang berhasil memasarkan hampir semua unit-unit SOHO-nya di proyek Tierra SOHO, Surabaya. Tierra SOHO merupakan pengembangan fasilitas komersial seluas satu hektar yang menjadi pengembangan tahap pertama dari megaproyek […]

Translate »
expand_less