JF3 Fashion Festival 2026 Dihadiri 50 Desainer Dunia
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- print Cetak

Karya sejumlah desainer Indonesia yang akan ikut ajang JF3 Fashion Festival 2026 (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — JF3 Fashion Festival 2026 yang digelar di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading akan menghadirkan lebih dari 50 desainer dan brand dari Indonesia, Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Eropa. Di tengah perubahan industri fashion yang semakin cepat, JF3 Fashion Festival 2026 hadir bukan hanya sebagai ruang presentasi koleksi, tetapi sebagai platform yang menghubungkan desainer dengan pengetahuan, pasar, jejaring, dan peluang pengembangan yang lebih luas.
“Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Ia perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat. Di JF3, kami ingin membuka ruang agar desainer tidak hanya tampil, tetapi juga berkembang, bertukar, dan menemukan peluang untuk melangkah lebih jauh,” ucap Advisor JF3, Thresia Mareta, dalam keterangan pers yang dikutip Minggu, 5 Juli 2026.
Industri fashion hari ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan menciptakan karya yang menarik. Desainer dan brand perlu memiliki identitas yang kuat, kualitas eksekusi yang konsisten, pemahaman pasar yang matang, serta kemampuan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Dalam konteks inilah, JF3 terus memperkuat perannya sebagai salah satu platform fashion paling konsisten di Indonesia, dengan menghadirkan ruang yang mempertemukan kreativitas, kolaborasi, dan akses bagi desainer lokal maupun internasional.
Puncak penyelenggaraan JF3 Fashion Festival 2026 akan berlangsung pada 23–29 Juli 2026 mengusung tema “Recrafted: Shaping the Future“. Tema ini menjadi kelanjutan dari komitmen JF3 untuk melihat fashion bukan hanya sebagai ekspresi kreatif, tetapi sebagai ekosistem yang perlu terus dibentuk, diperkuat, dan diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Desainer Global di Ajang JF3 2026
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2004, JF3 terus berkembang menjadi ruang pertemuan bagi desainer, brand, pelaku UMKM, pengrajin, institusi pendidikan, komunitas kreatif, media, buyer, serta mitra dari berbagai negara. Pendekatan ini menegaskan bahwa masa depan industri fashion tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan melalui ekosistem yang saling terhubung dan bergerak bersama.
“Melalui JF3, kami menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen. Industri fashion yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten. Kami percaya bahwa kreativitas yang didukung oleh infrastruktur yang tepat akan menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar,” tutur Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival.

Avisor JF3 Thresia Mareta (kiri) bersama Chairman JF3 Fashion Festival Soegianto Nagaria (Foto: Istimewa)
Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan JF3 akan kembali tampil, antara lain Tities Sapoetra, Hartono Gan, Amotsyamsurimuda, Adrie Basuki, Sofie, Howard Laurent, Raegitazoro, dan Lakon Indonesia.
JF3 juga menjadi ruang bagi hadirnya talenta dan perspektif baru dalam industri fashion Indonesia melalui desainer seperti Billy Tjong, YASA, The Theme, dan Super Sentimental Secret Theory. Kolaborasi bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) akan dihadirkan melalui parade show yang menampilkan Rengganis, Opie Ovie, dan Xander G.
Sedangkan kolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menghadirkan Zahira by Koyko, Agathandy, serta Haze Be Wear by Harry Hasibuan, yang kembali menjadi bagian dari rangkaian JF3 Fashion Festival 2026.
Kehadiran desainer internasional pada tahun ini memperlihatkan bahwa JF3 semakin menjadi ruang pertukaran kreatif lintas negara. Dari Prancis, JF3 2026 menghadirkan 30%70, brand dari Fengyuan DAI, yang pernah berkolaborasi dengan Jean-Paul Gaultier, Le 19M, Sandrine Philippe, dan Stéphane Ashpool. Pada tahun 2023, Ia terpilih sebagai finalis dalam Festival Internasional Mode, Fotografi, dan Aksesori, Hyères.
Hadir pula Rohan Mirza Studio, label yang mengeksplorasi teknologi, material, dan teknik fabrikasi eksperimental seperti cetak 3D dan silikon. Pendekatan ini memperkaya percakapan JF3 mengenai masa depan fashion, khususnya dalam hubungan antara craft, teknologi, dan ekspresi desain kontemporer.
Selain itu, JF3 juga menghadirkan TAREET, label milik Etienne yang karyanya pernah dikenakan oleh Playboi Carti dan ENHYPEN serta dipercaya merancang jersey Olympique de Marseille bersama PUMA. Pada JF3 2026, Tareet berkolaborasi dengan Denimitup, peserta program akselerator Pintu. Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana JF3 membuka ruang pertemuan antara desainer internasional dan brand Indonesia dalam proses kreatif yang lebih nyata.
Setelah tahun lalu tampil di runway JF3, Louise Marcaud kembali berpartisipasi dengan koleksi terbaru yang terinspirasi dari tenun lurik, hasil eksplorasi dan pendalaman kreatifnya setelah berpartisipasi dalam JF3 dan Pintu Cultural Visit tahun lalu. Kehadirannya menjadi salah satu contoh bagaimana JF3 membuka ruang pertukaran budaya yang tidak berhenti pada pengalaman, tetapi berkembang menjadi proses kreatif dan karya yang nyata.
Kolaborasi dengan Prancis semakin diperkuat melalui keterlibatan École Duperré Paris, yang akan melakukan presentasi kolaboratif bersama para incubees PINTU dan finalis Future Fashion Designer 2026.
Dari Asia Tenggara, AFDS (ASEAN Fashion Designers Showcase) akan menghadirkan beberapa brand seperti Erjohn dela Serna House of Designs dari Filipina, KINNALY dari Laos, dan Indra Murak dari Singapura. Kehadiran mereka memperluas dialog JF3 di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka ruang pertukaran antara desainer regional dan ekosistem fashion Indonesia.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara JF3 dan Busan Fashion Week, JF3 2026 juga menghadirkan desainer Korea Selatan, yaitu Studio di Perla, OHGYO, dan Consteller D.L. Kehadiran desainer Korea ini menjadi bagian dari upaya JF3 untuk memperluas jejaring regional dan menghadirkan perspektif baru dalam perkembangan fashion Asia. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren
