Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menperin: Kawasan Industri Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Menperin: Kawasan Industri Motor Penggerak Ekonomi Nasional

  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa kawasan industri berperan strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika tantangan geoekonomi dan geopolitik global.

Kinerja sektor industri manufaktur nasional atau Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) menunjukkan tren positif dan menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan IPNM pada Triwulan III-2025 mencapai 5,58 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,04 persen.

“Industri manufaktur masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan sumbangan sebesar 1,04 persen. Ini menegaskan peran strategis sektor industri dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan persnya, yang dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

Kontribusi IPNM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada Triwulan III-2025 tercatat sebesar 17,39 persen. Angkanya naik dibandingkan Triwulan II-2025 sebesar 16,92 persen. Dari sisi perdagangan, nilai ekspor IPNM secara kumulatif pada periode Januari hingga Oktober 2025 mencapai USD 187,82 miliar atau setara 80,25 persen dari total ekspor nasional, dengan pertumbuhan 15,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sektor IPNM juga menyerap tenaga kerja hingga 20,31 juta orang atau sekitar 13 persen dari total tenaga kerja nasional per Agustus 2025, serta memberikan kontribusi investasi sebesar 37,73 persen terhadap total investasi nasional pada Triwulan III 2025.

Menperin menambahkan, tingkat utilisasi industri manufaktur yang berada di angka 59,28 persen pada Triwulan III-2025 menunjukkan masih besarnya ruang ekspansi industri nasional. Optimisme pelaku usaha juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 yang berada di level 53,45 dan Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 53,3. “Kinerja positif industri manufaktur ini tidak terlepas dari peran kawasan industri sebagai lokasi utama kegiatan produksi,” tegasnya.

Saat ini, Indonesia memiliki 175 perusahaan kawasan industri yang beroperasi dengan total luas lahan mencapai 98.235,59 hektare dan tingkat okupansi sebesar 58,19 persen. Kawasan industri tersebut menaungi sebanyak 11.970 perusahaan tenant yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data BPS Triwulan III-2025 yang diolah Kementerian Perindustrian, kawasan industri beserta tenannya berkontribusi sebesar 9,44 persen terhadap PDB nasional dan menyumbang 0,67 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kawasan industri mampu menyerap investasi hingga Rp6.744,58 triliun serta menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Permen Tingkatkat Daya Saing Kawasan Industri

Dalam rangka meningkatkan daya saing kawasan industri, Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Kawasan Industri dan Akreditasi Kawasan Industri yang akan mulai berlaku pada 23 Januari 2026. Regulasi tersebut bertujuan untuk menciptakan kawasan industri yang berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan.

“Kami juga tengah memperkuat kerangka regulasi melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri, agar berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi pengelola kawasan industri dapat diatasi secara komprehensif,” ungkap Agus.

Kawasan industri

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa kawasan industri jadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi (Foto: Istimewa)

Menperin optimistis, penguatan regulasi dan peningkatan daya saing kawasan industri akan meningkatkan minat investasi, menciptakan efek berganda bagi perekonomian, serta mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029.

Sebagai penutup, Agus menekankan pentingnya pendataan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri yang akurat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia mengajak seluruh pengelola kawasan industri dan pelaku ekonomi di dalam KEK dan kawasan industri untuk berpartisipasi aktif dalam proses pendataan tersebut.

“Data yang akurat akan menjadi fondasi perumusan kebijakan industri yang tepat sasaran dan berkelanjutan ke depan,” pungkasnya.

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • RDTR

    Pemda Diingatkan Hati-hati Lakukan Penyusunan RDTR Lewat OSS

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) menjadi hal krusial sebagai acuan dalam pemberian perizinan berusaha. Terlebih, dengan adanya Online Single Submission (OSS), maka pelaku usaha yang akan mendirikan usaha di suatu daerah diharuskan memerhatikan kesesuaian pemanfaatan ruang berdasarkan RDTR. RDTR merupakan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) untuk segera disusun […]

  • pertumbuhan ekonomi

    Menkeu Jabarkan Tantangan Indonesia Jaga Pertumbuhan Ekonomi 2023

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% pada tahun 2023 dihadapkan pada sejumlah tantangan. “Undang-Undang APBN 2023 mengasumsikan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen. Jadi kalau saya bicara 5,3 persen itu karena ada di dalam Undang-Undang APBN 2023,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Desember 2022. Lebih jauh Menkeu menuturkan, […]

  • Festival UMKM 2025

    Bank Jakarta Dukung Festival UMKM 2025 di Kota Tua

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Jakarta mendukung upaya pemberdayaan UMKM melalui partisipasi aktif dalam Festival Kemudahan & Perlindungan UMKM 2025 yang digelar Kementerian UMKM di Kawasan Kota Tua, Jakarta. Acara ini menjadi ajang kolaborasi strategis lintas kementerian, lembaga, BUMN/BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem usaha mikro di Indonesia. Pemprov DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas sinergi Bank […]

  • SMF Siap Kerjasama Biayai Perumahan untuk Pekerja Sektor Informal

    SMF Siap Kerjasama Biayai Perumahan untuk Pekerja Sektor Informal

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persentase Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia masih rendah yakni di bawah 10%, padahal pertumbuhan perumahan terus terjadi setiap tahunnya. Karena itu, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) akan tetap aktif melakukan pembiayaan jangka panjang kepada lembaga-lembaga penyalur baik konvensional maupun syariah. Demikian diungkapkan Direktur PT SMF, Heliantopo, dalam diskusi yang diadakan Forum Wartawan […]

  • kementerian atr

    Kementerian ATR/BPN: Nilai Tanah Berkorelasi dengan Tata Ruang

    • calendar_month Sabtu, 5 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktorat Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Tata Ruang, Gabriel Triwibawa mengatakan, nilai ekonomi tanah sangat dipengaruhi oleh tata ruang. “Perubahan nilai karena adanya perubahan tata ruang menunjukkan korelasi yang kuat antara nilai tanah dengan tata ruang. Contohnya, harga tanah yang hanya dilalui jalan tol, akan lebih murah nilainya dibandingkan […]

  • bsd city

    Sasar Keluarga Muda, Hunian di BSD City Dibanderol Rp1,4 Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    BSD CITY – Sinar Mas Land meluncurkan Klaster IZZI di BSD City bagian barat, area yang dikenal sebagai sunrise area karena perkembangan infrastrukturnya yang pesat. Produk ini untuk merespons pasar rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar yang terbukti masih paling diminati oleh konsumen perkotaan, khususnya kalangan muda dan keluarga baru. Mengusung konsep “Easy […]

Translate »
expand_less