Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kementerian PUPR Fokus Penyediaan Rusun Pekerja

Kementerian PUPR Fokus Penyediaan Rusun Pekerja

  • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pentingnya penyediaan rumah susun (rusun) untuk pekerja di kawasan industri. Ketersediaan fasilitas hunian ini bertujuan meningkatkan semangat dan produktivitas para pekerja yang bermuara pada kenaikan daya saing industri nasional.

“Kita masih sangat membutuhkan ketersediaan rusun bagi pekerja. Pekerja di Indonesia perlu tinggal di hunian yang layak dan terjangkau sehingga mampu meningkatkan semangat kerjanya,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam siaran persnya, Rabu, 21 September 2022.

Iwan menyatakan, pihaknya akan terus mendorong pelaku industri untuk lebih memperhatikan hunian bagi para pekerja. Salah satunya melalui penyediaan lahan untuk lokasi pembangunan rusun pekerja. “PT KIMA merupakan salah satu kawasan industri terpadu yang menyediakan lahan khusus untuk hunian pekerja. Hal ini bisa menjadi contoh bagi kawasan industri lainnya supaya para pekerja bisa tinggal di kawasan industri,” terangnya.

Saat ini, imbuh Iwan, Kementerian PUPR tengah mempercepat proses serah terima aset hunian pekerja kepada PT KIMA. Ke depan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan manajemen PT KIMA untuk merevitalisasi hunian yang ada melalui Program Penyertaan Modal Negara (PMN).

Pemerintah telah membangun empat menara rusun pekerja di lokasi PT KIMA pada tahun 2009. Pembangunan rusun pekerja ini sebagai bagian dari program stimulus pemerintah terhadap para pekerja yang terdampak krisis ekonomi. Rusun KIMA merupakan hasil likuidasi dari Kemenpera yang digabung ke Kementerian PUPR sejak tahun 2014.

“Kami tengah melakukan audit secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan yang ada. Secara struktur kondisi bangunan termasuk aman untuk dihuni dan perlu mendapatkan revitalisasi lewat PMN,” tutur Iwan.

Kebutuhan Tinggi

Direktur Utama PT KIMA (Persero) Zainuddin Mappa mengakui, kebutuhan hunian pekerja saat ini sangat tinggi. Hal ini seiring pertumbuhan sektor industri di Sulawesi Selatan yang cukup tinggi sehingga berdampak terhadap jumlah pekerja yang besar. Tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi para pekerja baik yang masih berstatus lajang maupun yang sudah berkeluarga.

Kawasan industri milik PT KIMA seluas 340 hektar dan berisi sekitar 200 sektor industri. Jumlah pekerja yang ada di lingkup PT KIMA saat ini mencapai 50.000 orang pekerja.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian terhadap tempat tinggal pekerja. Banyak pekerja yang lebih memilih tinggal di rusun ketimbang di luar kawasan industri. Sebab biaya sewa hunian rusun untuk pekerja jauh lebih murah. Selain itu, dengan menetap di rusun maka pekerja bisa lebih dekat dengan tempat kerja,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPR Syariah Makin Kinclong di Kalangan Muda

    KPR Syariah Makin Kinclong di Kalangan Muda

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Preferensi terhadap pembiayaan perumahan dengan platform syariah dari kalangan usia muda memperlihatkan tren pertumbuhan yang cukup signifikan. Penguasaan teknologi yang kian canggih diyakini menjadi alasan mengapa pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah naik pada kelompok umur ini. “Selama empat tahun terakhir, para pencari rumah memang memperlihatkan preferensi terhadap pembiayaan syariah, khususnya di […]

  • Pengembang Bertumbangan, Inikah Akhir Program Sejuta Rumah?

    Pengembang Bertumbangan, Inikah Akhir Program Sejuta Rumah?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tiga asosiasi pengembang yang menyumbang pasokan rumah subsidi terbesar di Indonesia yakni Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) serta Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menyesalkan sikap pemerintah yang terus menunda penyesuaian harga rumah subsidi, bahkan justru membuat banyak regulasi baru. Hal tersebut terungkap pada diskusi media […]

  • industri logam

    Ini Sebab Industri Logam Tumbuh 7,9%

    • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri logam Indonesia mencatatkan pertumbuhan 7,9% pada Triwulan I-2022. Pertumbuhan positif ini berkat kinerja meningkatnya perdagangan besi baja. “Di triwulan I -2022, sektor industri logam mencatatkan pertumbuhan 7,9%, atau mendekati 8%. Ini suatu hal yang sangat menggembirakan. Apalagi bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya ketika sektor ini mengalami kontraksi sebesar 0,49%,” kata Menteri Perindustrian […]

  • Sektor properti masih membutuhkan waktu untuk recovery di tahun 2025.

    Prospek Sektor Properti 2025: Masih Butuh Waktu Recovery

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor properti masih membutuhkan waktu untuk bangkit di 2025. Konsultan Properti Colliers Indonesia memprediksi dua sektor properti, yakni komersial dan apartemen memerlukan waktu yang lebih lama lagi untuk recovery dibandingan sektor lainnya. “Kalau kita bicara mengenai prospek properti tentu masih butuh waktu yang cukup panjang terutama untuk sektor kantor komersial dan juga sektor […]

  • Pengadaan Tanah Proyek Tol Yogyakarta – Solo Tembus Rp 1,15 Triliun

    Pengadaan Tanah Proyek Tol Yogyakarta – Solo Tembus Rp 1,15 Triliun

    • calendar_month Kamis, 13 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan proses pembayaran pengadaan tanah proyek Tol Yogyakarta – Solo pada seksi I Kartasura – Purwomartani telah mencapai 1.003 bidang tanah senilai Rp 1,15 triliun. Sedangkan total kebutuhan anggaran untuk pengadaan tanah mencapai Rp 17 triliun. “Progresnya bagus, tidak ada kendala. Anggaran dana yang sudah […]

  • Bio District, Ini Hunian Terbaru dari CHL Group di Kawasan BSD

    Bio District, Ini Hunian Terbaru dari CHL Group di Kawasan BSD

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kelompok usaha properti, Cipta Harmoni Lestari (CHL) Group terus melakukan inovasi produk hunian. Teranyar, pengembang tersebut bersiap meluncurkan proyek Bio District BSD, hunian berkonsep biophilic yang menyasar segmen kalangan muda atau milenial. Bio District BSD akan dikembangkan di atas lahan seluas satu hektar yang terdiri dari 64 unit rumah eksklusif. Lokasinya sangat strategis […]

Translate »
expand_less