KPR Masih Jadi Andalan, Kenaikan Harga Rumah Melambat
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mencatat, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,88% dari total skema pembelian pada triwulan IV 2025. Berikutnya, skema pembayaran tunai bertahap sebesar 19,18% dan pembayaran tunai langsung yang hanya mencapai 9,94%.
“Pada triwulan IV 2025, total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesar 7, 05% (yoy), melambat dibandingkan 7,39% (yoy) pada triwulan sebelumnya,” tulis laporan BI dikutip Jumat, 6 Februari 2026.
SHPR juga mencatat, secara triwulanan nilai KPR menunjukkan akselerasi dengan pertumbuhan 1,72% (quarter to quarter/qtq), lebih tinggi dari 1,30% (qtq) pada triwulan III 2025.
Dari sisi pengembang, sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih didominasi oleh dana internal pengembang dengan pangsa mencapai 80,14%. Sementara itu, kontribusi kredit perbankan terhadap pembiayaan pengembang tercatat sebesar 14,15%, dan sisanya berasal dari pembayaran konsumen sebesar 5,71%.
Hasil survei BI juga menunjukkan harga properti residensial di pasar primer tumbuh terbatas. Hal ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I V 2025 yang tercatat sebesar 110,56 atau tumbuh sebesar 0,83% (yoy), stabil dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 0,84% (yoy) pada triwulan III 2025.
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan harga rumah tipe menengah yang mencatatkan indeks sebesar 113,57, tumbuh sebesar 1,12 % (yoy) , melambat dibandingkan triwulan III 2025 sebesar 1,18% (yoy).
Di sisi lain, harga rumah tipe kecil mencatatkan indeks 113,83, tumbuh sebesar 0,76% (yoy) pada triwulan IV 2025, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,71% (yoy). Sementara itu, harga rumah tipe besar mencatatkan indeks sebesar 108,07, tumbuh stabil sebesar 0,72% (yoy) dibandingkan triwulan III 2025.
KPR Ditopang Tipe Kecil dan Menengah
Di tengah dinamika pembiayaan tersebut, penjualan properti residensial di pasar primer menunjukkan perbaikan. Secara tahunan, penjualan tumbuh 7,83% (yoy), membaik dari kontraksi 1,29% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan menengah.
Penjualan rumah tipe kecil yang tumbuh sebesar 17,32% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 11,60% (yoy). Penjualan rumah tipe menengah juga mengalami perbaikan dengan pertumbuhan sebesar 4,84% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 12,27% (yoy). Sementara itu, penjualan rumah tipe besar masih mengalami kontraksi sebesar 10,95 % (yoy), walaupun tidak sedalam kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 23% (yoy).
Sementara itu secara triwulanan, penjualan rumah pada triwulan IV 2025 mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan pertumbuhan 2,01% (qtq), setelah pada triwulan sebelumnya terkontraksi 5,21% (qtq). Perbaikan ini terutama didorong lonjakan penjualan rumah tipe besar yang tumbuh signifikan hingga 31,97% (qtq), berbalik arah dari kontraksi 13,50% (qtq) pada triwulan III 2025.
Kinerja penjualan rumah tipe menengah juga menguat dengan pertumbuhan 8,59% (qtq), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,99% (qtq). Sementara itu, penjualan rumah tipe kecil masih menghadapi tekanan, dengan kontraksi yang semakin dalam menjadi 7,43% (qtq) dari 5,66% (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Namun demikian, hasil survei juga mengungkap sejumlah faktor yang masih menahan laju penyaluran kredit dan penjualan perumahan. Kenaikan harga bahan bangunan (18,79%), suku bunga KPR (15,56%), masalah perizinan/birokrasi (14,79%) , proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR (9,91 %), dan perpajakan (9,42 %) menjadi hambatan utama yang dihadapi pelaku usaha dan konsumen. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz


