Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menteri-Menteri Bidang Ekonomi Diminta Kembali Fokus Bekerja

Menteri-Menteri Bidang Ekonomi Diminta Kembali Fokus Bekerja

  • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah di 2024 yang masih belum jelas termasuk untuk sektor properti. Padahal, kesinambungan program pemulihan ekonomi yang telah dicapai selama 2023 perlu terus dilanjutkan guna memenuhi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2024 sekitar 5%.

“Kami belum mendengar pernyataan menteri-menteri di bidang perekonomian mengenai apa saja stimulus dan insentif yang disiapkan pemerintah di 2024 untuk sektor properti. Justru disinsentif seperti kenaikan tarif PBB dan pajak hiburan yang dikeluarkan di awal tahun,” kata Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto di Jakarta, Kamis (25/1).

Ditegaskan, pernyataan resmi dari pemerintah mengenai stimulus dan insentif untuk dunia usaha di 2024 sangat ditunggu-tunggu, karena diyakini akan menjadi sentimen positif untuk memacu semangat pelaku usaha bergerak meskipun di tahun politik. Oleh karena itu, Joko Suranto mendesak menteri-menteri bidang ekonomi untuk kembali fokus bekerja mengurusi ekonomi.

“Kami berharap mereka memperlihatkan etos kerja dan keseriusan untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha, memacu investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Salah satunya melalui sektor properti yang sudah teruji sebagai backbone bagi 185 industri lainnya termasuk industri manufaktur padat karya,” ungkap CEO Buana Kassiti Group itu.

Bukannya memberi insentif untuk dunia usaha, pemerintah di awal tahun justru mengesahkan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD). Menurut Joko, beberapa poin kebijakan yang termuat di dalam UU HKPD semakin membebani masyarakat, pelaku usaha dan juga berpotensi menurunkan minat investasi baru.

Sebagai contoh kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak hiburan untuk aktivitas pariwisata. REI pun mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang kenaikan tarif pajak tersebut.

“Kami berbicara atas pertimbangan kepentingan umum yang luas bahwa saat ini perekonomian masyarakat dan aktivitas di sektor pariwisata belum pulih sepenuhnya setelah pandemi lalu. REI menilai penerapan kebijakan tarif PBB dan pajak hiburan di UU HKPD harus ditunda. Untuk selanjutnya dilakukan kajian ulang yang lebih mendalam dengan melibatkan seluruh stakeholder termasuk menyusun formula insentifnya,” tegasnya.

Kendala SDM

Selain ekonomi masyarakat yang masih sulit, penundaan kenaikan tarif kedua pajak tersebut juga didasari oleh kendala sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, tidak semua daerah bisa segera membuat peraturan daerah (Perda) dan peraturan kepala daerah (Perkada) sebagai aturan teknis dari UU HKPD. Apalagi tahun ini ada pemilihan umum (Pemilu), sehingga kepala daerah dan DPRD dipastikan fokus untuk menyambut perhelatan politik tersebut.

Kenaikan tarif PBB diatur dalam UU HKPD yakni Pasal 41. Disebutkan, tarif baru PBB ditetapkan sebesar paling tinggi 0,5% atau naik dari sebelumnya paling tinggi 0,3%. Besaran pajak selanjutnya akan ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah. PBB adalah pajak terhadap lahan bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan.

Sementara itu, pajak hiburan ditetapkan paling rendah 40%-75%. Ketentuan ini mengacu kepada Pasal 58 UU HKPD terkait Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Tarif PBJT ini diberlakukan untuk semua pergelaran kesenian termasuk konser musik, rekreasi wahana air, agrowisata, diskotek, karaoke, kelab malam, bar, pijat refleksi dan mandi uap/spa. Besaran tarif pajak selanjutnya ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Minta Swasta Genjot Investasi

    Pemerintah Minta Swasta Genjot Investasi

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mengajak pelaku usaha untuk berkontribusi menggerakkan investasi swasta di Tanah Air. Untuk itu, reformasi di bidang investasi menjadi hal yang mutlak harus ada. “Perbaikan iklim investasi adalah suatu keharusan. Makanya, sekarang ada Menteri Investasi, Menteri Koordinasi Bidang Investasi dan semua kementerian berusaha untuk meningkatkan iklim investasi. Hal ini merupakan tujuan kita supaya swasta […]

  • Menteri PUPR Dukung Hunian Berbasis TOD

    Menteri PUPR Dukung Hunian Berbasis TOD

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembeli hunian vertikal berbasis transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) dapat menikmati kemudahan dalam mobilisasi dengan sarana transportasi kereta api komuter. “Saya selalu promosikan ke teman- teman bahwa jika anda membeli TOD, selain membeli rumah juga dapat kereta api,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, saat memberikan sambutan pada […]

  • PPN 11 Persen

    PPN 11% Diprediksi Hambat Pertumbuhan Sektor Properti

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kebijakan pemerintah yang menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen per 1 April 2022 dapat menghambat pertumbuhan sektor properti. Padahal sepanjang tahun lalu, sektor properti sedang mengalami pergerakan positif. “Ada beban baru dengan adanya PPN 11 persen. Itu juga menjadi salah satu faktor yang ikut membuat properti ini agak […]

  • pertumbuhan ekonomi

    Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Meski dibayangi meningkatnya risiko ketidakpastian global, ekonomi Indonesia mampu tumbuh impresif pada Triwulan II 2022 sebesar 5,44% (yoy). Angka tersebut tercatat lebih baik dibandingkan negara lain yang mengalami perlambatan ekonomi pada Q2-2022 seperti Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Spanyol, Korea Selatan, dan Cina. “Tren Inflasi berbagai negara di dunia mengalami kenaikan signifikan akibat krisis […]

  • Fokus Pembeli Milenial, Damai Putra Group Gandeng Perbankan

    Fokus Pembeli Milenial, Damai Putra Group Gandeng Perbankan

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah dengan harga hingga Rp5 miliar diyakini membawa dampak positif terhadap sektor properti di 2024. Selain itu, kebutuhan hunian di Indonesia masih cukup besar dan mayoritas didominasi kebutuhan untuk generasi milenial. Alim Gunadi, Chief Executive Officer (CEO) Damai Putra […]

  • Ini Kunci Sukses Pengembangan Industri Pariwisata

    Ini Kunci Sukses Pengembangan Industri Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Investasi hijau dalam pengembangan industri pariwisata harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Hal ini seiring prediksi sejumlah lembaga internasional bahwa beragam tantangan di level global dapat mempengaruhi pertumbuhan sektoral. Antara lain kondisi geopolitik, gejolak perekonomian hingga krisis lingkungan. “Ada kekhawatiran tentang perubahan iklim, sehingga fasilitas pariwisata seperti hotel dan pariwisata lainnya sudah seharusnya bisa mengacu […]

Translate »
expand_less