Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Februari 2026, Okupansi Hotel Melemah

Februari 2026, Okupansi Hotel Melemah

  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel secara nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 33,56%, turun 2,50 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan 3,60 poin secara tahunan.

“TPK hotel bintang pada Februari 2026 mencapai 44,89%,” tulis Berita Resmi Statistik BPS dikutip Rabu, 1 April 2026.

Sementara itu, hotel nonbintang mencatat tingkat hunian yang lebih rendah, yakni sekitar 21,91%, memperlihatkan tekanan yang lebih besar pada segmen menengah ke bawah. TPK tertinggi pada Februari 2026 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 48,65%, sedangkan TPK terendah tercatat pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya sebesar 21,91%. Jika dibandingkan dengan kondisi bulan Februari tahun sebelumnya (y-on-y), seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan.

Hotel bintang 3 mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 2,97% poin, diikuti hotel bintang 1 dan hotel bintang 2 masing-masing turun sebesar 2,76% poin dan 2,60% poin. Sebaliknya hotel bintang 5 mencatatkan penurunan terendah, yaitu sebesar 0,49% poin.

Apabila dilihat perkembangannya dari bulan Januari 2026 ke Februari 2026 (m-to-m), seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan TPK. Hotel bintang 1 mengalami penurunan terdalam yaitu 4,29% poin, diikuti hotel bintang 2 yang turun sebesar 3,61% poin.

Sementara itu, hotel bintang 5 dan hotel bintang 4 mencatatkan penurunan TPK terendah, yaitu sebesar 1,08% poin dan 2,30% poin. Dari Januari hingga Februari 2026, okupansi hotel di Indonesia mencapai 34,88%. Secara kumulatif, TPK hotel di Indonesia mengalami penurunan sebesar 2,89% poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada hotel bintang 4 sebesar 2,01% poin. Sementara itu, hotel nonbintang mencatat penurunan paling kecil, yaitu sebesar 0,54% poin.

Okupansi Hotel Tertinggi di Destinasi Unggulan

Secara spasial, tingkat hunian tertinggi masih terkonsentrasi di destinasi unggulan. Kalimantan Barat mencatat okupansi bintang tertinggi sebesar 56,27%, disusul Bali dan DKI Jakarta masing-masing sebesar 55,44% dan 51,72%.

Sedangkan penurunan tertinggi okupansi hotel bintang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan, masing-masing turun sebesar 22,85% poin; 10,03% poin; dan 8,59% poin. Sementara itu, Provinsi Papua Barat, Papua Selatan, dan Kalimantan Barat mengalami peningkatan TPK tertinggi (y-on-y), masing-masing naik sebesar 21,00% poin; 9,84% poin; dan 7,67% poin.

Pola tinggal wisatawan juga memberikan gambaran menarik. Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang tercatat sebesar 1,64 malam, dengan wisatawan asing cenderung tinggal lebih lama dibandingkan wisatawan domestik. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Most Liveable City Index

    Ini 5 Aspek Pembangunan Perkotaan yang Masih Minim Perhatian

    • calendar_month Minggu, 28 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam Indonesia Most Liveable City Index (MLCI) yang dirilis Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) menyebutkan ada lima aspek dalam pembangunan kota yang masih perlu adanya peningkatan. Salah satunya adalah jalur pedestrian yang tidak ideal. “Kebanyakan di kota-kota itu memang warganya merasakan pedestrian, jalur pejalan kaki itu tidak ideal. Jadi memang banyak […]

  • Kontribusi Berkelanjutan, Paramount Land Bantu Masyarakat Sekitar

    Kontribusi Berkelanjutan, Paramount Land Bantu Masyarakat Sekitar

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • 0Komentar

    GADING SERPONG – Di bulan suci Ramadan 2024, Paramount Land kembali melakukan kegiatan sosial yaitu Persembahan Kasih Ramadan kepada ratusan anak yatim dan pemberian paket sembako sejumlah lebih dari 2.000 paket bagi masyarakat pra-sejahtera yang berada di sekitar kawasan Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals. M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land menyampaikan dalam membangun kawasan […]

  • Ilustrasi Pasar Perkantoran Asia Pasifik

    Permintaan Ruang Kantor Asia Pasifik Bakal Melonjak di 2022

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Laporan terbaru Cushman & Wakefield berjudul “Catch ’22 – Asia Pacific Commercial Real Estate Outlook 2022” menyebutkan, permintaan ruang kantor diperkirakan akan meningkat lebih lanjut menjadi 6,7 juta m2 di kawasan Asia Pasifik. Permintaan ruang kantor kembali meningkat sekitar 7,7 juta m2 pada tahun 2023. “Meskipun penerapan kondisi kerja yang fleksibel kemungkinan akan […]

  • IKN sebagi kota berkelanjutan dibangun dengan konsep smart city.

    Telkom Siap Digitalisasi Kawasan IKN Nusantara

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menghadirkan Digitalisasi Kawasan Sepaku IKN, yang ditandai dengan peresmian Micro Edge DC neuCentrIX serta implementasi infrastruktur dan Digital Community Center Desa Bukit Raya. Peresmian dilakukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono, Komisaris Utama Telkom Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, pada Kamis (18/8). […]

  • Gedung DPR (Foto: Adang Sumarna)

    Baru Realisasi 25%, Padahal Anggaran BPIW Tahun Depan Naik 12%

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi anggaran Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga 4 Juni 2021 telah mencapai Rp 38,65 miliar atau 25,96 persen dari total anggaran 2021 sebesar Rp 148,89 miliar. Sekretaris Jendral Kementerian PUPR sekaligus juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPIW Mohammad Zainal Fatah memaparkan dengan pagu anggaran 2021 […]

  • Langkah Konkret Sinar Mas Land Kembangkan Properti Ramah Lingkungan

    Langkah Konkret Sinar Mas Land Kembangkan Properti Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Bertambahnya emisi gas rumah kaca di atmosfer bumi menyebabkan perubahan iklim yang semakin parah. Badan meteorologi dunia mencatat, pada tahun 2022 secara global telah terjadi kenaikan suhu mencapai 1,15 derajat celsius. Tidak hanya berdampak pada kenaikan temperatur bumi, pemanasan global atau global warming ini juga dikhawatirkan memunculkan krisis pangan dan berbagai bencana […]

Translate »
expand_less