Okupansi Hotel Tertekan, Kunjungan Turis Asing Tumbuh Positif
- account_circle Sandiyu nuryono
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026

Ilustrasi (Foto: Freepik/kstudio)
Jakarta – Kinerja perhotelan nasional pada akhir 2025 masih belum memperlihatkan tren yang positif, tercermin dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel yang belum sepenuhnya pulih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPK hotel di Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar 39,97%, naik tipis 0,44% poin dibandingkan Oktober 2025, namun turun 2,64% poin secara tahunan (year-on-year/yoy) .
“TPK Hotel klasifikasi Bintang pada November 2025 mencapai 53,89% atau mengalami peningkatan secara bulanan sebesar 1,05% poin, tetapi mengalami penurunan secara tahunan sebesar 1,07% poin,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara daring Senin, 5 Januari 2025.
Secara spasial, Papua Selatan mencatat TPK tertinggi sebesar 63,31%, disusul Kalimantan Timur dan DKI Jakarta masing-masing 63,01% dan 62,03%. Sementara itu, tingkat hunian terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, dan Papua Pegunungan .
Meski demikian, secara tahunan, TPK hotel bintang masih mengalami penurunan 1,07% poin dibandingkan November 2024. Hal ini menandakan pemulihan sektor perhotelan berjalan lebih lambat dibandingkan pemulihan aktivitas pariwisata secara umum.
Sementara Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menyebut, pasar hotel sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan karena adanya menurunnya aktivitas pemerintah. Bahkan permintaan hotel dari segmen pemerintah mengalami penurunan hingga 50%. Meski ada peningkatan dari segmen swasta, masih belum menutup celah yang sebelumnya diisi oleh segmen pemerintahan.
“Di tengah tekanan-tekanan okupansi yang turun sekitar 5% sampai 10% ini, tarif kamar justru bisa masih bisa naik tipis,” ucap Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam Colliers Virtual Media Briefing Q4 2025, Rabu, 7 Desember 2025.
Kunjungan Wisman Melonjak
Di sisi lain, pergerakan wisatawan menunjukkan tren yang lebih positif dan berpotensi menjadi katalis perbaikan kinerja hotel pada 2026. Jumlah kunjungan turis asing alias wisatawan mancanegara (wisman) pada November 2025 mencapai 1,2 juta kunjungan, meningkat 9,79% secara tahunan. Secara kumulatif, kunjungan wisman Januari – November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan atau tumbuh 10,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama November 2025 didominasi oleh wisman berkebangsaan Malaysia, yakni sebanyak 207,04 ribu kunjungan (17,27%). Lantas, diikuti oleh wisman berkebangsaan Australia 135,22 ribu kunjungan (11,28%), Singapura 126,25 ribu kunjungan (10,53%), dan Tiongkok 105,51 ribu kunjungan (8,8%).
Selain wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pada November 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 96,45 juta perjalanan, naik 19,64% secara yoy. Sepanjang Januari – November 2025, total perjalanan wisnus menembus 1,09 miliar perjalanan, meningkat hampir 19% dibandingkan 2024.
Berdasarkan daerah tujuan, Pulau Jawa masih menjadi daerah tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara, yaitu mencapai 62,21 juta perjalanan pada November 2025 atau sebesar 64,51% dari total perjalanan wisnus di Indonesia. (SAN)
Penulis Sandiyu nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz



