Okupansi Hotel Turun Tipis, Kunjungan Wisman Capai 1,5 Juta
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Magnific)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel di Indonesia pada Juli 2026 mencapai 41,13 persen. Angka ini turun 0,07 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m) tetapi meningkat 1,00 persen poin dibandingkan Juli 2025 (y-on-y). Pada periode yang sama, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,53 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 9,99 persen dibandingkan Juni 2026 (m-to-m) dan naik 2,95 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y).
“TPK hotel dapat dibedakan menjadi TPK hotel bintang serta TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. Pada Juli 2026, TPK hotel bintang tercatat sebesar 54,54 persen,” tulis Berita Resmi Statistik BPS dikutip Kamis, 3 September 2026.
Secara tahunan (y-on-y), TPK hotel bintang pada Juli 2026 meningkat sebesar 1,75 persen poin dibandingkan Juli 2025. Jika dibandingkan dengan Juni 2026 (m-to-m), TPK hotel bintang pada Juli 2026 naik sebesar 0,26 persen poin. Sementara secara kumulatif Januari hingga Juli 2026, TPK hotel bintang mencapai 49,13 persen, naik 2,36 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2025.
Okupansi Hotel Nonbintang
BPS juga mencatat TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Juli 2026 mencapai 27,25 persen atau naik sebesar 0,65 persen poin dibandingkan dengan Juli 2025 (y-on-y). Jika dibandingkan dengan Juni 2026 (m-to-m), TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Juli 2026 turun sebesar 0,34 persen poin.
Secara kumulatif dari Januari hingga Juli 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 25,16 persen atau meningkat sebesar 0,59 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun secara kumulatif dari Januari hingga Juli 2026, TPK hotel di Indonesia mencapai 37,32 persen atau meningkat 0,69 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan TPK, dengan kenaikan tertinggi tercatat pada hotel bintang 4 sebesar 2,51 persen poin. Sementara itu, hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencatat peningkatan paling rendah, yaitu sebesar 0,59 persen poin.
Arus Kunjungan Wisatawan
Kenaikan okupansi hotel berlangsung ketika arus wisatawan asing ke Indonesia juga meningkat. BPS mencatat 1.525.037 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2026, naik 2,95 persen dibandingkan Juli 2025 dan 9,99 persen dibandingkan Juni 2026. Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juli 2026 jumlah kunjungan wisman mencapai 8,98 juta, tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wisatawan dari negara tetangga masih menjadi sumber utama kunjungan ke Indonesia. Pemegang paspor Malaysia menyumbang 228,71 ribu kunjungan atau 15 persen dari total kunjungan pada Juli 2026. Kemudian, wisatawan asal Australia berada di posisi kedua dengan 188,25 ribu kunjungan, disusul Tiongkok 156,75 ribu dan Singapura 117,28 ribu.
Menariknya, wisatawan asing juga memiliki rata-rata lama tinggal lebih panjang dibandingkan tamu domestik di hotel bintang. Pada Juli 2026, rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 2,53 malam, sementara tamu Indonesia hanya 1,48 malam. Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang mencapai 1,63 malam pada Juli 2026. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
