Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ramadan, Bisnis Pasar Hunian Sewa Melempem, Ini Alasannya

Ramadan, Bisnis Pasar Hunian Sewa Melempem, Ini Alasannya

  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Selama periode Ramadan, bisnis pasar hunian sewa alias bisnis kost atau co-living mengalami performa terendah. Keperluan perayaan maupun mudik telah mendorong masyarakat untuk menunda pengeluaran yang tergolong komitmen finansial besar, termasuk sewa kost.

“Setiap tahunnya, Cove melihat pola yang relatif konsisten di mana Ramadan menjadi periode dengan transaksi terendah dalam satu tahun,” kata Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove Dian Paskalis dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Februari 2026.

Dian melanjutkan, Selama bulan suci, masyarakat akan lebih memprioritaskan pengeluaran jangka pendek mereka, sehingga pengeluaran jangka panjang seperti kost akan dinomorduakan hingga Lebaran berlalu. Berdasarkan data internal Cove tahun lalu, jumlah pemesanan kamar co-living bulanan selama Ramadan tercatat melemah hingga 11% dibandingkan dengan rata-rata pemesanan dalam 3 bulan sebelum periode Ramadan.

Pola ini hadir karena calon penghuni menyadari bahwa mereka tidak akan menempati kamar untuk waktu yang cukup lama selama masa mudik, sehingga mereka memilih untuk memulai masa sewa setelah Lebaran selesai. Selain itu, penurunan ini menjadikan Ramadan sebagai periode dengan nilai transaksi terendah sepanjang tahun, dan pola ini secara konsisten terlihat sejak pertama Cove mulai beroperasi di Indonesia.

Dari segi okupansi kamar Cove, terjadi penurunan sekitar 0,5 poin persentase dari awal tahun, menunjukkan angka occupancy rate sebesar 84,5% selama Ramadan. Angka penurunan yang moderat menggarisbawahi bahwa tren ini terjadi bukan karena melemahnya permintaan terhadap kost secara keseluruhan, namun lebih bersifat musiman.

Pada Ramadan lalu, Cove mencatat angka tingkat check-out pada tier properti Cove Basics mencapai 19%, lebih tinggi dari rata-rata check-out secara keseluruhan yang berada pada angka 16% dalam 3 bulan sebelumnya. Cove Basics merupakan tier properti dengan rata-rata sewa bulanan sebesar Rp2 juta rupiah, paling rendah dari dua tier lainnya, yaitu Cove Classics dan Cove Luxe. Tier ini umumnya dipilih oleh mahasiswa atau pekerja muda, yang cenderung lebih sensitif terhadap harga sewa hunian.

Pada periode mudik, sejumlah penghuni Cove memanfaatkan momentum tersebut untuk menghentikan sewa secara sementara guna menghindari pembayaran saat unit tidak ditempati. Dalam sejumlah kasus, penghuni bahkan kembali memesan unit yang sebelumnya mereka tempati setelah Lebaran. Fenomena tersebut menggarisbawahi bahwa hal ini bukan merupakan pergeseran preferensi hunian secara jangka panjang, melainkan pengelolaan arus kas jangka pendek, terutama pada segmen yang lebih sensitif terhadap harga.

Penyewaan Hunian Sewa Menurun

Salah satu perilaku yang cukup menarik selama Ramadan adalah meski transaksi penyewaan kamar menurun, aktivitas pencarian hunian dari calon penghuni tetap relatif tinggi. Cove menemukan bahwa jumlah traffic selama Ramadan tahun lalu tidak menurun secara berarti, namun tingkat konversinya lebih rendah dibandingkan bulan-bulan lainnya. Mereka cenderung menghubungi hanya untuk mencari informasi terkait unit yang mereka gemari tanpa melakukan pemesanan, atau mencari kamar untuk pemesanan setelah tanggal Lebaran.

Tidak hanya penawaran sewa bulanan Cove, lini sewa harian juga mencatat penurunan transaksi selama Ramadan. Secara keseluruhan, pemesanan kamar harian turun hingga 14% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan penurunan terdalam terjadi di kota Bandung (37%). Temuan ini menunjukkan bahwa selain menghindari komitmen finansial yang besar, masyarakat juga turut memangkas bujet kebutuhan gaya hidup seperti liburan selama bulan Ramadan.

“Tren penurunan transaksi selama Ramadan menjadi pengingat bagi para pemilik kost maupun akomodasi untuk mempersiapkan pengelolaan bisnis yang baik sejak awal tahun. Alih-alih merespons dengan diskon agresif demi meningkatkan keterisian kamar, pelaku usaha perlu memastikan fondasi okupansi dan arus kas yang sehat dari sebelum periode Ramadan,” tutup Dian. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTN Housingpreneur

    Penghargaan BTN Housingpreneur Perkuat Inovasi Perumahan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penganugerahan (awarding) BTN Housingpreneur 2025 menjadi ajang penutup pelaksanaan pameran BTN Expo 2026 yang telah berlangsung sejak 28 Januari 2026. Program ini berhasil mencatat 1.170 submission dan melahirkan 58 inovator baru yang kreatif, visioner, dan solutif. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengatakan ajang ini digelar di tengah […]

  • BSD City Hadirkan Hunian Premium Bergaya Korea Pertama di Indonesia

    BSD City Hadirkan Hunian Premium Bergaya Korea Pertama di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Budaya Korea berkembang sangat pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir. Keberadaannya mendapat respon positif dari berbagai kalangan sehingga menimbulkan suatu fenomena yang dinamakan Korean Wave. Fenomena ini dapat dijumpai di Indonesia dan dampaknya sangat terasa di kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial. Sebagai sebuah negara yang sangat terobsesi dengan kesempurnaan, […]

  • Penggunaan Produk Lokal Sebaiknya Dilakukan Bertahap

    Penggunaan Produk Lokal Sebaiknya Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kewajiban penggunaan produk material bangunan dalam negeri di proyek konstruksi yang dibiayai negara dan properti bersubsidi di tahun 2021 sebaiknya dilakukan secara bertahap. Selain itu, perlu ada pengecualian untuk penggunaan beberapa produk seperti besi beton yang masih lebih murah jika diimpor. “Sebaiknya diterapkan secara bertahap dan dibatasi untuk produk impor tertentu. Tidak sekaligus, […]

  • percepatan infrastruktur

    Presiden Teken Perpres Penugasan Khusus Percepatan Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Minggu, 2 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 120 Tahun 2022 tentang Penugasan Khusus dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur. Peraturan tersebut ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada tangga 27 September 2022. “Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam melaksanakan penugasan khusus sebagaimana dimaksud memperhatikan prinsip kehati-hatian, transparansi, efisiensi, efektivitas, dan […]

  • Pasar Modern Paramount Petals

    Lengkapi Fasilitas Kawasan, Paramount Petals Bangun Pasar Modern

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Paramount Petals, sebuah kota mandiri seluas sekitar 400 hektar di barat Jakarta melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas Pasar Modern Paramount Petals dan opening ceremony Community Club. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Paramount Petals dalam mempercepat pembangunan kota mandiri yang berkelanjutan. Diperkenalkan pada akhir 2021, kota mandiri di barat Jakarta ini telah […]

  • Bank Tabungan Negara (Foto: ADH)

    BTN Bidik KPR Pegawai di Kementerian PUPR

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar akad perdana KPR Subsidi bagi Pegawai Honorer di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini bisa terlaksana setelah Bank BTN dan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama penyediaan fasilitas pengelolaan pembayaran gaji dan tunjangan kinerja serta […]

Translate »
expand_less