Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pasokan Lahan Industri Baru Stagnan

Pasokan Lahan Industri Baru Stagnan

  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pasokan lahan industri baru di wilayah Jabodetabek belum terjadi peningkatan signifikan hingga awal tahun 2025. Dari perspektif sektoral, data center tetap menjadi pendorong utama permintaan lahan, diikuti oleh sektor tekstil, peralatan kantor, bahan bangunan, pengolahan makanan, serta logistik dan pergudangan.

“Meskipun masih di awal tahun, indikator awal menunjukkan bahwa sektor data center dan logistik akan terus menjadi penopang kinerja kawasan industri sepanjang tahun 2025,” ungkap Colliers Indonesia Head of Research Ferry Salanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Juni 2025.

Meski belum terjadi peningkatan signifikan, beberapa kawasan menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat—terutama Subang, yang dengan cepat muncul sebagai destinasi industri baru. Kawasan ini berhasil menarik investasi besar dari produsen kendaraan listrik asal China. Kehadiran Pelabuhan Patimban diperkirakan akan semakin memperkuat daya saing Subang sebagai alternatif terhadap pusat-pusat industri tradisional seperti Bekasi dan Karawang.

Colliers Indonesia mencatat, total penjualan lahan industri pada Q1 2025 mencapai 54,06 hektare—mengalami penurunan dibandingkan Q4 2024, namun masih lebih tinggi dibandingkan Q1 pada tahun sebelumnya. Volume transaksi terbesar tercatat di Greenland International Industrial Center (GIIC), dengan penjualan sebesar 14,2 hektare, yang didominasi oleh dua operator data center (12,2 hektare) dan satu perusahaan pengolahan makanan (2 hektare).

Meskipun aktivitas relatif moderat, tren permintaan dan prospek ekspansi di wilayah Jabodetabek tetap menunjukkan perkembangan yang meyakinkan. Minat yang tinggi dari investor global—terutama dari China—yang didukung oleh pertumbuhan di sektor-sektor strategis, merupakan sebuah momentum yang signifikan. Pergeseran geografis dalam pengembangan ke arah timur dan barat Jakarta—termasuk Subang, Karawang, dan Serang—membuka peluang baru bagi kawasan industri untuk siap menangkap gelombang investasi berikutnya.

Namun, ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China telah memicu perubahan besar dalam lanskap manufaktur global. Pengenaan tarif tinggi terhadap ekspor China ke AS secara signifikan telah meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan yang beroperasi di China. Hal ini mendorong banyak perusahaan multinasional untuk mengevaluasi kembali strategi manufaktur dan distribusi mereka.

Relokasi Lahan Industri

Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap China dan menekan biaya, sejumlah perusahaan secara aktif mempertimbangkan untuk merelokasikan fasilitas produksi mereka ke negara-negara yang lebih efisien secara biaya dan netral terhadap tarif. Vietnam, Thailand, dan Indonesia muncul sebagai kandidat utama dalam lanskap relokasi yang terus berkembang ini.

Dampak tidak langsung dari pergeseran manufaktur ini sudah mulai dirasakan di pasar properti industri Indonesia. Potensi relokasi dan ekspansi bisnis yang terus berkembang mendorong meningkatnya permintaan terhadap lahan industri, ruang pabrik, dan gudang. Jika tren ini berlanjut, harga lahan industri diperkirakan akan terus meningkat, terutama di kawasan strategis dengan pasokan yang terbatas.

Untuk dapat bersaing secara efektif dan memanfaatkan peluang yang muncul dari penataan ulang rantai pasok global, Indonesia harus melakukan reformasi struktural secara menyeluruh. Penyederhanaan prosedur perizinan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pemberian insentif yang lebih kompetitif merupakan prasyarat penting untuk memperkuat daya saing kawasan industri nasional di tengah meningkatnya persaingan regional. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • realisasi penyaluran KPR flpp mencapai 190.335 unit.

    Peraturan Pelaksana UU CK tentang Perizinan Tetap Berlaku

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menyatakan Peraturan Pelaksana Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK) tentang Perizinan, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah tetap berlaku. “Terkait dengan seluruh pasal-pasal sesuai dengan amanat MK itu tetap berlaku termasuk PP No.5 […]

  • Catat! Ini Kebijakan Transisi Pelaksanaan PBG

    Catat! Ini Kebijakan Transisi Pelaksanaan PBG

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah daerah (Pemda) diminta segera menerapkan kebijakan transisi untuk percepatan pelaksanaan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Guna mengantisipasi belum terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi PBG, Pemda dapat menggunakan Perda tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kebijakan ini berdasarkan hasil rapat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan […]

  • 20 Proyek Terbaik Raih FIABCI Indonesia-REI Excellence Award 2021

    20 Proyek Terbaik Raih FIABCI Indonesia-REI Excellence Award 2021

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – FIABCI Indonesia dan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali menyelenggarakan FIABCI Indonesia-REI Excellence Award 2021. Pengumuman dan penyerahan award kepada para pemenang digelar saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2021 yang digelar secara hibrid (offline dan online) di Ciputra Artpreneur Jakarta, Senin (20/12). Tahun ini, sebanyak 20 proyek properti dari 14 kategori dinyatakan […]

  • Hattrick, Perolehan Pajak Tahun 2023 Lampaui Target APBN

    Hattrick, Perolehan Pajak Tahun 2023 Lampaui Target APBN

    • calendar_month Rabu, 3 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Perolehan pajak sepanjang tahun 2023 mencapai Rp1.869,2 triliun atau setara 108,8% dari target APBN Tahun 2023. Capaian itu naik signifikan sebesar 8,9% ketimbang realisasi tahun 2022 yakni sebesar Rp1.716,8 triliun. “Penerimaan pajak tahun 2023 ini hattrick, tiga kali goals. Berturut-turut dari 2021, 2022 dan 2023 semuanya di atas 100 persen. Ini kinerja yang […]

  • 10 pengembang btn

    10 Pengembang Terkemuka Peroleh Apresiasi dari BTN

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan developer mitra strategis untuk memacu pertumbuhan portofolio kredit pemilikan rumah (KPR) non-subsidi. Sebanyak 10 developer terkemuka hadir pada acara bertajuk “Connect & Collaborate: Build Together, Grow Together” di Jakarta, Jumat (13/6). Ke-10 developer prestisius yang memperoleh apresiasi antara lain Sinarmas […]

  • Duta Putra Land Pasarkan Klaster Melrose, Harga Mulai Rp1,9 Miliar

    Duta Putra Land Pasarkan Klaster Melrose, Harga Mulai Rp1,9 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski memasuki tahun politik, sejumlah analis dan pelaku usaha optimis pasar properti pada 2024 tetap tumbuh. Hal ini bisa diprediksi karena adanya berbagai faktor pendukung, salah satunya kemudahan insentif bebas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang disiapkan pemerintah jelang penutupan tahun 2023. Associate Director Research & Consultancy Services Leads Property, Martin […]

Translate »
expand_less