Menkeu Purbaya: Pembangunan dan Renovasi Perumahan Capai Rp20 Triliun
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- print Cetak

Ilustrasi rumah bersubsidi dapat dibangun dengan kredit program perumahan (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pagu anggaran infrastruktur pada 2026 mencapai Rp434,8 triliun yang diarahkan antara lain untuk konektivitas, ketahanan pangan, energi, dan layanan dasar sebagai bagian dari pelaksanaan APBN tahun berjalan. Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga menyampaikan program pembangunan dan renovasi perumahan (komersil, rumah subsidi dan bantuan renovasi (BSPS) 190 ribu unit yang dananya dari APBN dan Danantara).
“Pembangunan dan renovasi perumahan sebesar Rp20 triliun,” ucap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers APBNKiTa Februari 2026 melalui kanal Youtube Kementerian Keuangan yang dikutip, Kamis, 23 Januari 2025.
Program ini disebut sebagai salah satu instrumen untuk mendorong konsumsi dan investasi pada awal tahun, sekaligus menjaga aktivitas ekonomi domestik. Selain itu, pemerintah juga memproyeksikan kinerja ekonomi pada awal tahun tetap kuat.
“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1 2026 diproyeksikan tumbuh kuat sebesar 5,5% atau lebih yang secara konsisten ditopang oleh resiliensi konsumsi rumah tangga, akselerasi investasi pada proyek strategis dan perumahan, serta dominasi sektor manufaktur berbasis hilirisasi,” imbuhnya.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Dalam proyeksi makro yang disampaikan pada konferensi pers, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4%. Bahkan, pemerintah menyampaikan optimisme pertumbuhan dapat didorong lebih tinggi.
“Proyeksi pertumbuhan Q1 2026 mencapai sekitar 5,5 sampai 6% dan full year 2026 kalau di APBN kan 5,4% tapi kita akan dorong ke arah 6% juga,” ucap Menkeu Purbaya.
Pada sisi realisasi belanja pemerintah pusat awal tahun, pemerintah mencatat belanja perumahan dan prasarana umum (pasum) sebesar Rp0,9 triliun. Belanja tersebut berjalan seiring pembangunan infrastruktur konektivitas seperti jalan, jembatan, dan jalan tol yang juga dipaparkan dalam pelaksanaan APBN.
Paparan APBNKiTa juga menyinggung pembangunan infrastruktur lain yang berkaitan dengan pengembangan kawasan, antara lain infrastruktur ketahanan pangan seperti bendungan dan irigasi, serta infrastruktur energi berupa jaringan gas dan pipa transmisi. Selain itu, pembangunan infrastruktur high-tech seperti data center disebut sebagai bagian aktivitas investasi yang berkembang pada awal tahun. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz


