Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pemerintah Optimis Mampu Redam Tantangan Global, Ini Alasannya

Pemerintah Optimis Mampu Redam Tantangan Global, Ini Alasannya

  • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian dan penurunan pertumbuhan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia tetap solid. Pada Triwulan III-2022, perekonomian Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan 5,72% (yoy).

“Dengan fundamental yang kuat, ditambah meningkatnya posisi Indonesia dalam kancah ekonomi internasional, Pemerintah optimis bahwa kebijakan dan program yang tengah dicanangkan dapat mendorong kemajuan yang sangat signifikan di berbagai sektor perekonomian serta dapat meredam tantangan global,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Kamis, 15 Desember 2022..

Menko Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada tahun 2022 dapat menjadi bekal untuk menghadapi potensi resesi global pada tahun 2023. Mobilitas masyarakat yang semakin pulih menjadi determinan utama pendorong aktivitas ekonomi Indonesia.

Pemerintah juga akan terus mengambil langkah-langkah responsif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan inflasi global.

“Dengan pertimbangan berbagai risiko global dan domestik, kami optimis dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% tahun 2022 dan sebesar 5,3% di tahun 2023,” kata Menko Airlangga.

Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung dengan tingginya kinerja ekspor serta berlanjutnya perbaikan permintaan domestik yang tercermin dari peningkatan konsumsi. Sejumlah leading indicator riil konsumsi dan investasi juga masih berada di level optimis.

Demikian pula indikator sektor eksternal yang relatif terkendali, tercermin dari neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang masih surplus, cadangan devisa yang tetap tinggi, dan rasio utang masih berada pada level yang aman.

Arah Kebijakan

Pemerintah telah menetapkan arah kebijakan pembangunan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 Untuk tahun 2023. Tema yang diusung adalah “Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Peningkatan produktivitasnya mulai dari percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas SDM di bidang kesehatan dan pendidikan, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Pemerintah juga akan menindaklanjuti beberapa komitmen investasi untuk Indonesia sebagai hasil dari KTT G20 Bali.

Beberapa komitmen di antaranya seperti komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar USD20 miliar untuk energi bersih, komitmen Asia Zero Emission Community (AZEC) dengan dana sebesar USD500 juta, serta Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) berupa pendanaan USD600 miliar dari Negara G7 dalam bentuk pinjaman dan hibah untuk proyek infrastruktur berkelanjutan bagi negara berkembang. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumbuh Positif, INPP Optimistis Pendapatan di 2023 Lebih Baik

    Tumbuh Positif, INPP Optimistis Pendapatan di 2023 Lebih Baik

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) tetap optimistis di tahun ini pendapatan perseroan akan lebih baik dibandingkan 2022, meski dibayangi isu resesi ekonomi global dan kenaikan bunga kredit bank. Keyakinan tersebut ditopang kinerja pendapatan yang tumbuh hingga 120% di 2022 atau tertinggi dalam sejarah perseroan. President Director & CEO INPP, Anthony P Susilo […]

  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meresmikan peluncuran Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dalam perizinan berusaha, pada Senin, 9 Agustus 2021 (Foto: Lukas)

    Operasionalisasi OSS Bermasalah, Daerah Minta Diskresi

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Operasionalisasi sistem Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS – RBA) bermasalah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung meminta izin untuk mengeluarkan diskresi kepala daerah agar pelayanan perizinan tidak berhenti. Sebelumnya, berdasarkan penelusuran redaksi industriproperti.com, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan OSS RBA dalam perizinan berusaha, bertempat di Pusat Komando Operasi […]

  • btn qatar

    BTN Salurkan KPR untuk Hunian yang Dibangun AlQilaa Group

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • 0Komentar

    DOHA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan investasi asal Qatar yakni AlQilaa International Group terkait implementasi program perumahan nasional melalui pembangunan satu juta unit hunian bagi masyarakat Indonesia. Kemitraan strategis ini diimplementasikan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara BTN dengan AlQilaa International Group di Doha, Qatar, Selasa […]

  • Menkominfo Johnny G. Plate mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital Tahun 2021 (Foto: Dok. Kemkominfo)

    Menkominfo Dorong Negara G20 Kembangkan Smart City

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memaparkan pengembangan program smart city di Indonesia. Menkominfo mendorong negara anggota G20 untuk mengembangkan program smart city (kota pintar) untuk menciptakan kota-kota yang mampu membantu masyarakat hidup lebih berkelanjutan dan produktif. “Terdapat 6 pilar yang menjadi dasar pelaksanaan program pengembangan smart city di Indonesia yakni: (i) […]

  • OSS Belum Berjalan, Daerah Dapat Lakukan Diskresi

    OSS Belum Berjalan, Daerah Dapat Lakukan Diskresi

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Permasalahan operasionalisasi sistem Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA) masih dirasakan di sejumlah daerah. Untuk itu, selama OSS masih belum berjalan, kepala daerah dapat memberikan diskresi agar pelayanan perizinan tidak berhenti. “Selama OSS belum berjalan, daerah dapat melakukan diskresi,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok […]

  • Developer Keluhkan Aplikasi PBG Mandek

    Developer Keluhkan Aplikasi PBG Mandek

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Developer mengeluhkan terkendalanya proses migrasi aplikasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam layanan berbasis web Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG). Padahal, SIMBG yang dilakukan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) juga menjadi salah satu syarat wajib dalam pengisian aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang). “Saat ini operator di daerah […]

Translate »
expand_less